
Oleh: Mailani Dwi Hidayati, S.Si, M.Biomed
JurnalPost.com – Kanker tidak muncul secara tiba-tiba, sebaliknya, ia berkembang melalui akumulasi dan interaksi yang rumit antara faktor lingkungan dan gaya hidup yang memengaruhi risiko munculnya dan pertumbuhan kanker.
Gaya Hidup Sedenter dan Peradangan Kronis
Gaya hidup yang kurang aktif, seperti jarang berolahraga dan terlalu banyak duduk, dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Kondisi ini memicu berbagai perubahan dalam tubuh, termasuk stres oksidatif, gangguan metabolisme, dan peradangan kronis (Kumar et al., 2025). Di antara berbagai mekanisme tersebut, peradangan kronis merupakan salah satu penghubung utama antara faktor lingkungan, gaya hidup, dan perkembangan kanker. Salah satu contoh yang paling jelas adalah obesitas. Kelebihan lemak tubuh telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, usus besar, endometrium, tiroid, hati, dan pankreas (Friedenreich et al., 2020; Masone et al., 2021; Shi et al., 2024). Jaringan lemak yang berlebihan menghasilkan berbagai zat pemicu peradangan yang menyebabkan peradangan kronis tingkat rendah di seluruh tubuh. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya aktivitas sel imun, pelepasan adipokin proinflamasi, serta stres oksidatif yang menciptakan lingkungan mikro yang mendukung pembentukan dan pertumbuhan tumor (Renehan et al., 2008; Seiler et al., 2018; Masone et al., 2021).
Faktor Nutrisi dan Epigenetik
Pola makan memiliki peran penting dalam memengaruhi risiko kanker. Makanan yang kita konsumsi tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga dapat memengaruhi cara kerja gen melalui mekanisme epigenetik, yaitu proses yang mengatur aktivitas gen tanpa mengubah susunan DNA. Berbagai zat gizi dan senyawa bioaktif, seperti folat, polifenol yang banyak ditemukan dalam buah dan sayuran, serta selenium, dapat membantu mengatur pertumbuhan, perkembangan, dan perbaikan sel sehingga berpotensi menurunkan risiko terbentuknya sel kanker (Ong et al., 2011). Selain itu, pola makan yang kaya serat dari sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat membantu mengurangi peradangan kronis, meningkatkan sensitivitas insulin, serta menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Efek-efek tersebut diketahui berkontribusi dalam menurunkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker prostat (Ziglioli et al., 2023).
Pengaruh Lingkungan pada Kanker Organ Spesifik
Beberapa kanker juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan spesifik; misalnya, kanker kandung empedu terkait dengan faktor-faktor seperti gaya hidup sedenter dan diet tinggi lemak yang memicu peradangan kronis dan disrupsi jaringan serta fungsi imun di organ tersebut. Infeksi bakteri, parasit, atau jamur juga dapat memperburuk kondisi inflamasi dan mempercepat proses karsinogenesis (Pérez-Moreno et al., 2022).
Sementara itu, kanker ginekologis seperti ovarium dan uterus juga erat kaitannya dengan faktor gaya hidup (obesitas, konsumsi lemak tinggi), paparan polutan lingkungan, dan ketidakseimbangan mikrobioma. Merokok meningkatkan infeksi HPV yang berperan pada kanker serviks, dan pola makan yang buruk serta defisiensi nutrisi memperburuk imunitas dan risiko kanker (Farina et al., 2025).
Gangguan Ritme Sirkadian dan Risiko Kanker
Gaya hidup modern yang ditandai oleh paparan cahaya buatan di malam hari, jam kerja berganti-ganti (shift work), dan pola makan tidak teratur berpotensi mengganggu ritme sirkadian tubuh, khususnya regulasi hormon kortisol dan melatonin. Ketidakseimbangan ini dapat menciptakan lingkungan mikro adiposa yang mendukung perkembangan kanker dengan meningkatkan resistensi terhadap kemoterapi dan mengurangi kemampuan sistem imun dalam mengenali serta menghancurkan sel-sel kanker (Dobrovinskaya et al., 2024).
Kesimpulan
Kanker terjadi karena berbagai faktor risiko, di antaranya dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidup. Gaya hidup yang kurang aktif, pola makan tidak sehat, paparan polutan, infeksi kronis, dan gangguan ritme biologis tubuh berperan besar dalam proses inflamasi dan kerusakan molekuler yang menyebabkan kanker. Pencegahan kanker harus difokuskan pada perubahan gaya hidup, seperti meningkatkan aktivitas fisik, menjaga pola makan seimbang dengan nutrisi yang mendukung kesehatan epigenetik, mengatur ritme sirkadian, dan mengurangi paparan faktor lingkungan berbahaya.
Referensi
Dobrovinskaya, O., Alamilla, J., & Olivas-Aguirre, M. (2024). Impact of Modern Lifestyle on Circadian Health and Its Contribution to Adipogenesis and Cancer Risk. Cancers, 16(21), 3706. https://doi.org/10.3390/cancers16213706
Farina, S., Sabatelli, A., Boccia, S., & Scambia, G. (2025). Environment, lifestyle, and cancer in women. International Journal of Gynaecology and Obstetrics, 171(Suppl 1), 138–146. https://doi.org/10.1002/ijgo.70156
Friedenreich, C. M., Ryder‐Burbidge, C., & Mcneil, J. (2020). Physical activity, obesity and sedentary behavior in cancer etiology: epidemiologic evidence and biologic mechanisms. Molecular Oncology, 15(3), 790–800. https://doi.org/10.1002/1878-0261.12772
Kumar, R., Verma, H., Ali, M., Midha, T., Kumar, D., & Jha, S. K. (2025). Review of mitigating cancer risk through Ayurvedic practices: A holistic approach to combating sedentarism. Ayush Journal of Integrative Oncology, 2(2), 86–90. https://doi.org/10.4103/ajio.ajio_12_25
Masone, S., Velotti, N., Savastano, S., Filice, E., Serao, R., Vitiello, A., Berardi, G., Schiavone, V., & Musella, M. (2021). Morbid Obesity and Thyroid Cancer Rate. A Review of Literature. Journal of Clinical Medicine, 10(9), 1894. https://doi.org/10.3390/jcm10091894
Ong, T. P., Moreno, F. S., & Ross, S. A. (2011). Targeting the Epigenome with Bioactive Food Components for Cancer Prevention. Lifestyle Genomics, 4(5), 275–292. https://doi.org/10.1159/000334585
Renehan, A. G. D., Roberts, D. L., & Dive, C. (2008). Obesity and cancer: Pathophysiological and biological mechanisms. Archives Of Physiology And Biochemistry, 114(1), 71–83. https://doi.org/10.1080/13813450801954303
Seiler, A., Chen, M. A., Brown, R. L., & Fagundes, C. P. (2018). Obesity, Dietary Factors, Nutrition, and Breast Cancer Risk. Current Breast Cancer Reports, 10(1), 14–27. https://doi.org/10.1007/s12609-018-0264-0
Shi, X., Jiang, A., Qiu, Z., Lin, A., Liu, Z., Zhu, L., Mou, W., Cheng, Q., Zhang, J., Miao, K., & Luo, P. (2024). Novel perspectives on the link between obesity and cancer risk: from mechanisms to clinical implications. Frontiers of Medicine, 18(6), 945–968. https://doi.org/10.1007/s11684-024-1094-
Pérez-Moreno, P., Riquelme, I., García, P., Brebi, P., & Roa, J. C. (2022). Environmental and Lifestyle Risk Factors in the Carcinogenesis of Gallbladder Cancer. Journal of Personalized Medicine, 12(2), 234. https://doi.org/10.3390/jpm12020234
Ziglioli, F., Patera, A., Isgrò, G., Campobasso, D., Guarino, G., & Maestroni, U. (2023). Impact of modifiable lifestyle risk factors for prostate cancer prevention: a review of the literature. Frontiers in Oncology, 13, 1203791. https://doi.org/10.3389/fonc.2023.1203791



