• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Kampung Tempe Sanan Tingkatkan Layanan Wisata Edukasi Lewat Public Speaking dan Buku Digital

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
in Berita

MALANG, JurnalPost.com – Kampung Wisata Tempe Sanan terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas layanan wisata edukasi. Tak hanya mempertahankan reputasinya sebagai sentra industri tempe di Kota Malang, kawasan ini kini memperkuat kompetensi pelaku UMKM melalui pelatihan public speaking sekaligus menghadirkan buku panduan digital produksi tempe ramah lingkungan yang dapat diakses wisatawan melalui kode QR.

Tim PKM dan Peserta pelaku UMKM Kampung Wisata Tempe Sanan

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang bertajuk “Peningkatan Profesionalisme dan Keberlanjutan UMKM Kampung Wisata Tempe Sanan melalui Pelatihan Public Speaking dan Penyusunan Buku Panduan Produksi Tempe Ramah Lingkungan.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu (11/7/2026) diikuti oleh 25 peserta yang merupakan pelaku UMKM sekaligus anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Wisata Tempe Sanan.

Ketua Tim PkM (Dyah Metha -2026), mengatakan bahwa pengembangan wisata edukasi tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam menyampaikan informasi kepada pengunjung. “Wisatawan yang datang ke Kampung Sanan tidak hanya ingin membeli tempe, tetapi juga memahami cerita, proses produksi, dan nilai keberlanjutan yang diterapkan masyarakat. Karena itu, kemampuan komunikasi dan media edukasi digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan pengalaman wisata,” ujarnya.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Tim PkM menghadirkan pelatihan public speaking dengan narasumber Dr. Ari Kamayanti. Berbeda dengan pelatihan yang hanya berisi teori, peserta lebih banyak mengikuti simulasi pelayanan wisata. Mereka berlatih menyambut tamu, memperkenalkan sejarah Kampung Sanan, menjelaskan proses produksi tempe, mengenalkan produk unggulan, hingga menjawab pertanyaan pengunjung secara komunikatif.

Narasumber memaparkan materi public speaking

Menurut Dr. Ari Kamayanti, public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga keterampilan membangun hubungan dengan pengunjung. “Ketika masyarakat mampu menjelaskan proses pembuatan tempe dengan bahasa yang sederhana, ramah, dan percaya diri, wisatawan akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berkesan,” jelasnya.

Selain pelatihan, Tim PkM juga meluncurkan buku panduan digital mengenai produksi tempe ramah lingkungan. Buku tersebut memuat informasi mengenai tahapan produksi tempe, mulai dari pemilihan bahan baku, perendaman, perebusan, fermentasi hingga menjadi produk siap konsumsi. Panduan ini dapat diakses dengan memindai kode QR yang ditempatkan di sejumlah titik di kawasan wisata sehingga pengunjung dapat mempelajari materi secara mandiri.

Penyerahan buku panduan dan kode QR

Ketua Pokdarwis Kampung Wisata Tempe Sanan, Dra. Trinil Sri Wahyuni, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini membantu masyarakat menjadi lebih percaya diri ketika menerima kunjungan wisatawan. “Selama ini kami sering menerima tamu, tetapi belum semua warga terbiasa menjelaskan proses produksi maupun memperkenalkan Kampung Sanan. Melalui pelatihan ini kami bisa langsung berlatih sesuai situasi yang kami hadapi,” tuturnya.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh materi pelatihan. Pemahaman mengenai tujuan komunikasi meningkat dari 20 persen menjadi 92 persen, sementara indikator lainnya juga mengalami peningkatan setelah peserta mengikuti sesi materi dan praktik. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan berbasis simulasi efektif meningkatkan kemampuan komunikasi pelaku UMKM.

Melalui pelatihan public speaking dan penyediaan buku panduan digital, Kampung Wisata Tempe Sanan diharapkan semakin siap memberikan pelayanan yang profesional, informatif, dan ramah kepada wisatawan. Inovasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat posisi Kampung Sanan sebagai destinasi wisata edukasi unggulan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung keberlanjutan UMKM lokal.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.