
Oleh: DIAN SUKMAWATI
JurnalPost.com – Saat ini banyaknya kasus pinjaman online yang bermasalah diindonesia paling tinggi terdapat pada kategori perseorangan yang didominasi oleh gen z dan milenial. dengan demikian, gen z dan milenial berperan besar terhadap adanya kredit bermasalah. menurut laporan OJK per juni 2023 jumlah rekening penerima pinjol aktif berusia 19-34 tahun berada diurutan
pertama yakni mencapai 10,91 juta penerima dengan nilai pinjaman sebesar Rp26,87 triliun. diurutan kedua, disusul peminjaman berusia 35-54 tahun dengan 6,49 juta dan pinjaman sebesar Rp17,98 triliun. selanjutnya jumlah penerima pinjol yang berusia diatas 54 tahun sebanyak 686,354 dengan penyaluran sebesar Rp2 triliun. terakhir, penerima pinjol berusia dibawah 19 tahun sebanyak 72,142 dengan penyaluran sebesar Rp168,87 miliar.

Adanya gaya hidup gen z dan milenial yang masuk dalam kategori usia produktif dimana mereka memiliki pendapatan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. apabila gen z dan milenial tidak dapat mengatur pengelolaan keuangannya secara bijak maka dapat mengakibatkan mereka memiliki kehidupan yang bersifat konsumtif. jika pendapatannya tidak mencukupi kebutuhan sehari-harinya maka mereka akan cenderung memilih utang sebagai solusi sementaranya. padahal dengan mereka memiliki utang itu akan menambah masalah baru dan menjadi sumber masalah.



