
JurnalPost.com – Masalah penumpukan sampah plastik masih menjadi tantangan lingkungan yang krusial di wilayah pedesaan, tak terkecuali di Dusun Salehan, Desa Salam, Kabupaten Magelang. Kesadaran masyarakat akan pemilahan sampah organik dan anorganik yang masih perlu ditingkatkan sering kali menyebabkan sampah plastik botol berakhir membakar lingkungan atau sekadar menumpuk di tempat pembuangan akhir.
Melihat potensi limbah plastik yang melimpah sekaligus kebutuhan akan penanda wilayah yang estetis dan ramah lingkungan, Tim KKN Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Padepokan 61 mengambil inisiatif untuk menghadirkan solusi kreatif. Melalui program kerja berbasis keberlanjutan, tim KKN yang berkolaborasi dengan Karang Taruna Dusun Salehan mengolah limbah botol plastik menjadi ecobrick yang disusun kokoh membentuk sebuah Gapura Identitas bertuliskan “DUSUN SALEHAN”. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri dengan biaya yang ekonomis.

Pelaksanaan program kerja Padepokan 61 KKN UST di Dusun Salehan diawali dengan pengumpulan limbah botol plastik Aqua bekas ukuran 600 ml sebagai wadah botol ecobrick dan sampah botol plastik rumah tangga dari warga setempat. Sampah botol plastik tersebut kemudian dicacah atau digiling menjadi bagian-bagian kecil agar mudah dipadatkan. Seluruh botol dan hasil cacahan plastik lantas dicuci bersih menggunakan air sabun lalu dijemur hingga kering sempurna guna mencegah timbulnya bau dan jamur saat disimpan.
Setelah kering, serpihan atau cacahan botol plastik dimasukkan ke dalam botol secara bertahap dan ditumbuk menggunakan tongkat kayu hingga sangat padat serta keras. Botol-botol ecobrick yang siap pakai ini kemudian dirangkai menggunakan pada struktur kerangka utama. Penyusunan dilakukan secara presisi hingga membentuk pola artistik bertuliskan “DUSUN SALEHAN” di lokasi strategis dusun.
Sebagai tahap akhir, permukaan gapura ecobrick dilapisi cat khusus ih luar ruang (outdoor) tahan cuaca berwarna merah putih. Pengecatan ini tidak hanya memberikan sentuhan warna yang menarik dan mempertegas keterbacaan huruf, tetapi juga berfungsi melindungi material plastik dari paparan panas serta hujan agar struktur gapura tetap awet dan kokoh dalam jangka panjang.
Pelaksanaan program pembuatan gapura ecobrick ini dirancang untuk mencapai beberapa tujuan utama:
- Pengelolaan Lingkungan: Mengurangi volume limbah botol plastik tak terpakai di sekitar Dusun Salehan melalui pemanfaatan kembali (reuse & recycle).
- Edukasi Masyarakat: Membangun kesadaran warga lokal mengenai teknik pengolahan sampah plastik sederhana namun bernilai guna tinggi.
- Penguatan Identitas Wilayah: Menyediakan sarana fisik berupa gapura penanda batas atau penyambut kedatangan bertuliskan “DUSUN SALEHAN” yang estetik dan unik.
- Inspirasi Pemberdayaan: Mendorong semangat gotong royong antara mahasiswa dan warga dalam merawat kebersihan serta keindahan lingkungan desa.
Proses pengolahan sampah hingga menjadi gapura ikonik ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan terstruktur:
- Pengumpulan dan Pembersihan Bahan: Mahasiswa KKN Padepokan 61 bersama warga mengumpulkan botol-botol plastik bekas layak pakai, kemudian membersihkan dan mengeringkannya.
- Pembuatan Ecobrick: Plastik-plastik limbah rumah tangga dipotong dan dimasukkan ke dalam botol plastik secara padat menggunakan pemukul kayu hingga mencapai bobot standar agar kokoh.
- Perancangan & Penyusunan Gapura: Ecobrick yang telah terkumpul disusun mengelilingi rangka dasar menggunakan bahan perekat dan semen agar tahan terhadap cuaca.
- Finishing & Pembentukan Tulisan: Struktur gapura dicat dan dihias secara cermat hingga membentuk huruf-huruf tegas bertuliskan “DUSUN SALEHAN” sebagai puncaknya.
Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan penanda fisik berupa Gapura “DUSUN SALEHAN” yang berdiri kokoh dan menarik perhatian, tetapi juga memberikan dampak sosial-lingkungan yang nyata. Ratusan limbah botol plastik berhasil diselamatkan dari pencemaran lingkungan. Lebih dari itu, gapura ini kini berdiri sebagai simbol kreativitas, kepedulian lingkungan, serta bukti nyata kolaborasi harmonis antara Mahasiswa KKN UST Padepokan 61, Karang Taruna dan masyarakat Dusun Salehan.
Penulis:
- Faiq ‘Ubaidhillah
- Afit Nur Rahman
- Isnanto
- Renaldi Dwi Kuncahyono
- Annas Ma’ruf
- Marentia Devi Helmalia Putri
- Anafatun Faida
- Levy Amirayanti
- Diana Erlian Sari
- Daffa Haya Afifah
- Eva Nur Holifah
Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL): Dr. Dwi Susanto, M.Pd.




