
Oleh : Muhammad Farkhan Nuryahya-Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Pacet, Mojokerto, JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna untuk mendukung pengembangan UMKM di Desa Pacet, Kabupaten Mojokerto. Program ini berfokus pada peningkatan nilai tambah komoditas bawang melalui pemanfaatan alat fermentasi bawang sederhana yang mudah diaplikasikan oleh pelaku usaha lokal.
Kegiatan penyerahan sekaligus pendampingan penggunaan alat fermentasi bawang tersebut dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2026 bertempat di lokasi mitra Dusun Pacet Barat, RT 07/RW 06, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendorong inovasi pengolahan hasil pertanian berbasis kebutuhan masyarakat setempat.

Salah satu mitra dalam kegiatan ini adalah UMKM Toko Mbok Sreng, sebuah toko kebutuhan harian di Desa Pacet yang juga menjual bawang putih dan bawang putih tunggal. Melalui program ini, UMKM Toko Mbok Sreng didorong untuk tidak hanya menjual bawang dalam bentuk mentah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk fermentasi seperti black garlic yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Black garlic merupakan hasil fermentasi bawang putih yang memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan. Proses fermentasi meningkatkan kandungan antioksidan sehingga black garlic bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung, serta membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah. Selain itu, black garlic memiliki rasa yang lebih manis dan tidak beraroma menyengat, sehingga lebih nyaman dikonsumsi oleh masyarakat.
Alat fermentasi bawang yang diserahkan dirancang menggunakan rice cooker yang dimodifikasi dengan thermostat digital sehingga mampu menjaga suhu fermentasi tetap stabil. Selain penyerahan alat, mahasiswa KKN Untag Surabaya juga memberikan pelatihan dan pendampingan terkait cara pengoperasian alat, pengaturan suhu, serta tahapan proses fermentasi yang benar dan higienis.

Pelaku UMKM menyambut baik kegiatan ini dan berharap teknologi tepat guna yang diberikan dapat membantu pengembangan usaha secara berkelanjutan. Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa Untag Surabaya menunjukkan komitmennya da lam mendukung pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi lokal melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang aplikatif serta berdampak langsung bagi masyarakat.




