
JurnalPost.com – Kolaborasi Edukatif Tim Penelitian Dosen Pemula dan UPT SDN Bukir Pasuruan: Hadirkan Pengalaman Baca Buku Cerita berbasis Augmented Reality—Perkembangan teknologi digital kini semakin mempermudah upaya pelestarian budaya lokal sejak dini, serta mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam ruang kelas. Tim Penelitian Dosen Pemula (PDP) sukses menggelar kegiatan penelitian pengembangan cerita anak berbasis kearifan lokal makanan khas daerah dengan teknologi Augmented Reality sebagai media literasi budaya.
Inovasi media pembelajaran ini digagas oleh tim dosen yang terdiri dari Zahro Rokhmawati, S. Pd., M. Pd., Adelia Savitri, S. Hum., M Hum., dan Patricia Elsa Marchelia Wibiasty, S. S., M. A., serta keterlibatan aktif mahasiswa, yaitu Naura Rafa Ariyanto dan Fatin Kusuma Anggraini. Langkah kolaborasi ini disambut hangat dengan keramahan guru serta senyum antusias para siswa sejak awal kedatangan rombongan tim peneliti di UPT SDN Bukir, Pasuruan. Rangkaian Acara diawali dengan sesi para siswa kelas 3B membaca nyaring buku cerita anak karya tim peneliti yang bertajuk Yang Mana Dulu?. Buku ini secara khusus memuat narasi kearifan lokal yang mengangkat ragam makanan khas daerah. Suasana kelas seketika menjadi hidup dan interaktif, para siswa secara aktif merespons alur cerita dan berebut menyampaikan pendapat mereka. Rasa familier terhadap makanan khas yang disajikan di dalam buku, membuat anak-anak begitu bersemangat menceritakan pengalaman kuliner yang biasa mereka temui sehari-hari.

Keseruan semakin memuncak saat para siswa diajak memasuki sesi eksperimen teknologi Augmented Reality (AR). Dengan memindai halaman buku cerita Yang Mana Dulu? Menggunakan perangkat digital Artivive, gambar karakter dan visual makanan khas daerah di kertas seketika “hidup” menjadi animasi 3D yang bergerak interaktif.
Raut wajah kagum, sorak gembira memenuhi ruang kelas ketika anak-anak menyaksikan sendiri bagaimana buku fisik yang mereka genggam mampu berinteraksi secara visual di layar. Bagi Para siswa, menyelami cerita budaya lokal melalui teknologi Augmented Reality (AR) memberikan sensasi belajar baru yang menyenangkan dan tidak membosankan.
Seluruh rangkaian kegiatan edukatif dan interaktif ini berlangsung lancar hingga ditutup dengan sesi foto bersama antara tim dosen, guru, dan seluruh siswa kelas 3B sebagai bentuk kenang-kenangan dan pendorong literasi. Melalui program ini, tim peneliti berharap inovasi buku cerita berbasis Augmented Reality (AR) tidak hanya menjadi media pembelajaran yang menarik, tetapi juga mampu menumbuhkan minat baca sejak dini sekaligus memupuk rasa bangga anak-anak terhadap kekayaan budaya dan tradisi kuliner daerahnya.




