
Ditulis oleh: Rahma Khaerani – Mahasiswa KKN Tim II IDBU-38 Dusun Sironjang
Universitas Diponegoro 2026
Sironjang, Semarang, 09 Agustus 2026, JurnalPost.com – Keterbatasan lahan bukan lagi alasan untuk tidak bisa menanam sayuran sendiri. Melalui kreativitas dan pemanfaatan barang bekas, pekarangan rumah yang sempit pun dapat diubah menjadi lahan produktif. Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II IDBU-38 Sironjang Universitas Diponegoro 2026 menghadirkan program kerja monodisiplin bertajuk “HYDROGROW: Galon Bekas, Sayur Segar Tiap Hari”.
Program ini dilaksanakan pada Minggu, 09 Agustus 2026, di Dusun Sironjang, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, dengan sasaran utama ibu-ibu PKK Dusun Sironjang. Kegiatan ini disampaikan oleh Rahma Khaerani sebagai bentuk edukasi dan pelatihan budidaya sayuran dengan sistem hidroponik sederhana yang hemat lahan serta memanfaatkan kembali barang bekas. Melalui HYDROGROW, ibu-ibu PKK diajak mengenal hidroponik sekaligus mempraktikkan pembuatan instalasi dari galon bekas, penanaman bibit, hingga perawatan tanaman. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan lahan rumah untuk menghasilkan sayuran segar sekaligus mengurangi limbah barang bekas.
Dari Galon Bekas Menjadi Kebun Mini
Salah satu hal menarik dari program HYDROGROW adalah pemanfaatan galon bekas sebagai bagian dari instalasi hidroponik. Barang yang sebelumnya hanya dianggap sebagai limbah rumah tangga diolah kembali menjadi wadah yang dapat digunakan untuk membudidayakan sayuran.
Melalui pendekatan ini, ibu-ibu PKK diajak untuk melihat bahwa barang bekas tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Dengan sedikit kreativitas dan pengolahan yang tepat, barang tersebut dapat memiliki fungsi baru dan memberikan manfaat bagi kebutuhan rumah tangga. Konsep ini juga membuat hidroponik terasa lebih dekat dan mudah diterapkan karena tidak membutuhkan instalasi yang rumit maupun lahan yang luas.
Hidroponik Sederhana, Hemat Lahan
Pada sesi sosialisasi, ibu-ibu PKK diperkenalkan dengan konsep dasar hidroponik sebagai metode budidaya tanaman yang memanfaatkan air bernutrisi tanpa menggunakan tanah sebagai media utama. Sistem hidroponik sederhana menjadi pilihan yang sesuai untuk diterapkan di lingkungan rumah dengan keterbatasan lahan. Area seperti teras, halaman kecil, maupun sudut rumah dapat dimanfaatkan selama mendapatkan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman.
Melalui program ini, ibu-ibu PKK diberikan pemahaman mengenai kebutuhan dasar tanaman, mulai dari air, nutrisi, cahaya, hingga perawatan sehari-hari. Dengan pengetahuan tersebut, masyarakat diharapkan mampu memulai kegiatan bercocok tanam dari lingkungan rumah masing-masing.
Daur Ulang Barang Bekas Jadi Lebih Produktif
Program HYDROGROW tidak hanya berbicara tentang menanam sayuran, tetapi juga mengangkat pentingnya pemanfaatan kembali barang bekas. Galon bekas yang masih layak pakai dimanfaatkan sebagai salah satu komponen instalasi hidroponik. Sebelum digunakan, galon dipersiapkan dan dibersihkan agar dapat menjadi wadah budidaya yang sesuai.
Pemanfaatan barang bekas ini menjadi salah satu bentuk sederhana penerapan prinsip reuse, yaitu menggunakan kembali barang yang masih memiliki nilai guna. Dengan begitu, kegiatan bercocok tanam dapat berjalan beriringan dengan upaya mengurangi limbah rumah tangga.
Ibu-Ibu PKK Belajar, Praktik, dan Berkreasi
Kegiatan HYDROGROW tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik secara langsung bersama ibu-ibu PKK Dusun Sironjang. Peserta mendapatkan pendampingan mulai dari persiapan galon bekas, pembuatan instalasi hidroponik sederhana, penanaman bibit, hingga pemahaman mengenai cara pemeliharaan dan pemantauan pertumbuhan tanaman. Melalui kegiatan praktik tersebut, ibu-ibu PKK diharapkan dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan yang bisa diterapkan secara mandiri di rumah masing-masing.
Sayur Segar dari Pekarangan Sendiri
Salah satu tujuan utama program HYDROGROW adalah mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah sebagai sumber pangan keluarga.
Dengan adanya instalasi hidroponik sederhana, ibu-ibu PKK dapat membudidayakan sayuran dalam skala rumah tangga tanpa membutuhkan lahan pertanian yang luas. Hasil tanaman nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sayuran keluarga, sehingga masyarakat memiliki alternatif sumber pangan segar yang dapat dibudidayakan sendiri.
Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan bahwa urban farming atau pertanian skala rumah tangga dapat dilakukan dengan cara sederhana, kreatif, dan menyesuaikan kondisi lingkungan sekitar.
Bukan Sekadar Menanam, tetapi Membangun Keterampilan
Program HYDROGROW dirancang tidak hanya untuk menghasilkan tanaman, tetapi juga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengelola budidaya sayuran secara mandiri. Melalui proses sosialisasi, praktik, pendampingan, dan evaluasi, peserta diharapkan mampu memahami bagaimana sebuah instalasi hidroponik sederhana dapat dibuat dan dirawat secara berkelanjutan.
Pengetahuan tersebut juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif apabila masyarakat melihat adanya peluang untuk membudidayakan sayuran dalam jumlah lebih banyak atau mengembangkan hasilnya menjadi produk bernilai ekonomi.
Harapan: Sironjang Semakin Produktif dan Mandiri
Melalui program “HYDROGROW: Galon Bekas, Sayur Segar Tiap Hari”, mahasiswa KKN berharap ibu-ibu PKK Dusun Sironjang dapat menjadi penggerak dalam pemanfaatan lahan pekarangan dan barang bekas secara produktif.
Tidak hanya menghasilkan sayuran, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan baru untuk memanfaatkan ruang yang tersedia, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta menghasilkan pangan secara mandiri.
Ke depan, hidroponik sederhana diharapkan dapat terus dikembangkan oleh ibu-ibu PKK dan masyarakat Dusun Sironjang. Dari sebuah galon bekas, dapat tumbuh sebuah kebun kecil; dari kebun kecil tersebut, diharapkan tumbuh pula semangat masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih produktif, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.




