• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Hubungan Antara Huznudzan Dengan Penerimaan Takdir Bagi Anak Broken Home

Editor Redaksi
17 Januari 2024
in Makalah

Fairuza Nuri Huwaida
Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

JurnalPost.com – Husnuzan berasal dari bahasa Arab namun kini telah diserap ke dalam bahasa Indonesia, dengan arti prasangka baik. Dilihat dari bahasa Arab, husnuzan terdiri dari dua kata Zam dan Husn yang berarti prasangka dan baik. Prasangka merupakan bagian dari anggapan atau dugaan sementara seorang individu terhadap suatu hal yang masih belum tentu akan terjadi. Menurut ahli, Mar’at menjelaskan jika prasangka adalah dugaan yang memiliki nilai positif maupun negatif. Dalam hal ini prasangka melibatkan sudut pandang individu sebagai manusia yang memiliki kelebihan berupa akal dalam memandang suatu peristiwa yang telah ditetapkan atau yang sering juga disebut sebagai takdir.

Sebagai seorang muslin menerima ketentuan terhadap takdir yang telah ditetapkan kepada dirinya merupakan salah satu bentuk implementasi dari rukun iman yang ke enam yaitu iman kepada Qada dan Qadar. Dengan demikian dapat dibuktikan dengan tindakan bahwasanya sebagai seorang muslim sejati tentu harus memiliki keyakinan tersebut. Lantas bagaimana jika dalam suatu kondisi seorang individu dihadapkan dengan keadaan yang tidak sesuai dengan harapan seperti perceraian. Dalam kondisi yang sudah menjadi pilihan terakhir dalam mengahdapi suatu permasalahan perceraian merupakan jalan yang dapat ditempuh karna jika dilihat dari sudut pandang Islam hukum perceraian adalah makruh yang artinya perbuatan halal namun sangat dibenci Allah. “Dan jika mereka menentapkan hati hendak menceraikan, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” Q.S Al-Baqarah : 227. Diperkuat dengan sabda Rasul “Perbuatan halal, tetapi paling dibenci oleh Allah adalah talak” (HR. Abu Daud).

Menurut Sofyan S. Wils dalam bukunya yang berjudul Konseling Keluarga (family Counseling) salah satu aspek yang dapat disebut broken home yakni keluarga itu terpecah karena strukturnya tidak utuh sebab salah satu dari kepala keluarga itu meninggal dunia atau telah bercerai. Terjadinya perceraian dalam suatu rumah tangga terkhusus bagi mereka yang sudah melahirkan keturunan anak, akan terkena dampak yang cukup berat karena harus dipaksa menerima keadaan yang tidak di inginkan. Tak jarang anak yang berada dalam kondisi broken home tidak dapat memproses kejadian perpisahan orang tuanya dengan menjadi sulit mengendalikan emosinya dan melupakan rasa kecewanya dengan marah kepada orangtua mereka, diri sendir bahkan menyalahkan lingkungan sekitar. Kondisi tidak dapat menerima keadaan dapat dikaitkan dengan rasa penolakan terhadap takdir yang telah ditetapkan. Hal tersebut juga dapat bertentangan dengan prasangka yang kurang baik terhadap situasi perpisahan yang sedang terjadi, dalam situasi tersebut apakah seorang anak masih bisa menerima keadaan dan tetap berhusnuzan terhadap takdir Allah?

Hubungan antara husnuzan dengan penerimaan takdir bagi anak broke home
Memang tidak mudah bagi anak menerima kondisi yang tidak sesuai dengan keinginan, terlepas dari hal itu akan berdaampak baik atau buruk kedepannya. Terlebih terkadang sebagai seorang anak tidak dapat mengekspersikan perasaan dengan hanya menerima keputusan yang dirasa terbaik bagi kedua orang tuanya termasuk ketika memutuskan untuk berpisah. Kejadian perpisahan pasti membuat sang anak memiliki prasangka yang kurang baik atau bahkan buruk pada takdir yang telah Allah tetapkan, namun disamping itu perlu dihpahami betul bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan itulah janji Allah dalam surat Al-Insyirah ayat 5-6. Dengan memahami betul konteks ayat tersebut, anak hendaknya memiliki kemampuan untuk lebih menerima keadaan dan mencoba merubah pemikiran dan prasangkan yang tadinya buruk terhadap takdir yang telah Allah tetapkan menjadi sebuah keyakinan bahwa setelah melewati hal tersebut pasti akan ada hal baik yang akan dijumpai.

Ketika seorang hamba sedang mendapatkan cobaan yang sedang Allah berikan hendaknya sebagai seorang muslim kita dapat berhusnuzan dengan meyakini bahwa “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. Dengan demikian kita dapat menanamkan pemikiran positif bahwa keadaan saat ini yang sedang kita hadapi dapat terjadi karena Allah tau betul bahwa hanya kita yang sanggup untuk menjalankannya. Dengan demikian menerima takdir apapun yang telah Allah berikan akan dihadapi dengan perasaan yang lebih lapang dada sekalipun dihadapi dalam kondisi broken home. Broken home bukan akhir dari segalanya, melainkan langkah awal menuju tahapan hidup yang belum tau nantinya akan seperti apa, mungkin bisa lebih baik atau sebaliknya. Berhusnuzan terhadap takdir yang telah Allah tetapkan merupakan bentuk penghambaan dan keimanan kita kepada Allah SWT.

Daftar Pustaka

Pengertian Prejudice: Aspek, Jenis, dan Indikator Pelakunya


https://www.liputan6.com/hot/read/5313237/hukum-perceraian-dalam-islam-beserta-dalilnya-yang-perlu-dipahami
Sofyan S. Willis, Konseling Keluarga (Family Counseling), (Bandung: Alfabeta, 2008), h. 66.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

Editor Redaksi
24 Oktober 2024
0

Mata Kuliah : Bisnis Ekowisata Dosen Pengampu : Garsione Agni Andrea. S.Pd., M.Sc. Disusun Oleh : Yuni Eka Qotrunnada ​​(21045010076)...

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Ade Rizky Anantya1, Natalia Cristina Saragih2, Oktaviani Lumban Raja3, Dra. Berlianti, MSP4. Universitas Sumatera Utara Abstrak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial...

Pengaruh Asuransi Kesehatan Terhadap Kualitas Hidup Pekerja Informal Di Kota Medan

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Oleh: Elsi Apulina Br Tarigan (210902100), Mutiara Violanda Sinaga (210902026), Rizki Ananda (200902092) PENDAHULUAN Asuransi kesehatan merupakan salah satu hal...

Dinamika Pertamini: Studi Kasus Tentang Larangan Penjualan BBM Eceran Di Kota Samarinda, Kalimantan Timur

Editor Redaksi
3 September 2024
0

Jalu Aji Yodha Pradana, Nim. 2202016004 Administrasi Publik, Fisipol Universitas Mulawarman Email: [email protected] Masalah Utama Permasalahan penggunaan bahan bakar minyak...

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Editor Redaksi
19 Juli 2024
0

Ahmad Rasul Mahbubi 1)  Osinta Eka Febianti 2)  Muhammad Jamaluddin3) 1)Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.