
Oleh: Rifqi Irwanadi Akmal Putra
Universitas Muhammadiyah Malang
Kalimantan timur, kutai kartanegara
JurnalPost.com – Dalam era globalisasi yang semakin dilihat kompleks, yang dimana batas antara isu internasional dan kebijakan domestik menjadi semakin kabur. Dalam fenomena ini melahirkan sebuah kajian yang disebut dengan intermestik, yang dimana urusan internasional tidak dapat dipertimbangkan atau dilepaskan dari pertimbangan domestik, dalam konteks ini, berbagai dinamika global seperti perubahan iklim, konflik internasional, atau pergeseran geopolitik memiliki resonansi langsung terhadap politik, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat di tingkat nasional. Maka dari itu analisis yang tajam dan kontekstual menjadi sebuah kunci dalam memahami bagaimana isu internasional membentuk, dan dibentuk oleh, situasi atau kondisi domestik di suatu negara.
Dalam globalisasi budaya di era digital banyak membawa tantangan signifikan bagi pelestarian nilai lokal. Yang dimana mulai dari dampak budaya asing melalui digital, yang dimana dapat dilihat seperti internet dan media sosial, yang dapat menyebabkan pergeseran nilai-nilai tradisional, terutama di kalangan generasi muda. Di Indonesia, yang dimana di sebut negeri berjuluk “Zamrud khatulistiwa”, yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dan beragai suku lainnya.
Suatu hal yang bisa dilihat mulai dari tempat yang kaya akan berbagai bentuk karifan lokal yang menjadi sebuah elemen penting dalam identitas bengsa. Bahasa kearifan lokal ini mencakup berbagai hal seperti tradisi, adat, seni, bahasa, dan nilai-nilai yang diturunkan melalui generasi. Namun, kearifan lokal menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan dan bertahan di era modernisasi dan globalisasi di tengah perkembangan teknologi yang cepat ini.
Di sisi lain, kemajuan teknologi memberikan kesempatan baru untuk melindungi dan mengangkat kekayaan budaya Indonesia. Dampak globalisasi, yang menjadi salah satu utama yang dihadapi oleh kearifan lokal adalah dampak globalisasi yang membawa budaya asing ke dalam kehidupan masyarakat indonesia. Budaya populer dari negara negara barat dan asia timur seringkali lebih menarik bagi generasi muda dibandingkan dengan tradisi lokal. Dalam situasi ini menjadi lebih buruk karena minimnya akses terhadap pengetahuan mengenai kearifan lokal, terutama di wilayah perkotaan.

Di samping itu, modernisasi seringkali merginalkan tradisi lokal, misalnya, ritual adat dan seni tradisonal mulai kehilangan tempat dalam kehidupan masyarakat karena dianggap tidak sesuai dengan zaman sekarang. Sekarang lebih banyak terlihat generasi muda lebih cenderung tertarik pada kegiatan digital, seperti media sosial dan permainan online, ketimbang mempelajari tarian tradisional atau bahasa daerah. dalam perubahan gaya hidup juga menjadi sebuah tantangan yang signifikan. Nilai-nilai gotong royong, yang merupakan dasar dari banyak tradisi lokal di Indonesia, sering kali bertentangan dengan gaya hidup modern yang lebih mandiri.
Kearifan lokal terancam punah jika tidak ada upaya untuk mengatasi perbedaan ini. Dalam hal ini saya memberikan suatu hal atau peluang untuk melestarikan kearifan lokal, yang dimana dapat dilihat sebagai generasi penerus bangsa kita harus mempunyai suatu peluang atau solusi untuk bisa melestarikan kearifan lokal tersebut.
Walaupun menghadapi beragam rintangan, zaman digital juga menghadirkan peluang signifikan untuk bisa menjaga dan meperkenalkan kearifan lokal. Sebuah teknologi digital dapat sangat bisa dimanfaatkan untuk merekan tradisi serta budaya lokal dalam format video, dan foto, maupun juga bisa berbentuk tulisan yang bisa dapat diakses oleh semua orang, kapanpun mereka mau. Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube dapat membantu anak-anak belajar tentang kearifan lokal.
Sebagai contoh, banyak kreator konten di Indonesia yang membuat video pendek yang menarik yang menampilkan tarian, musik tradisional, dan makanan lokal. Ini tidak hanya membantu melestarikan budaya tetapi juga meningkatkan rasa kebanggaan lokal. Selain itu, digitalisasi membuka peluang untuk pertumbuhan ekonomi yang berakar pada budaya. Produk kerajinan, kain tradisional, dan masakan lokal dapat dipasarkan melalui platform e-commerce, meningkatkan pendapatan lokal dan mendorong pelestarian tradisi.
Dalam hal itu dari lain sisi maka adanya peluang budaya di masa era digital yang dimana, meskipun terdapat berbagai tantangan, era digital juga menawarkan banyak peluang untuk budaya, yang dimana bisa kita manfaatkan mulai dari promosi budaya melalui media digital, platform media sosial seperti instagram, tiktok, dan youtube dapat digunakan untuk mempromosikan budaya di indonesia kepada khalayak yang lebih luas.
Dalam hal itu juga bisa dilihat mungkin dari membuat konten-konten kreatif yang menarik dan juga informatif untuk menarik perhatiaan seseorang yang dimana dapat dibuat semenarik mungkin atau semenarik minat masyarakat, khususnya generasi muda sekarang. Dan juga dapat mungkin dari pelestraian budaya melalui digitalisasi, yang dimana segala arsip-arsip budaya naskah kuno, artefak, dan foto-foto bersejarah dapat dibuat atau digitalisasi dan disimpan secara online. Hal itu dapat akan memudahkan masyarakat untuk mengakses dan mempelajari budaya.
Dan dapat juga seperti pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, yang dimana budaya indonesia khusunya dapat menjadi sumber inspirasi untuk berbagai produk dan layanan kreatif, yang dimana seperti fashion, kuliner, dan parawisata. Hal tersebut dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan membantu melestarikan budaya. Dalam era globalisasi yang kompleks, pelestarian nilai lokal di indonesia mengahadapi tantangan signifikan akibat pengaruh budaya asing dan perkembangan teknologi.
Meskipun demikian, kemajuan digital juga menawarkan peluang untuk melestarikan dan memperkanalkan kearifan lokal. Melalui media sosial dan platform digital lainya, generasi muda dapat belajar dan berpartisipasi dalam pelestarian budaya.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menjaga indentitas budaya sambil tetap terbuka terhadap inovasi. Marilah kita bersama-sama berkomitmen untuk melestraikan kearifan lokal dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, sehingga budaya indonesia dapat terus hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi.



