Anita Rosmawati1, Noval Syafaidrus2, Nurhakim3, Salsa A’isy Maulidia4, Vanya Ega Listiant5
1,2,3,4,5 Fakultas teknik, Program Studi Teknik Industi
Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
E-mail : [email protected]
Abstarct
It works as an antimicrobial agent, helping inhibit the growth of bacteria causing body odor. The Public Commitment Program (PKM) aims to help the community of Pondok Sukatani, Rajeg, Banten, Indonesia. Students of the University of Pamulang, Faculty of Engineering, Industrial Engineering Studies Program, created a product of deodorant spray made of a very practical and easy to make natural material, as well as cost, time, materials, and benefits that are very affordable to solve the problem. The method used is an understanding of the marketing process on deodorant products that will be beneficial to the community around. The program of dedication to the community is obtained through the exhibition of materials, discussions and questions that can give understanding to the public about the usefulness (warning) as a natural deodorant, and invites the community of Pondok Sukatani Permai to be able to make the product of deodorants spray using natural materials to protect with independently and as an entrepreneurial opportunity in the field of beauty/health with the sale of the natural spray products.
Keywords: Deodorant formulation
Abstrak
Tawas adalah salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai pengganti deodorant. Tawas bekerja sebagai agen antimikroba, membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau badan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk membantu masyarakat Pondok Sukatani, Rajeg, Banten, Indonesia. Mahasiswa Universitas Pamulang, Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Industri, menciptakan produk berupa deodorant spray yang terbuat dari bahan alami tawas yang sangat praktis dan mudah untuk dibuat serta biaya, waktu, bahan, dan manfaat yang sangat terjangkau untuk mengatasi masalah tersebut. Metode yang di guanakan berupa penyuluhan mengenai proses pemasaran pada produk deodorant yang nantinya akan menguntungkan untuk masyarakat sekitar. Program pengabdian kepada masyarakat yang diperoleh dengan melalui pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab yang dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kegunaan (tawas) sebagai deodorant alami, dan mengajak masyarakat Pondok Sukatani Permai untuk dapat membuat produk deodorant spray dengan menggunakan bahan alami tawas dengan secara mandiri dan sebagai peluang wirausaha dalam bidang kecantikan/kesehatan dengan penjualan produk deodorant spray alami tersebut.
Kata Kunci : Formulasi Deodorant Tawas.
1. PENDAHULUAN
Padatnya kegiatan sehari-hari menjadi salah satu pemicu permasalahan yang terjadi salah satunya yaitu bau badan. Timbulnya keringat yang berlebihan disebabkan oleh banyaknya kegiatan dan juga aktifitas yang padat, hal ini membuat kurangnya rasa percaya diri dalam berkegiatan sehari-hari. Bau badan berasal dari kombinasi antara keringat dan bakteri. Maka dari itu, pentingnya menjaga penampilan fisik dan kebersihan karena dapat mempengaruhi dalam berkehidupan sosial. Salah satu dari produk untuk menjaga kebersihan badan yaitu deodorant antiprespirant. Produk deodorant yang diformulasikan secara khusus sebagai anti bau badan dapat membantu menjaga kebersihan badan. Deodoran memiliki berbagai macam bentuk antara lain yaitu cairan (liquid), aerosol, gel, bedak dan stik.
Deodoran adalah sediaan kosmetika yang di gunakan untuk menyerap keringat, menutupi bau badan dan menguragi bau badan (Rahayu, et al., 2009). Deodoran dapat juga di aplikasikan pada ketiak, kaki, tangan, dan seluruh tubuh biasanya dalam bentuk spary (Egubibo, et al., 2013)
Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk membantu masyarakat untuk membantu kegiatan yang belum tercipta dan memberikan kegiatan yang bermanfaat kepada masyarakat agar bisa membantu kemajuan tempat tersebut. Pondok Sukatani Permai sebuah kecamatan di Kabupaten Rajeg, Provinsi Banten, Indonesia. Keadaan lingkungan yang ber alamat di Pondok Sukatani Permai ini tersebut cukup bersih dan nyaman. Oleh karena itu, tidak hanya lingkungan saja yang harus dijaga dan dirawat kesehatan dan kebersihan badan pun harus dijaga dan dirawat maka untuk mengatasi pencemaran bau badan dan bau keringat mahasiswa menerapkan atau menciptakan produk yang sangat praktis dan mudah untuk dibuat serta biaya, waktu, bahan, dan manfaat yang sangat terjangkau untuk mengatasi masalah tersebut.
Mahasiswa Universitas Pamulang, Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Industri, menciptakan produk berupa adalah deodorant jenis spray berbahan dasar tawas yang sangat praktis dan mudah untuk dibuat serta biaya, waktu, bahan, dan manfaat yang sangat terjangkau untuk mengatasi permasalahan bau badan. Desain produk yang di buat sesuai kebutuhan masyarakat yang ingin serba cepat dan praktis serta memiliki keunikan dari deodorant lain yang telah ada. Tidak hanya itu, untuk membuat tubuh tetap wangi deodorant spray yang di ciptakan juga mempunyai varian aroma alami yang akan membuat tubuh terbebas dari bau badan yaitu aroma daun teh dan buah lemon.
2. METODE PELAKSANAAN
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu hari jumat 10 November – Minggu 12 November melalui tiga tahapan yaitu, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi.
1. Pada tahap persiapan, Mahasiswa Universitas Pamulang melakukan survey dengan tujuan untuk mengetahui kondisi target kegiatan dengan menganalisis tempat kegiatan diawali dengan melakukan kunjungan ke Pondok sukatani permai, Rajeg, Banten, Indonesia, dengan menemui bapak saefulloh sebagai ketua Rt dan masyarkat sekitar. Mahasiswa Universitas Pamulang menjelaksan maksud untuk keinginan untuk melakukan penyuluhan terkait mengenai proses pembuatan dan penggunaan deodoran alami dengan menggunakan alumunium kalium sulfat (Tawas) serta pemasaran pada produk deodorant yang nantinya akan menguntungkan untuk masyarakat sekitar.
2. Pada tahap pelaksanaan terdiri dari 3 kegitan yaitu presentasi diamana Mahasiswa Universitas Pamulang melakukan presentasi mengenai produk deodorant yang di buat, selanjutnya tanya jawab dimana peserta kegiatan PKM bertanya tentang produk yang di buat oleh Mahasiswa Universitas Pamulang selanjutnya adalah demostrasi dimana Mahasiswa Universitas Pamulang menunjukan cara pembuatan deodoaran alami tawas.

Pada tahap akhir yaitu tahap evaluasi, evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu kegiatan yang telah dilakukan. Adapun data dan hasil evaluasi tersebut disajikan dalam bentuk laporan dan artikel yang dipublikasikan.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Melalui program Pengabdian Kepada Masyarkat (PKM) ini, Mahasiswa Universitas Pamulang menciptakan inovasi produk deodorant dengan bahan yang lebih alami dan aman digunakan yang di beri nama “HANES MODINI”. Produk ini diharapkan akan mampu menjadi peluang wirausaha untuk masyarakat sekitar dalam bidang kecantikan/kesehatan dengan penjualan produk deodorant spray alami tersebut. dan mampu bersaing di pasaran karena memiliki beberapa keunggulan, diantaranya karena berbentuk spray dan mengandung tawas serta tambahan ekstrak daun mint dan lemon yang terdapat dalam essential oil sehingga terasa segar di kulit, lebih aman dan nyaman digunakan, tidak lengket, tidak meninggalkan noda pada baju, tidak menyebabkan ketiak berwarna hitam, serta digunakan untuk menghilangkan bau kaki karena terlalu lama menggunakan sepatu. Deodorant spray tawas bisa digunakan dari kalangan remaja sampai dewasa bahkan aman untuk yang memiliki kulit sensitif karena komposisi alkohol yang sangat rendah dan tidak mengandung parfum.
Mahasiswa Universitas Pamulang mengajak warga Pondok sukatani permai, Rajeg, Banten, Indonesia untuk bisa membuat produk deodorant spray dengan secara mandiri, dan di harapkan agar bisa di jadikan peluang wirausaha masyarakat sekitar dan membantu perekonomian di lingkungan sekitar. Untuk peluang pasar produk-produk deodorant semakin banyak beredar di masyarakat bahkan dengan keunikannya masing-masing. Karena penggunaan teknologi yang semakin canggih, maka strategi marketing untuk menciptakan peluang pasar yang lebih besar adalah dengan melakukan promosi lewat media sosial (facebook, Instagram, Tiktok, dan lain-lain), melakukan perjanjian promosi produk dengan tokoh-tokoh tertentu dalam masyarakat, dan menjual produk lewat e-commerce seperti shopee, lazada, tokopedia dan sebagainya.

4. KESIMPULAN
Penggunaan tawas untuk ketiak sebagai pengganti deodoran sendiri telah dinyatakan aman. Pemakaian bahan ini untuk menggantikan deodorant. Tawas bersifat antipersipant karena tawas mampu membentuk penghalang antara pori-pori dan bakteri, namun tidak menjadi penghalang untuk kelenjar keringat menghasilkan keringat sehingga sekalipun kita berkeringat, maka tidak akan ada bau yang muncul. Tetapi jika kulit sensitive penggunaan tawas pengganti deodoran ini dapat membuat kulit menjadi lebih kering dan mudah teriritasi.
Hasil yang di dapatkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang di laksanakan di Pondok sukatani permai, Rajeg, Banten, Indonesia pada tanggal 10 – 12 November 2023 oleh Mahasiswa Universitas Pamulang yaitu diperoleh dengan melalui pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab di harapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kegunaan (tawas) sebagai deodorant alami, dan mengajak masyarakat Pondok Sukatani Permai untuk dapat membuat produk deodorant spray dengan menggunakan bahan alami tawas dengan secara mandiri dan sebagai peluang wirausaha dalam bidang kecantikan/kesehatan dengan penjualan produk deodorant spray alami tersebut secara online maupun offline.
5. SARAN
Setelah kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini selesai masyarakat yang telah mengikuti program penyuluhan dan pembuatan produk deodorant spray dapat mengembangkan ilmu yang diperoleh dari program ini. Karena, program Pengabdian Kepada Masyarakat dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sebagai peluang wirausaha dalam bidang kecantikan/kesehatan sehingga dapat memproduksinya yang akan dapat menghasilkan nilai jual.
6. UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis menyampaikan Terima Kasih kepada Pimpinan Universitas Pamulang Dan jajarannya, Bapak Saefulloh sebagai ketua Rt pondok sukatani permai, serta masyarakat Pondok Sukatani Permai yang telah membantu berpartisipasi mengikuti program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan baik. Baik dalam bentuk support perizinan, konsultan, maupun membantu dalam pengambilan data.
7. DAFTAR PUSTAKA
AIDO HELATH. (2022, June 6). Penggunaan Tawas Sebagai Penggati Deodoran Apakah Aman. https://aido.id/health-articles/penggunaan-tawas-sebagai-penggati-deodoran-apakah-aman/detail
Fidyawati. (2023, June 12). Deodorant-Spray-Tawas-Sebagai-Penghilang-bau-ketiak. um-surabaya.ac.id. https://apps.um-surabaya.ac.id/pkm2023/upload/surat_keluar/1261-Deodorant-Spray-Tawas-Sebagai-Penghilang-bau-ketiak_Fidyawati-Ilmiyah.pdf
Kusumasary, D. A., Estikomah, S. A., & Marfu’ah, N. (2023). Formulasi sediaan deodoran spray ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz&Pav) dengan variasi alum (tawas). Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy, 7(2), 1-10.
Samosir, G. (2023). Formulasi Sediaan Deodorant (Axilla Care) dalam Bentuk Spray Menggunakan Kombinasi Kemangi (Ocimum basilicum) dan Tawas.
Sinaga, D. R. T., Silvia, D., Sari, N., Kurnia, Y., Sianipar, S. D., & Purnomo, T. W. PEMANFAATAN TAWAS DAN DAUN MINT (WASINT) SEBAGAI BAHAN ALAMI PEMBUATAN DEODORANT SPRAY (Produk PKM-K Tim FIP UNIMED). ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED, 11(3), 230-235.

