• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Fisioterapi Sebagai Solusi Non-Obat Untuk Mengatasi Nyeri

Editor Redaksi
12 Januari 2026
in Artikel

Oleh: Salwa Nanda Fausta

JurnalPost.com – Gangguan muskuloskeletal, seperti nyeri punggung bawah dan osteoarthritis lutut, merupakan masalah kesehatan yang umum ditemui dalam praktik fisioterapi. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan nyeri dan keterbatasan gerak, tetapi juga berdampak signifikan terhadap produktivitas dan kualitas hidup pasien. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai modalitas fisioterapi terus dikembangkan dan diteliti untuk mengetahui efektivitasnya, mulai dari elektroterapi, teknik manual, hingga program latihan terstruktur. Tinjauan pustaka ini membahas pendekatan fisioterapi yang terbukti memberikan hasil positif berdasarkan penelitian terbaru.

Penelitian oleh Prasetya dan Amanati (2025) menarik karena menerapkan kombinasi beberapa modalitas pada seorang pasien laki-laki 35 tahun dengan nyeri punggung bawah kronis di daerah L4-L5. Pasien diberikan tiga jenis terapi, yaitu Short Wave Diathermy (SWD), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), dan latihan McKenzie, dilakukan tiga kali dalam dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan signifikan pada berbagai aspek. Nyeri saat istirahat, diukur dengan Visual Analog Scale (VAS), menurun dari skor 6 menjadi 3, sedangkan nyeri saat bergerak berkurang dari skor 8 menjadi 4, menandakan penurunan nyeri hingga 50%. Kekuatan otot meningkat dari grade 3 menjadi grade 4, dan jangkauan gerak fleksi lumbal bertambah dari 50 derajat menjadi 65 derajat. Perubahan paling menonjol terlihat pada Oswestry Disability Index (ODI) yang menurun dari 48% menjadi 28%, menunjukkan peningkatan kemampuan pasien dalam aktivitas sehari-hari. Mekanisme SWD bekerja pada frekuensi 27,12 MHz menembus jaringan hingga 3–5 cm, menghasilkan efek panas yang meningkatkan aliran darah, metabolisme jaringan, dan mengurangi kekakuan otot. TENS memanfaatkan prinsip gate control, di mana rangsangan listrik serabut A-beta menekan sinyal nyeri ke sistem saraf pusat. Latihan McKenzie merupakan terapi aktif dengan gerakan repetitif untuk menurunkan nyeri, meningkatkan stabilitas tulang belakang, dan memperbaiki postur.

Hasil serupa ditunjukkan oleh penelitian Herdiana et al. (2022) di Klinik Pandaan Medika, meneliti efek latihan McKenzie sebagai terapi tunggal pada 15 pasien dengan nyeri punggung bawah myogenic. Studi ini menggunakan desain pre-experimental, latihan McKenzie dilakukan tiga kali per minggu selama satu bulan. Analisis statistik uji Wilcoxon menunjukkan nilai p sebesar 0,001, mengindikasikan pengaruh signifikan latihan McKenzie dalam mengurangi intensitas nyeri. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya bahwa latihan McKenzie efektif menangani nyeri punggung bawah, baik sebagai terapi tunggal maupun dikombinasikan modalitas lain. Mekanisme kerja meliputi perbaikan posisi diskus dan penguatan otot punggung bawah.

Berbeda dari studi sebelumnya, Zuhri dan Suwarni (2024) menggabungkan dry needling dan dynamic stretching pada 29 pasien dengan nyeri punggung bawah non-spesifik. Dry needling adalah teknik tusuk jarum minimal invasif pada titik pemicu nyeri, dikombinasikan kontraksi isometrik tiga sesi. Dynamic stretching dilakukan delapan gerakan, masing-masing dua set 10–15 repetisi. Analisis Shapiro Wilk menghasilkan p = 0,068, menunjukkan data normal, dan uji paired t-test p = 0,00, menandakan pengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri. Dry needling menusuk myofascial trigger points sehingga memicu respons kedutan lokal, melepaskan ketegangan otot, dan merangsang jalur central biasing dan descending pathway yang menghambat nyeri. Dynamic stretching meningkatkan aliran darah, suplai oksigen dan nutrisi, serta memperbaiki postur sehingga kontrol nyeri lebih optimal.

Aspek fleksibilitas menjadi fokus penelitian Segita (2021), meneliti pengaruh core stability exercise pada 9 buruh angkut dengan low back pain myogenic. Core stability exercise meningkatkan kontrol lumbopelvis dan otot perut dalam, seperti transversus abdominis dan multifidus. Hasil menunjukkan sebelum intervensi, rata-rata fleksibilitas fleksi 16,44 cm dan ekstensi 16,78 cm, kategori abnormal. Setelah intervensi, fleksibilitas meningkat menjadi fleksi 23,22 cm dan ekstensi 22,89 cm, masuk kategori normal, dengan p = 0,007. Program dibagi tiga tahap: tahap pertama fokus kontrol segmental ringan, tahap kedua latihan closed-chain kecepatan rendah dan beban ringan, tahap ketiga latihan open-chain kecepatan lebih tinggi dan beban lebih berat. Peningkatan fleksibilitas membuktikan latihan ini efektif menurunkan nyeri sekaligus meningkatkan mobilitas lumbal penting untuk aktivitas sehari-hari.

Jamaludin dan Widodo (2021) meneliti efek terapi manual mobilisasi belt pada 30 pasien osteoarthritis lutut kronis di RSU ‘Aisyiyah Ponorogo. Penelitian quasi-experimental membandingkan kelompok kontrol yang hanya menerima Infrared Rays dan TENS dengan kelompok perlakuan mendapat tambahan mobilisasi belt tiga kali seminggu selama empat minggu. Mobilisasi belt terdiri dari medial dan lateral gliding, masing-masing 4 set 10 pengulangan per set. Hasil menunjukkan penurunan nyeri signifikan pada kelompok perlakuan (p = 0,001) dengan perbedaan bermakna antara kelompok (p = 0,000). Mekanisme kerja meliputi jalur biomekanik, mengembalikan gerakan normal sendi dan sumbu rotasi, serta jalur neurofisiologi, menurunkan aktivitas reseptor tipe III dan IV penyebab nyeri, meningkatkan tipe I dan II, sehingga jangkauan gerak dan fungsi sendi meningkat.

Secara keseluruhan, kelima penelitian ini membuktikan berbagai modalitas fisioterapi efektif menangani gangguan muskuloskeletal dengan mekanisme berbeda namun saling melengkapi. Pendekatan kombinasi seperti elektroterapi, terapi manual, dan latihan terstruktur memberikan hasil lebih optimal dibanding terapi tunggal. Namun, latihan McKenzie, dry needling dengan dynamic stretching, maupun core stability exercise juga menunjukkan efektivitas baik. Pemilihan terapi harus disesuaikan kondisi pasien, tingkat nyeri, ketersediaan fasilitas, serta tujuan fungsional rehabilitasi. Studi lanjutan dengan desain randomized controlled trial dan sampel lebih besar diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas jangka panjang dan menemukan protokol optimal yang dapat diterapkan luas dalam praktik fisioterapi di Indonesia.

Daftar Pustaka
Herdiana, I., Zakaria, A., Israwan, W., & Hargiani, F. X. (2022). Pengaruh Mc Kenzie Exercise Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Low Back Pain Myogenic Di Klinik Pandaan Medika. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 7(2), 35-38.

Jamaludin, U., & Widodo, A. (2021). Pengaruh Pemberian Terapi Mobilisasi Belt Terhadap Penurunan Nyeri Pada Osteoarthritis (OA) Knee Kronis di RSU ‘Aisyiyah Ponorogo. Fisiomu, 2(1), 23-29.

Prasetya, M. N. H., & Amanati, S. (2025). Pendekatan Multimodal Fisioterapi untuk Low Back Pain: Studi Kasus Kombinasi Short-Wave Diathermy, TENS, dan Latihan. Indonesian Journal of Health Research Innovation, 2(3), 97-104.

Segita, R. (2021). Pengaruh Core Stability Exercise Terhadap Fleksibilitas Low Back Pain Myogenic Pada Buruh Angkut. J-HESTECH, 4(2), 143-150.

Zuhri, S., & Suwarni, S. (2024). Efektivitas Dry Needling dan Dynamic Stretching untuk Nyeri Punggung Bawah Non Spesifik. JIKES: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 82-90.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.