• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Fenomena Perkembangan Bahasa Indonesia dan Pengaruh Digitalisasi Terhadap Penciptaan Kosakata Baru

Editor Redaksi
18 April 2026
in Artikel
Perkembangan Bahasa
Ilustrasi

Ditulis oleh Mahasiswa Universitas Pamulang
Ketua: Refi Rahmah Dinata
Anggota:

  1. Caesarah Susanti
  2. Difa Syaira
  3. Eneng Siti Aroffah
  4. Juan Fahd Lasena
  5. Muhamad Rudi
  6. Siti Nur Hasanah

JurnalPost.com – Di era modern saat ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mendominasi kehidupan manusia. Oleh karena itu, ponsel canggih dan media sosial menjadi sumber utama informasi sehari-hari. Perkembangan bahasa dan TIK pun berjalan beriringan sehingga bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan di era digital. Hal tersebut menyebabkan penggunaan bahasa Indonesia semakin meluas melalui penciptaan kosakata baru, gaya bahasa kreatif, dan singkatan yang dipengaruhi oleh media sosial.

Salah satu contoh nyata fenomena perkembangan bahasa adalah terciptanya kosakata baru seperti “galgah”. Kata ini diciptakan oleh konten kreator TikTok, Bunga Reyza, dan kini kata tersebut resmi tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada Oktober 2025 sebagai lawan kata haus, yang berarti kondisi sudah tidak haus. Namun, “galgah” termasuk dalam ragam informal karena palum sudah diresmikan lebih dahulu sebagai istilah baku untuk lawan kata haus.

Masuknya kata “galgah” ke dalam KBBI membuktikan bahwa bahasa Indonesia terus berkembang. Fenomena ini juga mencerminkan besarnya pengaruh digitalisasi dalam pembentukan serta memperkaya kosakata nasional. Namun, hal tersebut memberikan dampak positif dan negatif, khususnya bagi mahasiswa. Berikut adalah dampak positif dan negatif perkembangan bahasa bagi mahasiswa:

Dampak Positif
Penciptaan kosakata baru mempermudah komunikasi sehari-hari sehingga interaksi sosial menjadi lebih efisien, baik di media sosial maupun di lingkungan kampus. Mahasiswa dapat menyampaikan ide-ide kompleks dengan cepat. Fenomena ini melatih kreativitas, memperkaya kosakata, dan melatih kemampuan mereka beradaptasi terhadap tren global, serta menjadikan mahasiswa lebih peka terhadap komunikasi digital masa kini. Mahasiswa juga belajar bahwa bahasa nasional mampu mengadopsi inovasi digital.

Dampak Negatif
Penggunaan “galgah” terhadap individu atau dosen yang tidak mengikuti perkembangan bahasa terkini atau KBBI dapat menimbulkan kesalahpahaman komunikatif. Saat ini, sebagian besar mahasiswa masih kurang paham terhadap bahasa baku sehingga sering kali keliru dalam membedakan antara ragam informal dan formal. Akibatnya, hal ini memengaruhi persepsi dosen yang tidak memahami bahasa digital mahasiswa di forum akademik. Selain itu, ketergantungan pada kata informal dapat menurunkan kemampuan dalam penulisan laporan ilmiah yang menjadi syarat utama untuk kelulusan.

Fenomena ini masih perlu dikendalikan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan selalu memperhatikan standar kualitas bahasa Indonesia. Namun, hal ini juga harus kita terima sebagai perkembangan bahasa untuk memperkaya kosakata nasional, asalkan tetap menjaga keseimbangan antara inovasi digital dan kaidah kebahasaan.

Menurut pandangan saya sebagai mahasiswa, solusi yang tepat untuk menjaga penggunaan bahasa Indonesia agar tetap baik dan benar adalah:

Pertama, mahasiswa perlu meningkatkan pemahaman terhadap KBBI dan kepekaan terhadap perkembangan bahasa sehingga pengetahuan akan kosakata baru dapat seimbang dengan penggunaan kaidah bahasa baku untuk keperluan akademik.

Kedua, mahasiswa perlu melatih kebiasaan menggunakan bahasa formal, khususnya dalam lingkungan kampus. Hal ini dapat membantu efektivitas dalam komunikasi dan meminimalkan kesalahpahaman akibat kesenjangan generasi dalam pemahaman bahasa digital.

Ketiga, mahasiswa harus bijak menggunakan bahasa Indonesia di media sosial agar tetap memenuhi kaidah dan etika kebahasaan, serta menjaga reputasi akademik tetap terhormat di platform digital. Dengan memisahkan penggunaan bahasa formal untuk tugas kuliah dan bahasa informal hanya untuk konsumsi pribadi, maka mahasiswa dapat membangun profil yang profesional.

Oleh karena itu, tantangannya terletak pada bagaimana cara kita menempatkan penggunaan bahasa dengan sesuai dan tepat. Dengan menerapkan kesadaran berbahasa yang baik, mahasiswa dapat menjunjung tinggi kaidah bahasa Indonesia.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.