• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

EVALUASI TENGAH SEMESTER ADMINISTRASI PEMERINTAHAN KOTA DESA (B) ”KELURAHAN JEPARA KECAMATAN BUBUTAN ”

Editor Redaksi
30 Desember 2023
in Makalah

Dosen pengampu : Dr. Endang Indartuti, M.si.

Disusun oleh : Adhita amalia arimbi 1112100081

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA

Manajemen Pengembangan Perindustrian dan Pedagang Kaki Lima di Kelurahan Jepara, Bubutan, Surabaya

George R.Terry adalah seorang ahli manajemen yang gagasannya diterima secara luas. Salah satu yang paling terkenal, menurut George R.Terry, adalah fungsi manajemen. Fungsi manajemen berdasarkan George R.Terry menjadi landasan dalam menjalankan aktivitas manajemen. Fungsi manajemen oleh G.R.Terry tercantum dalam bukunya “Principles of Management”. Menurut G.R.Terry, fungsi manajemen dibagi menjadi empat fungsi dasar. Fungsi-fungsi tersebut adalah: Prinsip Perencanaan (Principle of Planning), Prinsip Organisasi (Principle of Organization), Prinsip Pengarahan (Principle of Direction), dan Prinsip Pengendalian (Principle of Control).

  • Prinsip Perencanaan (Principle of Planning)

Gambaran umum tentang lokasi Pemerintahan Desa atau Kelurahan
Lokasi penelitian adalah tempat melakukan kegiatan penelitian untuk memperoleh data yang berasal dari informan. Penentuan lokasi penelitian sangatlah penting sesuai dengan menentukan penelitian atau mempermudah dalam menentukan penelitian. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya. Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan adalah salah satu dari kelurahan yang ada di kota Surabaya. Kelurahan Jepara ini memiliki luas dengan total wilayah 8 hektar yang meliputi 9 RW (Rukun Warga) dan 97 RT (Rukun Tetangga) yang tersebar di seluruh wilayah Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya. Secara administratif batas-batas wilayah Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya adalah sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara : Kelurahan Moro Krembangan
  2. Sebelah Timur : Kelurahan Bubutan
  3. Sebelah Selatan : Kelurahan Gundih
  4. Sebelah Barat : Kelurahan Dupak

50 Jumlah penduduk masyarakat Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya terdiri dari 5.099 Kepala Keluarga, 15.105 orang Laki – laki dan 15.009 orang Perempuan sehingga jumlah keseluruhan dari masyarakat Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya adalah 30.114 orang. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya karena melihat dari beberapa pertimbangan yaitu:

  1. Adanya keluhan dari masyarakat sekitar Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya terkait pelayanan yang diberikan oleh petugasnya.
  2. Dari segi keterjangkauan waktu, tempat dan biaya penelitian karena lokasi penelitian berada pada daerah tempat tinggal peneliti.

Di Kelurahan Jepara ini masuk ke dalam Kawasan yang industti  dikarenakan ada beberapa potensi yang dapat menunjang atau yang dapat membantu wisata tersebut semakin berkembang lebih baik. Potensinya yang termasuk ke dalam Kawasan industri adalah sebagai berikut ini:

Pendidikan  : tk bhakti islam , sdn jepara surabaya , mi darussalam bubutan surabaya, sd roudlotul ulum surabaya, sd islam pandansari surabaya, sd dumas

Kesehatan  : RSUD Husada Prima, IBI Surabaya , Bidan Zulfiyah

Industri :  Jaya Logam UD, Jawa Metalindo Prima Industri. PT

Perdagangan : kategori industri pengolahan, kategori perdagangan dan reparasi mobil sepeda motor,

Pemukiman pekerja : Kos kos an , mess pekerja , asrama polisi

Fungsi

Kelurahan Jepara yang berada di Pusat kota memiliki peran penting dalam sektor ekonomi dengan menyediakan pusat bisnis, perdagangan, dan jasa. dengan potensi yang ada sebaik mungkin di fungsikan dengan baik seperti meningkatkan peluang usaha dan industri lokal, melakukan pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi penduduk setempat, Bangun hubungan baik dengan komunitas setempat dan libatkan mereka dalam proses pengembangan usaha. selain itu juga menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan yang memadai serta mengadakan program  pelestarian lingkungan agar wilayah tersebut tetap terjaga ke asriannya.

Tujuan
Tentu saja ini merupakan bidang yang sangat strategis dalam pengelolaan dan operasional usaha, dan tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup warga sekitar melalui penyediaan layanan kesehatan dan fasilitas umum lainnya.Memastikan pengelolaan perekonomian kecamatan dikembangkan dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak berdampak pada ekosistem setempat. Menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal. Mendorong pemberdayaan ekonomi lokal dengan mendukung usaha kecil dan menengah (UKM), koperasi dan pengusaha lokal untuk mengembangkan usaha.

KONTRIBUSI KELURAHAN DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI

  1. Membantu masyarakat dalam hal ekonomi, masyarakat dapat berjualan di area.

2.Mengembangkan infrastruktur

  1. Meningkatkan Keterlibatan dan Kesadaran Masyarakat

MANAJEMEN
Di dalam beberapa potensi tersebut yang dapat membantu untuk berkembangnya wisata tersebut atau yang dapat menunjang potensi wisata tersebut terdapat juga beberapa fungsi manajemennya yaitu:

Planning:Penggunaan sertifikat Halal dan label BPOM, digitalisasi promosi melalui e-commerce dan media sosial, investasi pada mitra lain pendukung UMKM .Pengembangan inovasi Sandal  dan pengembangan infrastruktur industri.Selain itu, program pelatihan dan pendidikan akan dikembangkan bagi industri untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar dapat berkontribusi pada sektor industri yang sedang berkembang. Memperkuat kemitraan industri lokal Pengorganisasian: Beberapa pemangku kepentingan utama berperan dalam perencanaan kegiatan. Di bawah ini adalah orang-orang utama yang menjadi pemegangnya, seperti lurah, sekretaris lurah, ketua PKK

Rahasia sukses mengembangkan industry  adalah perencanaan yang matang. Tahap selanjutnya adalah merancang pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter setelah potensi desa sudah dikenal dan melibatkan masyarakat serta pemangku kepentingan terkait. Berikut adalah beberapa faktor yang harus dipertimbangkan ketika merancang dan mengembangkan infrastruktur:

  • Pengelolaan Lingkungan, memastikan keramahan dan kelestarian lingkungan yang akan menjadi pertimbangan saat mengembangkan desa wisata. Agar kawasan tersebut tetap menarik bagi wisatawan.
  • Peningkatan Aksesibilitas, memperhatikan peningkatan aksesibilitas jalan dan transportasi umum menuju

Organizing

Mengembangkan berkelanjutan memerlukan keterlibatan aktif masyarakat serta kerjasama pemangku kepentingan terkait lainnya. Melibatkan masyarakat sejak awal akan menumbuhkan rasa akuntabilitas dan kepemilikan terhadap pertumbuhan kota pariwisata. Berikut beberapa tindakan yang dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan, antara lain:

  • Diskusi dan Konsultasi, selenggarakan diskusi terbuka dengan penduduk setempat untuk mengetahui kebutuhan dan tujuan mereka dalam mengembangkan desa wisata.
  • Pendekatan Partisipatif, berpartisipasi dalam perencanaan melibatkan masyarakat, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan program pengembangan
  • Kemitraan, untuk membantu pengembangan desa wisata, jalin aliansi dengan berbagai kelompok terkait, seperti lembaga pemerintah, sektor swasta, LSM, dan akademisi.
  • Sosialisasi, Memberikan informasi kepada penduduk setempat tentang bagaimana mereka dapat berpartisipasi aktif dalam pengembangan desa wisata, serta keuntungan dan dampak positif yang menyertainya.
  • Usaha home industri produk inovatif yang berasal dari hasil laut, sudah cukup banyak dilakukan oleh banyak masyarakat di desa-desa, namun tanpa adanya bimbingan, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dari pihak-pihak lain yang ahli di bidangnya, maka akan mustahil usaha home industry akan dapat berhasil dengan baik. Oleh karena itu untuk mengawalinya perlu dibentuk Kelompok-Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang nantinya bisa berkembang ke masyarakat yang lain yang lebih intensif.

Actuacting /Tugas Pokok dan Fungsi

Untuk mengembangkan potensi wisata di Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan. Beberapa contoh actuating yang dapat membantu mengembangkan potensi wisata di wilayah tersebut antara lain:

a.Pengembangan Infrastruktur: Meningkatkan infrastruktur pariwisata seperti jalan, trotoar, dan fasilitas umum lainnya untuk memudahkan akses wisatawan.

  1. Pengembangan industri : Mendorong pengembangan yang ada di sekitar Kelurahan Kelurahan , seperti mempromosikan potensi wisata alam, sejarah, budaya, dan kuliner.
  2. Pelatihan dan Pendidikan: Memberikan pelatihan dan pendidikan kepada masyarakat setempat mengenai pelayanan wisata, pelestarian lingkungan, dan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan.

Lurah : Melaksanakan tanggung jawab serta pengawasan dalam program, Memberikan hasil laporan program kepada Camat . Melakukan pengelolaan dalam pelaksanaan program, Mendanai dan memfasilitasi pelaksanaan program

Sekretaris lurah : Kelola dokumen dan surat penting yang terkait dengan program Anda. Memberikan laporan hasil  program kepada  lurah dan menyiapkan usulan dan laporan hasil program .

Ketua Kelompok PKK : Memberikan kepemimpinan yang kuat untuk memandu anggota, Mengoordinasikan semua kegiatan guna memastikan semua anggota berpartisipasi aktif, Mengelola hubungan kerjasama dengan antar mitra

Controlling :Berikut kriteria atau indikator keberhasilan yang diharapkan setelah pelaksanaan program: industri sandal dan cookies mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan mendorong pengembangan pasar produk olahan dengan mengadopsi teknologi modern; Meningkatkan produktivitas  sandal dan cookies .Melalui strategi pemasaran yang efektif dan peningkatan kualitas produk, kami akan menyediakan produk makanan khas kelurahan Jepara. Melalui pelatihan dan dukungan dari Tim Pengabdian khususnya dalam produksi pengemasan produk (packaging dan labeling), niat dan semangat anggota kelompok berangsur-angsur meningkat. Selain itu, juga menerima partisipasi dan dorongan dari kepala desa untuk secara aktif mengambil dan membeli hasil produksi kelompok, berapapun jumlah hasil produksinya.

Kesimpulan:

Melalui pemanfaatan teknologi UMKM, diversifikasi industri pertanian dan pemberdayaan masyarakat, dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam mencapai visi pembangunan berkelanjutan.Upaya bersama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal dapat menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan menambah nilai  produk lokal.

Kelurahan Jepara tidak hanya terbatas pada sumber daya alamnya, namun juga  kemampuan  beradaptasi terhadap perubahan dan memanfaatkan teknologi.Dengan inovasi berkelanjutan, pendekatan berkelanjutan, dan keterlibatan aktif masyarakat, Kelurahan Jepara  berpotensi menjadi model pembangunan desa yang sukses dan inspiratif.Perbaikan yang berkelanjutan di sektor pedagang dan industri akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan penduduknya, dan Kelurahan Jepara akan menjadi contoh perubahan positif dalam peta pembangunan.

  • Saran

Berdasarkan  pembahasan dan kesimpulan, peneliti memberikan saran sebagai berikut:

  1. Diharapkan pemerintah dapat menentukan kebijakan yang tepat untuk mengatasi permasalahan PKL dengan mengeluarkan peraturan terkait untuk mengembalikan operasional perkeretaapian secara baik. jalur hijau  dan keselamatan penumpang. Pedagang dan pembeli bisa lebih percaya diri.
  2. Pengurus Pasar atau Direktur Pasar Dupak Magersar diharapkan mampu meyakinkan para pedagang untuk tidak memajang barang dagangannya terlalu dekat dengan jalan raya dan lebih memperhatikan kebersihan pinggir jalan agar tidak mengganggu jalannya kereta. lalu lintas
Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

Editor Redaksi
24 Oktober 2024
0

Mata Kuliah : Bisnis Ekowisata Dosen Pengampu : Garsione Agni Andrea. S.Pd., M.Sc. Disusun Oleh : Yuni Eka Qotrunnada ​​(21045010076)...

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Ade Rizky Anantya1, Natalia Cristina Saragih2, Oktaviani Lumban Raja3, Dra. Berlianti, MSP4. Universitas Sumatera Utara Abstrak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial...

Pengaruh Asuransi Kesehatan Terhadap Kualitas Hidup Pekerja Informal Di Kota Medan

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Oleh: Elsi Apulina Br Tarigan (210902100), Mutiara Violanda Sinaga (210902026), Rizki Ananda (200902092) PENDAHULUAN Asuransi kesehatan merupakan salah satu hal...

Dinamika Pertamini: Studi Kasus Tentang Larangan Penjualan BBM Eceran Di Kota Samarinda, Kalimantan Timur

Editor Redaksi
3 September 2024
0

Jalu Aji Yodha Pradana, Nim. 2202016004 Administrasi Publik, Fisipol Universitas Mulawarman Email: [email protected] Masalah Utama Permasalahan penggunaan bahan bakar minyak...

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Editor Redaksi
19 Juli 2024
0

Ahmad Rasul Mahbubi 1)  Osinta Eka Febianti 2)  Muhammad Jamaluddin3) 1)Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.