• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

ESG dan Greenwashing: Apakah Laporan Keberlanjutan Masih Bisa Dipercaya?

Editor Redaksi
19 Juni 2026
in Artikel

JurnalPost.com – Dalam beberapa tahun terakhir, isu Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi perhatian utama investor, regulator, dan masyarakat. Banyak perusahaan berlomba-lomba mempublikasikan laporan keberlanjutan dengan menampilkan komitmen terhadap lingkungan, pengurangan emisi karbon, serta berbagai program sosial. Secara teori, perkembangan ini merupakan langkah positif karena menunjukkan bahwa perusahaan tidak lagi hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keberlanjutan.

Namun, di balik tren tersebut muncul fenomena yang semakin mengkhawatirkan, yaitu greenwashing. Greenwashing terjadi ketika perusahaan membangun citra seolah-olah peduli terhadap lingkungan, padahal praktik bisnis yang dijalankan belum tentu mencerminkan klaim tersebut. Akibatnya, laporan keberlanjutan yang seharusnya menjadi sarana transparansi justru berpotensi menjadi alat pemasaran yang menyesatkan.

ESG: Transparansi atau Strategi Pencitraan?
Saat ini banyak investor memasukkan aspek ESG dalam keputusan investasi. Perusahaan memahami bahwa citra ramah lingkungan dapat meningkatkan reputasi sekaligus menarik modal dari investor institusional. Kondisi ini menciptakan insentif bagi perusahaan untuk memperoleh skor ESG yang tinggi.

Masalahnya, tidak semua informasi ESG memiliki tingkat verifikasi yang sama seperti laporan keuangan. Jika laporan keuangan wajib diaudit berdasarkan standar yang ketat, banyak laporan keberlanjutan masih bergantung pada pengungkapan sukarela. Akibatnya, perusahaan memiliki keleluasaan untuk memilih informasi mana yang ingin ditampilkan dan mana yang ingin disembunyikan.

Tidak sedikit perusahaan yang secara masif mempublikasikan program penanaman pohon atau penggunaan energi terbarukan, tetapi pada saat yang sama masih menghasilkan emisi karbon dalam jumlah besar. Publik akhirnya hanya melihat sisi positif yang dipublikasikan perusahaan tanpa mengetahui dampak negatif yang sebenarnya lebih signifikan.

Kelemahan Akuntansi Modern dalam Mengukur Dampak Lingkungan
Permasalahan yang lebih mendasar adalah sistem akuntansi tradisional masih berfokus pada kinerja keuangan. Kerusakan lingkungan sering kali tidak tercermin secara langsung dalam laporan laba rugi maupun neraca perusahaan.

Misalnya, sebuah perusahaan dapat melaporkan laba yang sangat tinggi, sementara biaya sosial dan lingkungan yang ditimbulkan justru ditanggung oleh masyarakat. Dalam perspektif ekonomi, keuntungan perusahaan terlihat meningkat. Namun dalam perspektif yang lebih luas, sebagian keuntungan tersebut sebenarnya diperoleh dengan mengalihkan biaya kepada lingkungan dan generasi mendatang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa konsep “kinerja perusahaan” yang selama ini digunakan masih memiliki keterbatasan. Perusahaan bisa tampak sukses secara finansial meskipun menghasilkan dampak negatif yang besar terhadap lingkungan.

Peran Auditor yang Masih Dipertanyakan
Meningkatnya laporan ESG juga membuka tantangan baru bagi profesi audit. Selama ini auditor berfokus pada pemeriksaan angka-angka keuangan. Kini mereka dituntut untuk memberikan keyakinan atas data emisi karbon, penggunaan energi, hingga dampak sosial perusahaan.

Pertanyaannya, apakah auditor benar-benar siap?
Banyak indikator ESG masih sulit diukur secara objektif. Selain itu, standar audit ESG belum sekuat standar audit laporan keuangan. Akibatnya, terdapat risiko bahwa proses assurance hanya menjadi formalitas untuk meningkatkan kredibilitas laporan tanpa benar-benar menguji validitas seluruh informasi yang disampaikan perusahaan.

Jika kondisi ini terus berlangsung, auditor berpotensi menghadapi krisis kepercayaan yang serupa dengan yang pernah terjadi pada berbagai skandal keuangan di masa lalu.

Kesimpulan
Tren ESG merupakan perkembangan yang positif, tetapi masyarakat tidak boleh menerima seluruh klaim keberlanjutan perusahaan secara mentah-mentah. Di era saat ini, tantangan utama bukan lagi kurangnya informasi, melainkan membedakan antara transparansi yang sesungguhnya dan pencitraan yang dibungkus dalam bahasa keberlanjutan.

Oleh karena itu, regulator perlu memperkuat standar pelaporan ESG, auditor harus meningkatkan kualitas assurance atas informasi non-keuangan, dan investor perlu lebih kritis dalam membaca laporan keberlanjutan. Tanpa pengawasan yang kuat, ESG berisiko berubah dari instrumen akuntabilitas menjadi sekadar strategi pemasaran yang mahal namun minim substansi.

Author:
1. Fifian Eka Suryadi
2. Amanda Priscilia
3. Jurika Sundari
4. Tsania Azzahra Kusumah Putri

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.