
(Oleh: Meilinda Puspita Sari)
Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Muhammadiyah Surakarta
JurnalPost.com – E-assesment dalam kegiatan belajar mengajar merupakan sebuah transformasi. Salah satu madrasah aliyah di Sukoharjo yang sudah menggunakan e-assesment, adalah MA Muhammadiyah Tijarotul Qur’aniyah. E-assesment dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang dimiliki oleh siswa, yaitu HP. Seperti yang terlihat pada gambar diatas, guru memberikan tugas Bahasa Indonesia dengan menggunakan HP. Para peserta didik asyik mengerjakan tugas dengan menggunakan HP.
Seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi, dunia pendidikan terus melakukan sebuah transformasi. Salah satunya adalah dalam kegiatan penilaian. Sekitar lima belas tahun yang lalu, kegiatan penilaian dilakukan oleh guru dengan menggunakan paper test atau menggunakan kertas. Namun, pada tahun 2024 ini, beberapa sekolah sudah menerapkan paperless. Apa itu paperless? Paperless adalah suatu keadaan dimana pengurangan penggunaan kertas.
Kemajuan teknologi saat ini, menuntut guru untuk terus selalu berkembang dan melakukan inovasi dalam bidang asesmen. Seperti diketahui bahwa dalam kurikulum merdeka, asesmen dilakukan di awal, di tengah dan di akhir. Memasuki akhir semester pembelajaran, biasanya para guru sibuk mempersiapkan asesmen sumatif akhir semester. Kegiatan ini dapat memanfaatkan teknologi baik google form, LMS, CBT, Exam Browser dan lainnya untuk melakukan e-assesment atau penilaian elektronik.
Penggunaan e-assesment tersebut, dapat diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. Tidak terkecuali mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam kegaiatan evaluasi, guru dapat menggunakan teknologi untuk melakukan evaluasi kepada peserta didik. Salah satunya adalah dalam materi telaah dan memproduksi puisi. Guru dapat memberikan tugas kepada peserta didik untuk menelaah dan mengumpulkan karyanya dengan menggunakan google form.
Google form dapat diakses oleh peserta didik menggunakan HP masing-masing. Peserta didik dapat menganalisis, menelaah sebuah puisi dengan mengirimkan hasil telaah tersebut menggunakan google form. Selain itu, ketika peserta didik diminta untuk mengumpulkan hasil karya puisinya, dapat dikumpulkan dengan mudah dengan cara klik unggah atau klik kirim yang tersedia pada google form. Dengan sekali klik, hasil karya peserta didik dapat dibaca dan diunduh oleh guru pada waktu yang bersamaan.
Secara tidak langsung, penggunaan e-assesment dalam dunia pendidikan memberikan warna baru dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Jika kita melihat kembali ke belakang, sekitar lima belas tahun lalu. Seorang guru memberikan tugas kepada peserta didik dengan cara tradisional. Bagaimana maksud cara tradisional tersebut? Guru memberikan soal dengan cara menulis di papan tulis. Kemudian, peserta didik menulis soal tersebut dalam bukunya. Setelah ditulis dengan rapi, peserta didik tersebut mengerjakan soal yang diberikan oleh Bapak Ibu gurunya.
Cara tersebut apabila diterapkan pada pendidikan zaman sekarang, akan membuat peserta didik bosan. Ketika peserta didik sudah bosan, maka akan mempengaruhi motivasi belajar. Jika motivasi belajar rendah, maka dapat membuat peserta didik malas untuk belajar dan malas untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh Bapak atau Ibu guru. Oleh karena itu, guru bersama peserta didik harus melakukan perubahan dan mengikuti perkembangan teknologi dalam bidang asesmen. Salah satunya penggunaan e-assesment.
E-assesment memberikan manfaat bagi guru dan peserta didik. Manfaat penggunaan e-assesment bagi guru diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Guru dapat bekerja lebih efektif dan efisien.
2. Memudahkan guru dalam melakukan pengarsipan dokumen hasil karya peserta didik.
3. Dapat memberikan umpan balik dimana saja dan kapan saja.
4. Mengembangkan kreativitas guru dalam dunia pendidikan.
5. Mengetahui kemampuan kognitif peserta didik secara cepat.
6. Mengurangi penggunaan kertas yang berlebihan, sehingga dapat menghemat biaya dan turut dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Selain bermanfaat bagi guru, penggunaan e-assesmentjuga memberikan manfaat bagi peserta didik. Manfaat tersebut adalah sebagai berikut.
1. Memotivasi peserta didik untuk semangat belajar, karena menggunakan fitur-fitur canggih. Dengan penggunaan fitur-fitur tersebut, peserta didik akan terdorong rasa ingin tahunya. Adanya rasa ingin tahu, menumbuhkan semangat peserta didik untuk mencoba hal yang baru.
2. Peserta didik dapat mengakses dengan mudah.
3. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari guru dimana saja dan kapan saja.
4. Peserta didik dapat mengumpulkan tugas yang diberikan oleh bapak dan ibu guru darimana saja dan kapan saja.
5. Peserta didik secara tidak langsung, turut dalam upaya mengurangi penggunaan kertas berlebihan. Sehingga dapat turut serta dalam upaya melestarikan lingkungan.
Adanya penggunaan e-assesment pada sekolah-sekolah, merupakan sebuah transformasi. Adanya inovasi dalam bidang teknologi memberikan manfaat bagi guru dan peserta didik. Dalam penggunaan tekonologi yang serba mudah diakses pada zaman sekarang, perlu adanya sikap bijak. Tujuannya adalah guru dan peserta didik dapat memanfaatkan teknologi tersebut dengan baik dan benar.
PENULIS
Meilinda Puspita Sari
Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Muhammadiyah Surakarta



