
Ditulis Oleh: Adelia Savitri, S.Hum., M.Hum.
Surabaya, JurnalPost.com – Tim dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Karya Sastra dalam Pembelajaran di Era AI” bagi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia jenjang SMP Kota Surabaya, Senin (22/6). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom tersebut diikuti oleh perwakilan satu guru Bahasa Indonesia dari setiap SMP di Kota Surabaya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Pembina MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Surabaya, Sulastri, M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi antara UPN Veteran Jawa Timur dan MGMP Bahasa Indonesia dalam memberikan penguatan kompetensi guru, khususnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran sastra di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Tim pengabdian masyarakat terdiri atas dosen Program Studi Linguistik Indonesia UPN Veteran Jawa Timur, yaitu Ilmatus Sa’diyah, Adelia Savitri, Patricia Elsa, dan Amri Muhaimin. Kegiatan ini juga didukung oleh dua mahasiswa, Muhammad Farhan Rahmadhani dan Zahra Oktaviana Syifa Ramadhan, yang membantu pelaksanaan teknis dan pendampingan peserta selama kegiatan berlangsung.
Dalam pemaparannya, Adelia Savitri, menegaskan bahwa pembelajaran sastra tidak sekadar mengajarkan peserta didik membaca karya sastra, tetapi juga mengembangkan empati, kepekaan sosial, kreativitas, serta keterampilan abad ke-21 yang meliputi critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Selain itu, para guru diajak memahami perubahan lanskap sastra di era digital, termasuk munculnya fenomena sastra populer digital seperti alternate universe (AU) di media sosial yang memanfaatkan multimodalitas berupa teks, gambar, video, dan interaksi real time dengan pembaca.

Salah satu sesi yang mendapat perhatian besar dari peserta adalah praktik menulis karya sastra berbantuan teknologi. Guru-guru diajak memanfaatkan platform Textoria untuk menghasilkan karya sastra berupa puisi maupun cerita pendek. Dalam sesi diskusi, Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Surabaya, Charisma Dewi Adena, S.Pd., memberikan usulan tema penulisan, yaitu “Kisahku Bermula dari Ruang Kelas”. Tema tersebut diharapkan dapat menjadi ruang refleksi bagi guru untuk menuangkan pengalaman, kenangan, dan dinamika pembelajaran yang mereka alami selama menjadi pendidik.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Guru-guru aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai pembelajaran sastra di era AI. Salah satu pertanyaan menarik disampaikan oleh Linda Krisnawati, S.Pd. dari SMP Negeri 20 Surabaya yang menanyakan strategi agar siswa tetap mampu menghasilkan karya tulis yang autentik dan tidak bergantung sepenuhnya pada AI dalam proses menulis.
Menanggapi hal tersebut, tim pengabdian menekankan pentingnya pembelajaran menulis berbasis proses (process writing), penguatan pengalaman personal siswa, serta pemanfaatan AI secara etis sebagai alat bantu berpikir dan berkreasi, bukan sebagai pengganti kreativitas manusia. Guru juga didorong untuk merancang pembelajaran yang menekankan keaslian ide, refleksi pengalaman, dan pengembangan suara penulis (author’s voice) pada setiap karya yang dihasilkan peserta didik.
Melalui kegiatan ini, UPN Veteran Jawa Timur berharap para guru Bahasa Indonesia SMP di Kota Surabaya semakin siap mengintegrasikan teknologi dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran sastra secara kritis, kreatif, dan beretika. Sastra diharapkan tidak hanya menjadi bahan bacaan di kelas, tetapi juga menjadi sarana bagi guru dan siswa untuk menghayati, menciptakan, dan membagikan pengalaman kemanusiaan melalui karya-karya yang autentik di tengah perkembangan teknologi digital.




