• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Digitalisasi Kehidupan: Dari Konsumsi Harian hingga Pengelolaan Kota dan Bisnis

Editor Redaksi
4 Juli 2025
in Artikel

Oleh: Anisa Dhiya Nasywaningrum, Jihan Afifah, Najib Bassya, Nabiilah Salsabil Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Uhamka

JurnalPost.com – Perkembangan digital kini telah masuk ke dalam seluruh industri. Setiap industri beradaptasi pada kemajuan teknologi digital yang terus berkembang secara global. Setiap industri dituntut untuk beradaptasi secara dinamis terhadap transformasi digital yang terus berkembang secara global. Adaptasi ini tidak hanya terbatas pada penggunaan teknologi baru, tetapi juga mencakup perubahan budaya kerja, pengembangan sumber daya manusia, dan restrukturisasi sistem operasional. Dalam rangka menjaga daya saing dan memastikan keberlanjutan usaha, pelaku industri dituntut untuk terus melakukan inovasi, baik dalam bentuk produk, layanan, maupun proses bisnis yang berbasis digital. Dengan demikian, inovasi menjadi kunci utama untuk bertahan dalam era disrupsi teknologi saat ini. Adapun beberapa inovasi pada platform digital dan industri yakni Industri Kuliner, Industri Pemerintahan, dan Industri Perdagangan.

Transformasi Inovasi Digital pada Industri Kuliner
Industri kuliner merupakan bidang yang bergerak di ranah produksi, pengolahan, dan distribusi kuliner baik makanan maupun minuman. Industri ini tidak hanya berbentuk restoran saja, tetapi juga kafe dengan skala kecil juga termasuk ke dalam industri kuliner. Industri Makanan dan Minuman juga menjadi penyumbang dalam pesatnya perkembangan bisnis franchise di tanah air. Dari Wartaekonomi tahun 2025 menyatakan terbukti hingga Februari 2025, di Indonesia tercatat sektor usaha F&B mendominasi dengan kontribusi sebesar 47,77% dari total kepemilikan usaha franchise di dalam dan luar negeri. Kini industri kuliner bergandeng erat dengan inovasi digital saat ini yang terus berkembang pesat mengikuti perkembangan teknologi setiap tahunnya. Selain menjadi peluang usaha, teknologi digital kini juga membantu para pelaku usaha dalam melakukan pemasaran, pemesanan hingga Pengiriman produk. Para pelaku usaha kerap terus beradaptasi pada setiap platform yang terus update. Jenis-jenis platform yang ada pada industri kuliner digital yakni GoFood, Grab Food, Shoope Food, Daily Box, dlll. Meningkatnya inovasi kuliner digital memberikan pengaruh terhadap perilaku konsumen. Konsumen di sektor makanan dan minuman kini tidak hanya menuntut produk yang sehat, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan serta keberlanjutan. Untuk meningkatkan daya saing, perusahaan dapat memanfaatkan transformasi digital guna memprediksi perilaku konsumen. Saat ini, industri kuliner dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama terkait keberlanjutan, keterbukaan informasi, dan kemudahan akses.

Didapatkan dari Survei Persepsi & Perilaku Konsumsi  Online Food Delivery (OFD)  di Indonesia pada tahun 2022, Sebagian besar konsumen menggunakan  paling tidak sekali dalam tiga bulan, dengan GoFood sebagai aplikasi yang paling banyak digunakan (72%), diikuti ShopeeFood (61%) dan GrabFood (57%). Kemudian sebagian besar konsumen memanfaatkannya setidaknya seminggu sekali, dengan GoFood (58%) tetap menjadi pilihan utama, diikuti oleh ShopeeFood (55%), dan GrabFood (47%). Penggunaan aplikasi digital di dunia kuliner digitalisasi kuliner mempengaruhi perubahan perilaku konsumen dan juga bermanfaat bagi pemilik usaha. Kegiatan transaksi menjadi efektif dan efisien dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Selain inovasi pada pelayanan secara teknologi digital dalam pengguna aplikasi, industri kuliner juga sudah mulai merubah cara pelayanan secara langsung. Pelayanan digital yang dimaksud ialah perubahan yang awal mulanya melayani secara manual mengantarkan pesanan ke meja, kini beberapa restoran telah menerapkan sedikit perubahan. Teknologi restoran terbaru selanjutnya adalah pelayanan makanan menggunakan sebuah rel yang dapat berjalan secara otomatis layaknya mesin di pabrik. Teknologi ini juga mulai diterapkan di banyak restoran dunia, dan bahkan di Indonesia pun sudah mulai bermunculan salah satunya Sushi Train. Kebaharuan tersebut mempengaruhi perilaku konsumen yang mana konsumen merasa pelayanannya cepat dan tidak menunggu lama. Selain itu, konsep rel berjalan juga memudahkan konsumen untuk mengambil pesanan yang sesuai diinginkan. Meski hal ini belum banyak diterapkan, ini termasuk menjadi salah satu bentuk inovasi pada industri kuliner.

SmartCity sebagai Ekosistem Inovatif
Transformasi digital dapat dilakukan di sistem pemerintahan bulan Desember 2017, Indonesia meluncurkan inisiatif Gerakan 100 Kota Cerdas yang ambisius untuk mengatasi tantangan urbanisasi, dengan tujuan mencapai 83% dari populasi yang tinggal di daerah perkotaan pada tahun 2045. Program ini berfokus pada kualitas hidup tertinggi bagi penduduknya, mengatasi mobilitas, suasana yang pas-pasan, dan standar hidup. Dari event Smart City Di Techxon 2025 mengungkapkan beberapa kota telah mengalami masa tinggal sementara di Jakarta dengan aplikasi supernya JAKI, yang telah menerima lebih dari 4 juta pengguna informasi publik dan informasi untuk kotamadya sepanjang masa pakainya. Yogyakarta telah memperkenalkan sistem e-government dan pengawasan video untuk meningkatkan keselamatan publik. Surabaya, Denpasar, Semarang, Makassar, dan Medan berfokus pada infrastruktur transportasi cerdas, pengelolaan sampah, dan layanan publik digital. Perluasan infrastruktur 5G di kota-kota besar baru mendukung gagasan ini. Lebih jauh, di Jakarta pengumpulan data dan teknologi big data sedang dioptimalkan untuk memantau banjir di 178 lokasi. Dari hypernet.co.id 29 April 2025 TransJakarta juga membangun 30 bus listrik, yang mengurangi emisi CO₂ sekitar 5,5 juta kilogram.

Menurut Prof. Suhono Harso Supangkat dari ITB, tantangan perkotaan tidak bisa diatasi pendekatan konvensional: “Persoalan kota … diperlukannya Smartization atau digital transformation”. Begitu pula Suharso Monoarfa dari Bappenas mengingatkan bahwa smartcity bukan sekadar infrastruktur, melainkan interaksi antara kota dan penduduknya: “Smart city tidak hanya dibentuk oleh kecerdasan kota, tetapi juga manusia yang hidup di dalamnya”

Dari Govinsider.asia 2025, Ibu kota baru yang dibangun di Nusantara ini juga bertujuan untuk menjadi smart forest city, dengan tujuan seperti netralitas karbon, penggunaan energi terbarukan, kendaraan listrik, dan sistem manajemen perkotaan berbasis AI dan IoT , 2024). Menurut Indef, biaya pembangunan infrastruktur pintar di Nusantara ini diperkirakan antara 300 dan 400 triliun rupiah, jauh melebihi alokasi awal sebesar 71,8 triliun rupiah. Oleh karena itu, diperlukan investasi bersama dari badan usaha milik negara, daerah, dan sektor swasta. Namun, dalam Indeks smartcity IMD 2024, Jakarta berada di peringkat ke-103 dari 142 kota di dunia, sementara Medan dan Makassar masing-masing berada di peringkat ke-112 dan 114. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dalam manajemen perkotaan, ekonomi digital, dan layanan publik. Secara keseluruhan, smart city di Indonesia berkembang melalui sinergi teknologi tinggi, kolaborasi multi‑stakeholder, dan visi human-centered. Keberhasilan ini diukur bukan hanya dari adopsi IoT atau AI, tetapi dari bagaimana kota dan warganya makin cerdas, nyaman, dan berkelanjutan-sejalan dengan arah digitalisasi nasional menuju 2045.

E-Commerce dan Revolusi Belanja Konsumen
Di Indonesia, e-commerce telah muncul sebagai salah satu sektor ekonomi digital yang paling dinamis dan menjanjikan. Dalam beberapa tahun terakhir, Pertumbuhan ini didorong oleh penggunaan teknologi seluler, dengan 96% konsumen berbelanja melalui ponsel pintar, serta penetrasi internet yang tinggi dan kelas menengah yang terus berkembang. Menurut Budi Primawan dari kontan.co.id 2025, Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) pada laman berita, pertumbuhan industri e‑commerce akan terus positif di 2025 dengan nilai Gross Merchandise Value (GMV) mencapai US$ 85–90 miliar, tumbuh sekitar 20–25% dari tahun sebelumnya. Platform e-commerce besar seperti Shopee telah mengalami peningkatan tajam dalam jumlah pengguna pada tahun 2024, Shopee Live mencatat 735 juta jam tontonan dan menjual lebih dari satu miliar produk UMKM. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara, melampaui negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam.

Pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh partisipasi platform e-commerce besar seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan Lazada. Platform-platform ini mengamankan keunggulan kompetitif mereka melalui inovasi dalam layanan, promosi, dan integrasi teknologi digital seperti kecerdasan buatan, chatbot, dan logistik berbasis digital. Lebih jauh, dukungan pemerintah melalui Program Transformasi Digital dan gerakan nasional “Bangga Buatan Indonesia” (Gernas BBI) telah berkontribusi pada integrasi lebih dari 22 juta usaha kecil dan menengah ke dalam ekosistem e-commerce, yang mendorong integrasi ekonomi digital yang lebih luas.

E-Commerce di Indonesia telah membawa perubahan signifikan terhadap perilaku konsumen dan pelaku usaha. Dari sisi konsumen, kehadiran platform digital seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada telah mengubah cara orang berbelanja dari konvensional menjadi serba online. Konsumen kini lebih cenderung membandingkan harga, membaca ulasan produk, dan mencari promo melalui ponsel pintar sebelum mengambil keputusan. Sementara itu, bagi pelaku usaha, e-commerce membuka peluang baru yang sangat luas, terutama bagi UMKM. Melalui digitalisasi, mereka bisa menjangkau pasar nasional bahkan global tanpa harus membuka toko fisik. Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM, lebih dari 22 juta UMKM telah masuk ke dalam ekosistem digital per 2024.

Perkembangan teknologi digital telah merambah hamper seluruh sektor kehidupan, mulai dari konsumsi harian, pengelolaan kota, hingga transaksi bisnis. Industri kuliner e-commerce dan tata kelola telah menunjukkan adopsi teknologi yang siginifikan untuk meningkatkan efiseinsi, kenyamanan dan daya saing. Secara keseluruhan, transofmrasi digital mendorong inovasi lintas sektor dan mempengaruhi perilaku masyarakat secara menyeluruh. Kesuksesan inovasi ini bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.