
Oleh: Adiel Pratama Tengkano, Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Sub Kelompok TTG 4 R11
JurnalPost.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan hanya tentang melaksanakan program kerja kepada masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana setiap anggota tim menjalankan tanggung jawabnya agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik. Saya, Adiel Pratama Tengkano, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, memperoleh kesempatan mengikuti KKN di Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik sebagai anggota Sie Perlengkapan. Di balik kegiatan sosialisasi, pelatihan, maupun implementasi program kerja yang terlihat lancar, terdapat proses panjang dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis dan perlengkapan. Peran tersebut menjadi tanggung jawab yang saya jalankan bersama tim agar setiap kegiatan dapat berlangsung secara tertib, nyaman, dan sesuai rencana.
Persiapan Dimulai Jauh Sebelum Hari Pelaksanaan
Tugas sebagai anggota Sie Perlengkapan telah dimulai bahkan sebelum tim KKN berangkat menuju Desa Sidokumpul. Bersama anggota lainnya, saya melakukan pendataan berbagai kebutuhan yang diperlukan selama pelaksanaan program kerja, mulai dari meja, kursi, proyektor, layar presentasi, sound system, kabel listrik, banner kegiatan, hingga perlengkapan administrasi. Seluruh kebutuhan tersebut harus dipastikan tersedia dan siap digunakan sehingga tidak menghambat jalannya kegiatan ketika hari pelaksanaan tiba. Persiapan yang matang menjadi langkah awal agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti.
Persiapan Dimulai Jauh Sebelum Hari Pelaksanaan
Tugas sebagai anggota Sie Perlengkapan telah dimulai bahkan sebelum tim KKN berangkat menuju Desa Sidokumpul. Bersama anggota lainnya, saya melakukan pendataan berbagai kebutuhan yang diperlukan selama pelaksanaan program kerja, mulai dari meja, kursi, proyektor, layar presentasi, sound system, kabel listrik, banner kegiatan, hingga perlengkapan administrasi. Seluruh kebutuhan tersebut harus dipastikan tersedia dan siap digunakan sehingga tidak menghambat jalannya kegiatan ketika hari pelaksanaan tiba. Persiapan yang matang menjadi langkah awal agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti.
Berkontribusi Melalui Kemampuan Teknik Mesin
Walaupun program kerja utama kelompok kami berfokus pada implementasi Sistem Inventaris Gudang Digital di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), saya tetap dapat memberikan kontribusi sesuai bidang keilmuan yang saya pelajari. Saya membantu merancang kebutuhan mekanik sederhana yang mendukung pelaksanaan kegiatan serta memberikan masukan mengenai penataan sarana yang digunakan selama sosialisasi dan pelatihan. Dengan latar belakang Teknik Mesin, saya belajar bahwa setiap disiplin ilmu memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan sebuah program pengabdian kepada masyarakat.
Mendampingi Sosialisasi dan Pelatihan Pengurus KDMP
Ketika kegiatan sosialisasi dilaksanakan, saya turut membantu memastikan seluruh perlengkapan presentasi berfungsi dengan baik sehingga materi dapat disampaikan tanpa hambatan. Saya juga mendampingi pengurus Koperasi Desa Merah Putih selama pelatihan penggunaan Sistem Inventaris Gudang Digital bersama anggota tim lainnya. Walaupun saya bukan pengembang utama sistem, saya berusaha memahami alur penggunaan aplikasi agar dapat membantu peserta apabila mengalami kesulitan selama proses pelatihan berlangsung. Pendampingan tersebut memberikan pengalaman berharga mengenai pentingnya kerja sama lintas program studi dalam menyelesaikan sebuah program pengabdian.
Belajar Menghadapi Kendala di Lapangan
Tidak semua kegiatan berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Beberapa kali kami harus melakukan penyesuaian tata letak ruangan karena jumlah peserta yang hadir melebihi perkiraan. Kondisi cuaca juga sempat memengaruhi proses persiapan sehingga beberapa perlengkapan harus dipindahkan demi menjaga keamanan peralatan. Selain itu, terdapat beberapa kendala teknis kecil yang harus segera diatasi sebelum kegiatan dimulai. Situasi tersebut mengajarkan saya untuk tetap tenang, mampu berpikir cepat, dan bekerja sama dengan seluruh anggota tim dalam mencari solusi terbaik.
Jika ditanya apa yang saya bawa pulang dari pengalaman ini, jawabannya sederhana: membangun sistem untuk masyarakat mengajarkan bahwa keberhasilan sebuah program kerja tidak diukur dari secanggih apa kodenya ditulis, melainkan dari sejauh mana ia benar-benar dipahami dan digunakan oleh orang yang membutuhkannya. KKN di Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik memang berlangsung dalam waktu yang terbatas, tetapi bagi saya, waktu itu cukup untuk membuktikan bahwa di balik setiap sistem digital yang berjalan lancar, selalu ada proses trial and error yang layak untuk dikenang, dan di balik setiap koperasi desa yang bertransformasi menuju digitalisasi, selalu ada mahasiswa Informatika yang belajar untuk lebih peka terhadap kebutuhan penggunanya yang sesungguhnya.
Menyatu dengan Masyarakat Melalui Kegiatan Sehari-hari
Di luar program kerja utama, saya juga mengikuti berbagai kegiatan bersama masyarakat Desa Sidokumpul, seperti gotong royong, membantu persiapan kegiatan desa, serta berinteraksi dengan perangkat desa maupun warga sekitar. Melalui aktivitas tersebut saya belajar bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari selesainya sebuah program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Kedekatan tersebut membuat pelaksanaan kegiatan menjadi lebih mudah karena terjalin komunikasi dan kepercayaan antara mahasiswa dengan warga.
Pelajaran Berharga di Balik Sebuah Perlengkapan
Pengalaman menjadi anggota Sie Perlengkapan memberikan banyak pelajaran yang tidak saya peroleh di dalam ruang kuliah. Saya belajar bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh orang yang tampil di depan, tetapi juga oleh kerja sama seluruh anggota tim yang mempersiapkan segala sesuatu di balik layar. Melalui KKN ini saya semakin memahami pentingnya tanggung jawab, kedisiplinan, komunikasi, serta kemampuan bekerja sama dalam menyelesaikan setiap tugas yang diberikan.
Menutup Pengabdian dengan Rasa Bangga
Ketika seluruh rangkaian kegiatan KKN di Desa Sidokumpul selesai dilaksanakan, saya merasakan kebanggaan tersendiri karena dapat menjadi bagian dari tim yang memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Meskipun peran saya lebih banyak berada di balik layar, saya menyadari bahwa setiap tugas memiliki arti yang sama pentingnya dalam mendukung keberhasilan program kerja. Pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi saya sebagai mahasiswa Teknik Mesin untuk terus mengembangkan kemampuan teknis maupun kemampuan bekerja sama, sehingga di masa mendatang saya dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat melalui ilmu yang saya miliki.




