
JurnalPost.com – Pada hari Sabtu, 31 Januari 2026 bertempat di Rumah Ibu Ketua RW 05 Kelurahan Gunungpati telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi Panduan Desain Beternak Ayam Kampung Skala Rumah Tangga dengan Memanfaatkan Lahan Terbatas yang diikuti oleh peserta dari ibu PKK RW 5 Dukuh Karangkanyar Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta dalam memanfaatkan ruang di pekarangan rumah agar dapat menjadi lahan produktif seperti berternak ayam. Pekarangan yang sebelumnya dianggap sebagai lahan sisa sebenarnya memiliki potensi untuk dijadikan lahan produktif tanpa mengganggu aktivitas rumah utamanya.
Materi yang disampaikan Sultan Muhammad Ghifary Noviantoro selaku mahasiswa KKN Tematik mengenai bagaimana pekarangan rumah tidak hanya berupa lahan sisa melainkan lahan yang dapat menguntungkan jika dikelola dengan baik. Salah satunya adalah penataan ruang dan arahan desain yang mengakomodasi kebutuhan dari aktivitas manusia dan ayam itu sendiri.
Permasalahan seperti bau, bising, dan aktivitas yang terganggu dapat dikurangi dengan adanya penataan ruang pekarangan yang baik. Panduan ini dibuat untuk membantu keluarga memanfaatkan pekarangan rumah secara sederhana dan nyaman. Fokusnya bukan pada jumlah ayam atau cara beternak yang rumit, tetapi pada bagaimana menempatkan kandang di lokasi yang tepat, sehingga ayam tetap sehat, sementara rumah tetap bersih, tenang, dan nyaman untuk ditinggali.

Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. Selaku dosen pendamping lapangan bahwa beternak ayam kampung skala rumah tangga pada lahan terbatas dapat dirancang dengan sistem kandang vertikal atau semi-intensif yang efisien dan mudah dikelola. Kandang dibuat bertingkat atau memanjang ke atas dengan ukuran disesuaikan jumlah ayam (±1 m² untuk 10 ekor), menggunakan bahan sederhana seperti kayu, bambu, dan kawat ram.
Lokasi kandang sebaiknya memiliki sirkulasi udara baik, cukup cahaya matahari, serta jauh dari dapur dan sumber air minum untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Desain ini cocok untuk keluarga dengan memelihara 10 ekor ayam sebagai sumber telur dan daging, meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga, serta memberikan tambahan pendapatan dengan modal relatif kecil. Dengan pengaturan kandang yang baik dan manajemen sederhana, beternak ayam kampung di lahan sempit tetap produktif, higienis, dan ramah lingkungan.
Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses sosialisasi berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan desain pekarangan yang optimal demi menjaga kenyamanan hunian, mengoptimalkan proses ternak ayam dan menjaga lingkungan sekitar.
Kegiatan yang dilakukan oleh KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP 2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan ketahan pangan.




