Fara Amrita Mardhotillah
Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Mulana Malik Ibrahim Malang
[email protected]
Abstrak
Generasi Z tumbuh di era teknologi modern yang penuh dengan teknologi dan media sosial. Lingkungan ini membentuk karakter mereka, cara mereka berpikir, dan cara mereka memahami prinsip agama. Media sosial sering dianggap sebagai tantangan iman, tetapi ia juga dapat menjadi alat yang bagus untuk dakwah dan introspeksi. Dalam artikel ini, saya berbicara tentang bagaimana optimalisasi media sosial dan aktivitas sehari-hari dapat membantu Gen Z memperkuat iman mereka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, saya menemukan bahwa memasukkan nilai-nilai iman ke dalam penggunaan media sosial dan kebiasaan sehari-hari dapat membentuk karakter religius yang relevan dan kontekstual dengan zaman kita. Oleh karena itu, untuk mengembalikan Gen Z ke fitrah keislaman di tengah arus digital yang deras, strategi pembinaan iman yang inovatif dan sesuai karakter sangat diperlukan.
Kata Kunci: Feed Digital, Keimanan, Gen-Z, Optimalisasi Media Sosial.
Abstrak
Generation Z grew up in a modern technological era full of technology and social media. This environment shapes their character, the way they think, and the way they understand religious principles. Social media is often considered a challenge to faith, but it can also be a great tool for preaching and introspection. In this article, I talk about how optimizing social media and daily activities can help Gen Z strengthen their faith. Using a descriptive qualitative approach based on literature studies, I found that incorporating faith values into social media use and daily habits can shape religious character that is relevant and contextual to our times. Therefore, to return Gen Z to Islamic nature amidst the rapid digital flow, an innovative and character-based faith development strategy is needed.
Keywords: Digital Feed, Faith, Gen-Z, Social Media Optimization.
PENDAHULUAN
Kehidupan Generasi Z tidak dapat dilepaskan dari teknologi digital dan media sosial. Mereka terhubung ke internet dalam hampir semua aktivitas mereka, dari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi. Identitas orang sering dibentuk oleh apa yang mereka tampilkan di media sosial, hubungan sosial dibentuk melalui layar, dan informasi tersebar dengan cepat. Urusan spiritual seringkali dianggap sebagai sesuatu yang tersisih atau tidak relevan dengan gaya hidup orang di dunia digital yang begitu padat ini. Meskipun demikian, mendapatkan ketenangan batin dan menjalin hubungan dengan Tuhan terus menjadi komponen penting dalam perjalanan hidup manusia termasuk generasi ini.
Ada baiknya kita melihat potensi positif media sosial daripada memusuhinya atau menganggapnya sebagai sumber kemunduran spiritual. Media sosial dapat berfungsi sebagai ladang dakwah baru, tempat munculnya inspirasi untuk iman, dan tempat orang dapat secara kreatif dan personal menyampaikan nilai-nilai religius. Sebaliknya, aktivitas sehari-hari yang tampak normal, seperti belajar, membantu orang tua, berkomunitas, atau bahkan membuat konten, sebenarnya dapat dianggap sebagai ibadah jika dilakukan dengan niat yang tepat. Tidak selalu ceramah atau studi mendalam yang diperlukan untuk menyampaikan konsep keimanan; seringkali, seseorang dapat lebih dekat dengan fitrah spiritualnya melalui unggahan atau tindakan baik yang konsisten.
Melalui artikel ini, penulis ingin menekankan kesempatan besar yang dimiliki Generasi Z untuk membangun iman melalui dua hal yang sangat dekat dengan mereka: aktivitas harian dan media sosial. Diharapkan artikel ini dapat membantu orang memahami bahwa iman bukan sesuatu yang terpisah dari dunia digital, tetapi bisa tumbuh bersamanya dengan menggunakan pendekatan reflektif dan kontekstual. Perjalanan menuju fitrah tidak berarti meninggalkan teknologi; sebaliknya, itu berarti memanfaatkannya untuk menjadi lebih dekat dengan dan mengenal Allah.
METODE
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka untuk memahami dan menganalisis literatur yang relevan mengenai pengaruh media sosial terhadap perkembangan iman generasi Z. Studi pustaka ini juga menggali berbagai teori dan perspektif, serta hasil penelitian sebelumnya yang menawarkan perspektif tentang bagaimana media sosial dan aktivitas sehari-hari dapat dioptimalkan untuk meningkatkan iman generasi Z.
HASIL DAN PEMBAHASAN
- Pengaruh Media Sosial pada Pembentukan Identitas Gen Z
Gen Z dikenal sebagai generasi digital native yang tumbuh besar dengan akses media sosial yang tak terbatas. Studi menunjukkan bahwa media sosial sangat memengaruhi identitas individu dan pandangan hidup mereka, termasuk keyakinan. Media sosial telah berkembang menjadi platform di mana orang berbagi informasi dan pengalaman, yang berdampak pada cara seseorang melihat agama dan spiritualitas mereka. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Nugraheni dan Sari, media sosial tidak hanya membantu orang berbicara satu sama lain tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk mengajarkan agama, yang dapat meningkatkan kesadaran keagamaan orang, terutama jika digunakan dengan cara yang bijak[1].
- Optimalisasi Media Sosial untuk Dakwah dan Pendidikan Keagamaan.
Di tengah jumlah informasi yang tersebar luas di media sosial, sangat penting untuk memanfaatkan media sosial untuk dakwah dan pendidikan agama dengan cara terbaik. Penggunaan media sosial untuk menyebarkan pesan keagamaan dapat meningkatkan iman anak muda. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Asmarani[2], menemukan bahwa akun dakwah di media sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan pemahaman agama, terutama ketika konten disampaikan dengan cara yang moderat dan mudah dipahami nilai-nilai Islam. Gen Z dapat menggunakan media sosial untuk pendidikan agama jika digunakan dengan benar.
- Penggunaan Media Sosial untuk Meningkatkan Iman Gen-Z
Gen Z sangat aktif di berbagai platform media sosial terutama Instagram, TikTok, dan YouTube. Untuk memaksimalkan penggunaan media sosial untuk meningkatkan iman seseorang, pendekatan yang tepat harus diterapkan, seperti penggunaan akun dakwah yang menyajikan konten yang mendidik dan religius yang dapat meningkatkan iman mereka. Berbagai platform media sosial dapat menyebarkan pesan agama. Dakwah dapat disampaikan dalam video yang menarik di TikTok, Instagram, Facebook dan masih banyak lagi, Ini dapat berupa ceramah singkat, saran hidup islami, atau tantangan keagamaan[3]. Gen Z, yang menyukai konsumsi konten secara cepat dan praktis, sangat menyukai metode ini. Pendekatan yang lebih kreatif sangat diperlukan dalam hal ini.[4] Sebagai contoh, akun dakwah yang berpusat pada prinsip-prinsip Islam dan dipresentasikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami sangat efektif dalam menarik perhatian Gen Z. Penyebaran yang diatur dengan konsep yang estetik, yang mencakup kutipan dari Al-Qur’an atau hadis serta penjelasan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari orang adalah salah satu cara yang dapat digunakan.
- Aktivitas Sehari-hari sebagai Sarana Peningkatan Iman
Selain menggunakan media sosial, Gen Z dapat meningkatkan iman mereka dengan memasukkan nilai-nilai agama ke dalam kehidupan sehari-hari mereka. Salah satu cara ini adalah dengan memulai hari dengan membaca Al-Qur’an atau mendengarkan ceramah agama melalui platform media sosial sebelum melakukan aktivitas lain[5]. Selain itu, berbagi pengalaman religius melalui media sosial juga dapat meningkatkan iman, seperti berbagi kegiatan ibadah atau berbagi pengalaman dalam memperdalam agama. Kebiasaan ini dapat memperkuat identitas spiritual mereka dan membuat mereka lebih percaya diri dalam mengamalkan ajaran agama, menurut penelitian yang dilakukan oleh Syafira[6]. Selain itu, konten yang menyentuh hati dan menggugah pemikiran dapat disebarkan lebih luas, menginspirasi teman-teman untuk belajar lebih banyak tentang agama[7].
KESIMPULAN
Penggunaan media sosial oleh Gen Z dapat di manfaatkan untuk meningkatkan iman mereka. Dalam hal ini, platform seperti Instagram dan TikTok membantu meningkatkan pemahaman agama melalui konten yang relevan dan menarik. Metode visual yang estetik, seperti video pendek yang edukatif, memungkinkan Gen-Z untuk memperkuat keyakinan mereka tanpa merasa terbebani dengan pendekatan konvensional yang sering dianggap monoton. Selain itu, mereka memperkuat pengamalan ajaran agama dalam kehidupan mereka dengan memasukkan prinsip agama ke dalam aktivitas sehari-hari mereka dan berbagi pengalaman religius melalui media sosial.
Secara keseluruhan, untuk menggunakan media sosial dengan lebih baik untuk meningkatkan iman Gen Z, diperlukan pendekatan yang inovatif dan sesuai dengan minat dan kebiasaan mereka. Dengan menggunakan media sosial dengan bijak dan melakukan kegiatan keagamaan yang konsisten setiap hari, mereka dapat meningkatkan iman mereka dan menjalani kehidupan yang lebih baik yang sesuai dengan nilai-nilai agama mereka.
DAFTAR PUSTAKA
Abdusshomad, Alwazir. “Efektivitas Dakwah Ustaz Influencer Di Media Sosial Dalam Meningkatkan Religiusitas Generasi z Di Indonesia.” Jurnal Islamic Studies 15, no. 5 (2024): 63–75.
Hidayat, Syarip, Reyhan Qatrunada Usulu, Muhammad Farhan, Hanif Effendi, Lanina Astrid, Chrysant Vrij, and Ai Solihat. “EFEKTIFITAS DAKWAH DI INTERNET UNTUK GEN-Z.” Jurnal Al Bayan: Media Kajian Dan Pengembangan Dakwah 28, no. 1 (2022): 43–55.
Hita Bolo, Sance M. Tameon , Marsi Bombongan Rantesalu, Melly P. Dethan. “Hubungan Media Sosial Dengan Pertumbuhan Iman Remaja.” Jurnal Pastoral Konseling 4, no. 2 (2024): 1–10.
Jurnal, Tabsyir, Sosial Humaniora, Noratur Rahmah, Sayyid Afif, Muhammad Saleh, Nurkhofifah Nurkhofifah, Neiva Zaida, Hasanah Saragih, Haidar Sidqan Alkhalid, and Iain Lhokseumawe. “Efektifitas Konten Edukasi Keislaman Di Platform Media Sosial : Analisis Resepsi Khalayak Generasi Z Tantangan Dalam Penyampaian Konten Meski Banyak Konten Edukasi Keislaman Tersedia Di Media Sosial , Masih Ada Tantangan.” Tabsyir: Jurnal Dakwah Dan Sosial Humaniora 6, no. 1 (2025): 275–95.
Palupi, Rismaka, Umi Istiqomah, Fella Vidia Fravisdha, Nur Lail Septiana, and Ailyn Maharung Sarapil. “Analisis Penggunaan Aplikasi Tiktok Sebagai Media Dakwah Di Era Modern.” Academica : Journal of Multidisciplinary Studies 5, no. 1 (2021): 89–104. https://doi.org/10.22515/academica.v5i1.4119.
Salsabila Nuha Aini, Nadiyah Myrilla, Clarisah Razendri I., Muhammad Zuna, and Erwin Kusumastuti Salman Alfarizi. “ANALISIS MENGENAI METODE DAKWAH ISLAMI MELALUI PLATFORM TIKTOK PADA GEN Z.” Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 15, no. 1 (2024): 37–48.
Susanti, Lestari. “Persepsi Mahasiswa Terhadap Tiktok Sebagai Media Dakwah,” 2022, 22. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/17559/1/Skripsi_1701026127_Susanti_Lestari.pdf.
[1]Lestari Susanti, “Persepsi Mahasiswa Terhadap Tiktok Sebagai Media Dakwah,” 2022, 22, https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/17559/1/Skripsi_1701026127_Susanti_Lestari.pdf.
[2]Rismaka Palupi et al., “Analisis Penggunaan Aplikasi Tiktok Sebagai Media Dakwah Di Era Modern,” Academica : Journal of Multidisciplinary Studies 5, no. 1 (2021): 89–104, https://doi.org/10.22515/academica.v5i1.4119.
[3]Muhammad Zuna Salsabila Nuha Aini, Nadiyah Myrilla, Clarisah Razendri I. and Erwin Kusumastuti Salman Alfarizi, “ANALISIS MENGENAI METODE DAKWAH ISLAMI MELALUI PLATFORM TIKTOK PADA GEN Z,” Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 15, no. 1 (2024): 37–48.
[4]Melly P. Dethan Hita Bolo, Sance M. Tameon , Marsi Bombongan Rantesalu, “Hubungan Media Sosial Dengan Pertumbuhan Iman Remaja,” Jurnal Pastoral Konseling 4, no. 2 (2024): 1–10.
[5]Alwazir Abdusshomad, “Efektivitas Dakwah Ustaz Influencer Di Media Sosial Dalam Meningkatkan Religiusitas Generasi z Di Indonesia,” Jurnal Islamic Studies 15, no. 5 (2024): 63–75.
[6]Tabsyir Jurnal et al., “Efektifitas Konten Edukasi Keislaman Di Platform Media Sosial : Analisis Resepsi Khalayak Generasi Z Tantangan Dalam Penyampaian Konten Meski Banyak Konten Edukasi Keislaman Tersedia Di Media Sosial , Masih Ada Tantangan,” Tabsyir: Jurnal Dakwah Dan Sosial Humaniora 6, no. 1 (2025): 275–95.
[7]Syarip Hidayat et al., “EFEKTIFITAS DAKWAH DI INTERNET UNTUK GEN-Z,” Jurnal Al Bayan: Media Kajian Dan Pengembangan Dakwah 28, no. 1 (2022): 43–55.



