JurnalPost.com – North America Trade Area atau NAFTA adalah sebuah organisasi multilateral kawasan di bidang kerjasama ekonomi perdagangan yang ditandatangani pada 17 Desember 1992 dan mulai berlaku pada awal tahun 1994, NAFTA terdiri dari tiga negara yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
North America Trade Area dibentuk dengan tujuan untuk menghapuskan segala tarif dan mengurangi adanya hambatan nontarif dari negara-negara anggota, adapun kerjasama yang berlaku di dalam NAFTA mencakup tiga perjanjian yaitu perjanjian perdagangan bebas, perjanjian kerjasama lingkungan, dan perjanjian kerjasama buruh.
Meksiko adalah salah satu negara di wilayah Amerika Utara dan termasuk salah satu negara anggota NAFTA, keikutsertaan Meksiko dalam NAFTA tentu telah memberikan pengaruh dan dampak tertentu khususnya bagi perekonomian negara Meksiko karena dengan hadirnya North America Trade Area, maka Meksiko dapat melakukan kerjasama dengan negara anggota NAFTA yang lain karena Meksiko tentu membutuhkan peran dari Amerika Serikat dan Kanada untuk memberikan peningkatan terhadap ekonomi negaranya agar mampu mengakhiri krisis yang terjadi dan mampu bersaing di dunia internasional.
Secara historis, negara Meksiko pernah mengalami tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi, selain itu negara ini juga pernah mengalami krisis ekonomi pada tahun 1980 dan 1994 yang terjadi karena adanya hutang luar negeri yang tidak mampu untuk dibayar, ketidakstabilan kondisi politik dalam negeri di tahun tersebut dan adanya kebijakan devaluasi yang merupakan sebuah kebijakan pemerintah dengan sengaja menurunkan nilai mata uang domestik terhadap nilai mata uang asing agar jumlah ekspor dapat meningkat, memang tujuan kebijakan ini dilihat dapat membantu perekonomian Meksiko namun sayangnya kebijakan tersebut justru membuat kepercayaan investor dan masyarakat hilang.
Adanya krisis tersebut membuat Meksiko kemudian melakukan reformasi ekonomi dan salah satunya adalah membentuk North America Trade Area atau NAFTA dengan Amerika Serikat dan Kanada, pada awalnya perjanjian ini adalah sebuah bentuk perjanjian bilateral antara Amerika Serikat dan Kanada namun kemudian berubah sejak keikutsertaan Meksiko menjadi perjanjian multilateral. Kehadiran NAFTA pada saat itu telah memberikan pengaruh yang cukup besar bagi negara Meksiko terutama dalam bidang ekonomi.
NAFTA pada saat itu mengharuskan Meksiko untuk bisa beradaptasi dengan kesepakatan yang ada, dimana sejak saat itu Meksiko akhirnya mulai berani untuk melakukan perdagangan bebas, memprivatisasi perusahaan-perusahaan milik negara, melakukan deregulasi bagi berbagai aturan industri, serta melakukan liberalisasi pasar demi kebangkitan ekonominya yang sangat terpuruk saat itu.
Pengaruh NAFTA bagi perekonomian Meksiko dapat dilihat dari peningkatan investasi dan peningkatan ekspor pertanian di negara tersebut. Peningkatan investasi asing ini didapatkan dari perusahaan-perusahaan luar negeri yang berinvestasi di Meksiko dengan jumlah yang besar dalam berbagai sektor seperti otomotif, makanan, manufaktur, perdagangan dan masih banyak lagi, Amerika Serikat merupakan investor utama yaitu dengan besar sekitar 55% dari keseluruhan total investasi asing di Meksiko.
Dalam meningkatkan ekspor pertaniannya, Meksiko telah memanfaatkan kehadiran NAFTA untuk mempermudah ekspor ke negara anggotanya yaitu Amerika Serikat dan Kanada, terlihat dari data yang menunjukan bahwa besar ekspor produk pertanian dari Meksiko ke Amerika Serikat telah meningkat sebesar $827 juta dolar, dengan demikian Meksiko dianggap telah berhasil untuk meningkatkan nilai ekspor dan mengurangi hambatan-hambatan ekspor yang ada (Agasi, 2013).
Dengan demikian, sejauh ini kehadiran North America Trade Area bagi Meksiko telah membawa banyak dampak positif dan memiliki peran yang cukup signifikan dalam peningkatan ekonomi Meksiko, NAFTA juga telah berhasil membantu Meksiko untuk bangkit dari krisis ekonomi dan pengangguran yang telah dialaminya tentu hal ini juga tidak luput dari keinginan Meksiko untuk bangkit dan kemampuan untuk beradaptasi dengan isi dari kesepakatan yang ada di dalam perjanjian multilateral NAFTA.
Penulis : Sofie Zhafira
(Mahasiswi Hubungan Internasional – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)



