• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

CUACA PANAS DAN GODAAN PUASA DI SURABAYA

Editor Redaksi
1 April 2024
in Kolom Opini

JurnalPost.com – Teman-teman pasti ada yang merasa bahwa Surabaya akhir – akhir ini panas bukan main, Banyak Masyarakat yang akhirnya terkena dehidrasi Ketika beraktivitas diluar ruangan. Apalagi teman – teman tau kalo kita sedang menghadapi bulan suci Ramadhan (Bagi Masyarakat beragama muslim). Kita pasti merasakan malas yang luar biasa Ketika mau keluar rumah ataupun beraktivitas pada siang hari apalagi waktu puasa. Kenapa Surabaya panas? Jawabannya adalah karena adanya faktor perubahan iklim dan juga Tiupan angin kencang tapi tidak hujan dengan waktu yang lama. Hal ini menyebabkan Surabaya Panas dan kering, Bahkan Ketika berharap angin kencang itu sejuk “Ohh jelas tidak ada sejuknya, Yang ada malah panas dan membuat tenggorokan kering.” Menurut Pribadi saya.

(Instagram Tehnya Indocin)

Panas pada kota Surabaya bisa mencapai tertinggi nya pada suhu 36 Celcius, Tapi itu terjadi pada tahun 2023 dan sekarang pada Tahun 2024 Kota Surabaya masih saja panas kalau menurut saya pribadi walau memang dalam riset tidak ada menunjukkan bahwa Surabaya mencapai suhu tertinggi. Ini beberapa Suhu Surabaya pada Tahun 2022 dan saat terjadinya peristiwa “Equinox”. Pada masa Equinox Surabaya bisa mencapai suhu maksimal 41 pada September 2022 “Karena itu hari kulminasi utama disebut juga sebagai hari tanpa bayangan,” ucap Teguh (Warga Surabaya di ambil dari Blog cnn Indonesia).

Kompas.com Perkiraan suhu derajat)

Tips dan Trik

Saya akan memberikan beberapa Tips atau Saran untuk teman – teman semua yang sedang menghadapi Panasnya kota Surabaya dan sedang menjalankan ibadah puasa. Berikut Tips nya :
1. Ketika Sahur minum lah air 2 Lt untuk memenuhi kebutuhan Cairan selama berpuasa
2. Kurangi Aktifitas diluar kantor ataupun Sekolahan pada saat Siang hari, Karena banyak godaan warung dan Es teh
3. Ketika diluar ruangan usahakan mencari tempat berteduh sebentar sekitar 5-10 menit untuk mengembalikan fokus dan mengisi sedikit kekuatan
4. Gunakan Helm, Jaket, Topi untuk mennghindari panas berlebih atau menyengat secara langsung Ketika diluar ruangan
5. Jangan diam di dalam mobil dengan keadaan kaca tertutup atau terbuka saat mobil dalam kondisi mati. Karena dapat menyebabkan kondisi menurun drastis dan berbahaya

Berikut diatas adalah beberapa tips dari saya pribadi. Nah sekarang saya akan memberikan sedikit penjelasan dari beberapa sumber untuk cuaca panas.;
“Kemungkinan besar tahun 2024 akan kembali memecahkan rekor tahun 2023,” ujar Kepala Pemantau Iklim Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Omar Baddour, kepada para wartawan dikutip dari laman Science Alert.
“Bumi mengeluarkan panggilan darurat,” ujar Kepala PBB, Antonio Guterres dalam sebuah pesan video.
“Polusi bahan bakar fosil menyebabkan kekacauan iklim di luar kendali,” lanjut PBB.
Siaga Merah
“Saya sekarang menyatakan tanda bahaya tentang keadaan iklim,” terang Prof. Celeste Saulo, presiden WMO, kepada para wartawan dikutip dari laman Science Alert.

“Apa yang kita saksikan pada tahun 2023, terutama dengan pemanasan laut yang belum pernah terjadi sebelumnya, pencairan gletser, dan hilangnya laut es Antartika, sangat memprihatinkan,” ujar Saulo.
(Sumber www.radarsurabaya.jawapos.com)
Itu tadi dari sumber Radar Surabaya, Ketika saya mencari tahu ternyata BMKG menshare juga bahwa cuaca di Kota Surabaya ini akan terjadi berubah – rubah sesuai dengan kondisinya. Bisa tiba – tiba Hujan, Panas, Berawan, Hujan badai yang sulit untuk di prediksi secara konstan dan menerus. Berikut data nya :

“Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi pada periode 12-18 Maret 2024,” tulis akun Instagram Info BMKG Juanda, Selasa (12/3/2024). (diambil dari Kompas.com)

Nah sedikit informasi yang tercantum dari atas mungkin dapat sedikit membantu teman – teman untuk waspada terhadap apa yang lagi kita alami sekarang. Menurut pendapat saya Surabaya memang panas dan tetap panas, Tapi saya tahu apa yang akan saya lakukan Ketika Panas. Mungkin tidak dapat menangkal sepenuhnya yang terjadi karena itu adalah alam. Tapi kita dapat meminimalisir terjadinya sakit ataupun batal Puasa. Saya pun sebagai mahasiswa juga harus menyiapkan segala Kesehatan dan mental untuk menghadapi cuaca panas ekstrim ataupun Hujan ekstim, Karena Dosen selalu menilai tepat waktu dan absen baik (Tidak dapat di lawan) dan Walaupun saya puasa tapi saya masih bisa menjalani hari- hari dengan baik dan sehat. Sekian dari saya Terima kasih Wassalamualaikum Wr. Wb

OLeh: Evan Savero Brilian Shah

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.