• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Core Values Vs Oknum Teroris

Editor Redaksi
30 November 2023
in Kolom Opini

Penulis :Nor Khofifah, Anggun Cahaya Purnamasari, Nurul Ainia , dan Dr. Suci Megawati, S.IP., M.Si.
Afiliasi: Prodi S1 Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya

JurnalPost.com -Terdapat Oknum Pegawai PT.KAI terlibat jaringan Teroris. Lalu apa yang salah sehingga PT KAI Kebobolan Teroris ? Bagaimana dengan nilai-nilai utama (core values) AKHLAK pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN)?

PT Kereta Api Indonesia (Persero) tercatat sebagai BUMN yang paling agresif dan inovatif dalam pembenahan korporasi. Hal itu terbukti dari berbagai perbaikan fundamental pada kinerja keuangan, manajemen, penghargaan dan yang terutama pelayanan kepada pelanggan jasa transportasi perkeretaapian. Selain itu PT KAI berkomitmen untuk melaksanakan transformasi secara menyeluruh dengan core value AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif). SDM BUMN diharapkan mengetahui, mengimplementasikan, dan menginternalisasikan Nilai-nilai Utama tersebut secara sungguh-sungguh, konsisten, dan konsekuen sehingga tercermin dalam perilaku keseharian dan membentuk budaya kerja BUMN sebagaimana ditekankan dalam SE-7/MBU/07/2020 Tentang Nilai-nilai Utama (Core Values) Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Core Values BUMN adalah nilai-nilai dasar yang menjadi panduan bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai perusahaan milik negara. Core Values ini mencakup prinsip-prinsip moral, etika, dan budaya kerja yang harus dipegang teguh oleh seluruh karyawan BUMN dalam menjalankan tugasnya. Beberapa contoh Core Values BUMN yang umumnya dipegang oleh perusahaan-perusahaan milik negara di Indonesia diantaranya: Integritas yang berarti jujur, adil, transparan dalam setiap kegiatan bisnis. Profesionalisme memiliki pengertian menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan kompetensi. Kepedulian terhadap lingkungan yaitu memperhatikan dampak kegiatan bisnis terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Inovasi adalah mengembangkan ide-ide baru untuk meningkatkan kualitas produk atau layanan yang ditawarkan. Dan kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan, yaitu memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi seluruh karyawan BUMN.

“Core values ini selanjutnya akan menjadi dasar pembentukan karakter SDM di lingkungan KAI beserta seluruh anak perusahaan, serta diimplementasikan dalam rangka mendorong kemajuan KAI menuju the next level,”.

Namun, permasalahan yang terjadi pada PT KAI, beredar berita yang mengungkapkan bahwa telah terjadi penangkapan seorang pegawai PT KAI yang terlibat dalam kasus terorisme. Hal tersebut mengakibatkan PT KAI tidak mencerminkan nilai-nilai core value AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif ) pada Kementrian BUMN.
Dilansir dari detiknews, okum pegawai KAI yang terlibat terorisme pernah tergabung ke ISIS pada tahun 2010 dan pada tahun 2016 oknum tersebut bekerja di PT KAI. Sehingga oknum terorisme pegawai KAI sudah berafilisasi ke ISIS sebelum menjadi pegawai di PT KAI.

Dalam kasus tersebut tentunya terdapat celah dalam proses seleksi karyawan BUMN yang menyebabkan DE yang terpapar radikalisme diterima sebagai pegawai PT KAI, sedangkan dalam proses seleksinya sudah terdapat TES AKHLAK yang nantinya akan dilaksanakan oleh semua peserta yang mengikuti tahapan seleksi BUMN dan saat ini BUMN dikenal memiliki slogan dengan singkatan AKHLAK, yang merupakan nilai-nilai utama yang harus dimiliki, yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Dengan demikian perencanaan dalam seleksi pegawai menjadi perhatian khusus agar tidak ada lagi pegawai yang terlibat kasus terorisme.

Untuk mengetahui hubungan perencanaan dengan seleksi pegawai, penulis menggunakan teori seleksi pegawai oleh David Bowen (2002) dengan lima (5) indikator, meliputi: 1) kesesuaian pengetahuan calon pegawai dengan pekerjaan, 2) kesesuaian keterampilan calon pegawai dengan pekerjaan, 3) kesesuaian kemampuan calon pegawai dengan pekerjaan, 4) kesesuaian kebutuhan calon pegawai dengan lingkungan perusahaan, 5) kesesuaian antara nilai-nilai personal calon karyawan dengan perusahaan.

Pertama, kesesuaian pengetahuan calon pegawai dengan pekerjaan. Dalam proses seleksi pegawai, PT KAI membuat perencanaan dalam proses rekrutmen pegawai dan rekrutmen pegawai PT KAI melalui Forum Human Capital Indonesia (FHCI) rekrutmen Bersama BUMN.

Pada gambar diatas, diketahui beberapa tahapan seleksi pada PT KAI, diantaranya: pembukaan lowongan, seleksi administrasi, seleksi kesehatan awal, seleksi psikologi, seleksi wawancara, seleksi kesehatan akhir, dan pengumuman. Selain tahapan diatas, PT.KAI juga mengadakan tes bagi calon pekerja melalui perjanjian ikatan dinas, meliputi : Orientasi dan BPD (Basic Development Program ) yaitu masa percobaan selama 3 bulan dengan beberapa persyaratan dapat diangkat sebagai pekerja, diantaranya : 1) Lulus Tes kesehatan, 2) Rekomendasi dari atasan (Min. setingkat manager), 3) Lulus diklat BDP untuk membentuk integritas pegawai KAI.

Kedua, kesesuaian keterampilan calon pegawai dengan pekerjaan. Penetuan diterima untuk menjadi pegawai KAI tentunya dilandasi dengan perencanaan yang baik, dengan menjalanai masa percobaan selama 3 bulan untuk melihat mental, pikiran, perilaku dan kedisiplinan serta kemampuan nyata pegawai dalam menyelesaikan tugasnya.
Ketiga, kesesuaian kemampuan calon pegawai dengan pekerjaan. Kemampuan para calon pegawai pada serangkaian tahapan seleksi PT KAI. Kemampuan tersebut dapat dilihat dari kualitasnya calon pegawai dalam mengerjakan tugas dan sesuai dengan nilai- nilai yang terkandung dalam PT KAI.

Keempat, kesesuaian kebutuhan calon pegawai dengan lingkungan perusahaan. Beberapa ketentuan calon pegawai PT KAI dalam seleksi pegawai dapat diakses melalui website https://rekrutmenbersama.fhcibumn.id/ dan selengkapnya terkait calon pegawai PT KAI dapat diakses melalui https://recruitment.kai.id/ .

Kelima, kesesuaian antara nilai-nilai personal calon karyawan dengan perusahaan. Nilai- nilai pada PT KAI berdasarkan moto yaitu adaptif, solutif, kolaboratif untuk Indonesia dan sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor SK-115/MBU/05/2022 tentang pedoman implementasi nilai-nilai utama sumber daya manusia BUMN yaitu AKHLAK (culture journey) yang terdiri dari:

A (Amanah), amanah memiliki arti dapat memegang teguh kepercayaan yang diberikan seperti memenuhi janji komitmen, bertanggung jawab atas tugas yang diberikan dan berpegang teguh pada nilai moral dan etika.

K (Kompeten), Kompeten memiliki arti terus belajar dan menghargai perbedaan seperti meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah, membantu orang lain belajar, dan menyelesaikan tugas dengan kualitas terbaik

H (Harmonis), Harmonis memiliki arti saling peduli dan menghargai perbedaan seperti menghargai setiap orang apapun latar belakangnya, suka menolong orang lain, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif.

L (Loyal), Loyal memiliki arti berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara seperti menjaga nama baik sesama pegawai, pimpinan BUMN, dan Negara, rela berkorban untuk mencapai tujuan, dan patuh kepada pimpinan dengan berdasarkan hukum dan etika.
A (Adaptif), Adaptif memiliki arti terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan seperti cepat menyesuaikan diri, terus menerus melakukan perbaikan dan berpikir positif.

K (Kolaboratif), Kolaboratif memiliki arti membangun kerja sama yang sinergis seperti memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi, terbuka dalam bekerja sama dan menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama BUMN.

Dapat kita simpulkan bawa dalam proses perencanaan seleksi pegawai di lingkup PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai BUMN yang paling agresif dan inovatif dalam pembenahan korporasi di rasa kurang efektif untuk mendapatkan pegawai yang tepat yang sesuai dengan nilai-nilai utama (core values) AKHLAK , hal tersebut disebabkan oleh Peraturan Menteri BUMN Nomor SK-115/MBU/05/2022 tentang pedoman implementasi nilai-nilai utama sumber daya manusia yaitu AKHLAK yang tidak dijalankan dengan baik dan terbukti masih terdapat Karyawan PT. KAI yang tidak sesuai dengan nilai-nilai utama (core values) AKHLAK. Maka dari itu pada proses perekrutan pegawai PT.KAI masih terdapat celah, sehingga pihak BUMN terutama PT.KAI harus bertindak tegas untuk memberikan sanksi tegas kepada oknum yang terbukti telah melanggar Nilai-Nilai utama (core values) AKHLAK, lalu pihak BUMN juga diharuskan mengevaluasi lebih lanjut terkait proses perekrutan pegawai dan menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme(BNPT) dalam proses perekrutan pegawai BUMN, sehingga kedepannya tidak akan terulang lagi kasus yang sama di perusahan-perusahaan lainnya.

Penulis :Nor Khofifah, Anggun Cahaya Purnamasari, Nurul Ainia , dan Dr. Suci Megawati, S.IP., M.Si.
Afiliasi: Prodi S1 Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya

Sumber :
Ironi “AKHLAK” BUMN Kebobolan Teroris Halaman 2 – Kompas.com
Cara KAI Group Terapkan Akhlak dalam Kegiatan Korporasi – Medcom.id
Meresmikan Penerapan ‘AKHLAK’ Perusahaan Kereta Api Indonesia – www.intinews.co.id
e-Recruitment PT. Kereta Api Indonesia (kai.id)
https://jdih.bumn.go.id/peraturan/SK-115-MBU-05-2022
https://rekrutmenbersama.fhcibumn.id/
https://www.bumn.go.id/profil/erabarukami/nilai-organisasi
https://mamikos.com/info/core-value-akhlak-bumn-kry/

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.