• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Cerita Ibu-Ibu Sironjang dalam Mengelola Keuangan Rumah Tangga

Editor Redaksi
18 Agustus 2026
in Berita

Ditulis oleh: Haykal Syauqi Dhiyaulhaq – Mahasiswa KKN Tim II IDBU-38 Dusun Sironjang
Universitas Diponegoro 2026

Sironjang, Semarang, 09 Agustus 2026, JurnalPost.com — mengatur keuangan rumah tangga mungkin terdengar sederhana. Namun, dalam keseharian, setiap keluarga tentu memiliki cara masing-masing untuk mengatur pemasukan dan memenuhi berbagai kebutuhan.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam salah satu program kerja individu mahasiswa KKN di Kampung Sironjang, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati. Dengan latar belakang keilmuan Manajemen, kegiatan ini mengangkat tema pengelolaan keuangan rumah tangga dengan sasaran ibu-ibu rumah tangga.

Namun, kegiatan ini tidak dimulai dengan anggapan bahwa ibu-ibu belum memahami cara mengelola keuangan. Justru sebaliknya, kegiatan ini diawali dengan mendengarkan pengalaman dan kebiasaan mereka dalam mengatur keuangan keluarga.

Mendengarkan Cara Ibu-Ibu Mengatur Keuangan
Beberapa pertanyaan sederhana digunakan untuk menggali kebiasaan sehari-hari, mulai dari bagaimana membagi pemasukan, menentukan prioritas ketika beberapa kebutuhan datang bersamaan, mempertimbangkan barang diskon, hingga cara mencatat pemasukan dan pengeluaran.

Dari obrolan tersebut, terlihat bahwa ibu-ibu sudah memiliki cara masing-masing dalam mengelola keuangan. Dalam menentukan kebutuhan, misalnya, salah satu prinsip yang muncul adalah mendahulukan hal yang paling mendesak. Ketika beberapa kebutuhan datang bersamaan, sebagian ibu juga sudah terbiasa membagi uang sejak awal ketika menerima pemasukan agar masing-masing kebutuhan memiliki bagian.

Hal menarik juga terlihat dari cara ibu-ibu menyikapi barang diskon. Diskon tidak selalu menjadi alasan untuk langsung membeli. Beberapa ibu mempertimbangkan terlebih dahulu apakah barang tersebut memang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk kebutuhan yang sifatnya sekunder, pembelian biasanya dilakukan ketika memang diperlukan dan kondisi keuangan masih memungkinkan.

Setiap Keluarga Punya Caranya Sendiri
Dalam hal pencatatan, kebiasaan ibu-ibu juga cukup beragam. Ada yang menggunakan buku untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran agar penggunaan uang lebih mudah dipantau. Namun, ada pula yang belum terbiasa membuat anggaran secara khusus.

Begitu pula dengan tabungan dan dana darurat. Sebagian ibu sudah mulai menyiapkan tabungan, tetapi masih ada yang menggabungkan dana darurat dengan tabungan karena belum terbiasa memisahkannya. Dalam kondisi tertentu, dana untuk kebutuhan mendadak juga dapat diambil dari pos kebutuhan lainnya.

Dari sini terlihat bahwa pengelolaan keuangan rumah tangga tidak selalu memiliki satu pola yang sama. Setiap keluarga menyesuaikan caranya dengan kebutuhan, kebiasaan, dan kondisi masing-masing.

Bukan Mengajari, tetapi Menawarkan Alternatif
Setelah mendengarkan pengalaman ibu-ibu, mahasiswa KKN kemudian memberikan beberapa alternatif sederhana yang dapat dicoba jika dirasa sesuai.

Salah satunya adalah memisahkan dana tabungan dan dana darurat. Keduanya memiliki tujuan yang berbeda: tabungan dapat digunakan untuk kebutuhan yang sudah direncanakan, sedangkan dana darurat disiapkan untuk kebutuhan yang muncul secara tidak terduga.

Namun, pemisahan tersebut tidak dimaksudkan sebagai aturan yang harus diterapkan oleh semua keluarga. Justru, pendekatan yang digunakan adalah memberikan pilihan dan membiarkan setiap keluarga menentukan cara yang paling sesuai.

Jika dana darurat yang tersedia ternyata belum mencukupi ketika kebutuhan mendadak muncul, salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah melakukan penyesuaian dari kebutuhan lain yang masih bisa ditunda atau dikurangi.

Belajar dari Pengalaman Sehari-hari
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan keuangan rumah tangga tidak selalu harus dimulai dari teori yang rumit. Banyak praktik sederhana yang sebenarnya sudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menentukan skala prioritas, membagi uang sejak awal menerima pemasukan, mempertimbangkan kebutuhan sebelum membeli barang diskon, hingga mencatat pengeluaran.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pembelajaran dari pengalaman ibu-ibu di Sironjang. Karena pada akhirnya, mengelola keuangan bukan tentang menemukan satu cara yang paling benar. Yang lebih penting adalah menemukan cara yang realistis, sesuai kondisi keluarga, dan dapat membantu setiap keluarga mengatur apa yang mereka miliki dengan lebih sadar dan terencana.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.