• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Caribbean Basin Initiative (CBI) sebagai Kerja Sama Ekonomi Regional

Editor Redaksi
4 Juli 2023
in Kolom Opini

JurnalPost.com – Dilansir dari portal resmi CSIS, Caribbean Basin Initiative (CBI) atau Inisiasi Cekungan Karibia merupakan inisiasi yang dibentuk Amerika Serikat untuk memberikan keterlibatannya dalam perekonomian Karibia. Inisiasi ini diresmikan sejak 1983 melalui Caribbean Basin Economic Recovery Act (CBERA) dan diimplementasikan secara resmi pada 1 Januari 1984. Inisiasi ini selanjutnya diperluas pada tahun 2000 melalui U.S-Caribbean Basin Trade Partnership Act (CBTPA). Ada pun negara-negara yang terlibat dalam inisiasi ini adalah Antigua dan Barbuda, Aruba, Bahama, Barbados, Belize, Kepulauan Virgin Britania Raya, Kosta Rika, Dominika, Republik Dominika, El Savador, Grenada, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Jamaika, Montserrat, Antillen Belanda, Nikaragua, Panama, St. Kitts dan Nevis, St. Lucia, St. Vincent dan Grenadines, Trinidad dan Tobago.

Pada masa Perang Dingin, CBI ini digunakan sebagai inisiasi soft power yang berkompetisi dengan berbagai trobosan Uni Soviet di kawasan, serta berfungsi sebagai alat promosi dan penguat demokrasi di Karibia. Di era ini, CBI berperan untuk menjembatani negara-negara Cekungan Karibia untuk mengakses pasar AS, serta menawarkan program untuk mengkatalisasi pembangunan lokal dan memajukan perekonomian kawasan menuju reformasi liberalisasi. Amerika Serikat dan Amerika Latin memiliki hubungan yang saling ketergantungan terutama dalam sektor ketenagakerjaan da pencegahan migrasi ilegal. Hubungan kedua nya terbentuk melalui pembukaan pasar ekonomi.

CBI sendiri merupakah bagian dari Carter dan Reagan Administration yang selanjutnya difokuskan ke ranah perekonomian. CBI memiliki tujuan yakni memperluas investasi asing dan sektor non tradisional, memperluas pasar ekspor, serta mendiversifikasi ekonomi di negara-negara yang terlibat dalam CBI. Dengan harapan dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan negara-negara berkembang di Amerika Latin. Salah satu upaya dalam mempromosikan liberalisasi perdagangan dan pasar serta kebijakan fiskal khusus adalah dengan membentuk Konsensus Washington pada tahun 1980. Beberapa sektor di Kawasan yang mendapatkan

Salah satu sektor yang sangat diuntungkan dari implementasi CBI adalah sektor pertanian. Banyak negara di Karibia dan Amerika Latin memiliki potensi pertanian yang besar, dan dengan adanya preferensi tarif yang diberikan oleh CBI, produk-produk pertanian dari wilayah ini dapat dengan lebih kompetitif masuk ke pasar Amerika Serikat. Hal ini memberikan peluang bagi petani dan produsen lokal untuk meningkatkan produksi mereka dan meningkatkan pendapatan mereka.

Sektor manufaktur juga telah mendapatkan manfaat dari implementasi CBI. Banyak perusahaan manufaktur di Karibia dan Amerika Latin telah memanfaatkan preferensi tarif yang diberikan oleh CBI untuk meningkatkan ekspor produk mereka ke Amerika Serikat. Dengan adanya akses pasar yang lebih luas, perusahaan-perusahaan ini dapat meningkatkan volume produksi mereka dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

Sektor manufaktur juga telah mendapatkan manfaat dari implementasi CBI. Banyak perusahaan manufaktur di Karibia dan Amerika Latin telah memanfaatkan preferensi tarif yang diberikan oleh CBI untuk meningkatkan ekspor produk mereka ke Amerika Serikat. Dengan adanya akses pasar yang lebih luas, perusahaan-perusahaan ini dapat meningkatkan volume produksi mereka dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

Namun, meskipun implementasi CBI telah memberikan banyak manfaat, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah masalah keberlanjutan program ini. Seiring berjalannya waktu, banyak negara di Karibia dan Amerika Latin telah mengalami perubahan dalam struktur ekonomi mereka, dengan sektor layanan dan pariwisata menjadi sektor yang semakin penting. Oleh karena itu, perlu ada penyesuaian dalam implementasi CBI untuk memastikan bahwa program ini tetap relevan dan efektif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.

Penulis: Kintan Nazhavira
(Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.