
Penulis:
Naila Hanifiyah Slamet Harris
Administrasi Publik Universitas Negeri Yogyakarta
YOGYAKARTA, JurnalPost.com – Di era globalisasi yang serba cepat seperti saat ini, Administrasi Publik menghadapi tantangan untuk tetap efisien tanpa kehilangan jati diri bangsa. Modernisasi birokrasi seringkali hanya diartikan sebagai urusan ganti sistem atau adopsi teknologi secara instan. Di sinilah peran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) hadir sebagai penyaring ideologi yang krusial. PKn memastikan setiap inovasi administratif dan kebijakan publik yang diambil tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila dan konstitusi. Tanpa dasar kewarganegaraan yang kuat, sistem administrasi publik memiliki risiko hanya akan menjadi mesin dingin yang kaku dan kehilangan keterkaitannya dengan sejarah karakter khas masyarakat Indonesia.
Pelayanan publik yang jujur dan bersih bukan hanya sebagai aturan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kebangsaan sudah benar-benar dijalankan, bukan sekedar dihafal. Berbagai masalah seperti korupsi, nepotisme, atau inefisiensi birokrasi sebenarnya muncul dari krisis identitas dan hilangnya rasa tanggung jawab terhadap negara. Administrasi publik bukan hanya membutuhkan orang pintar, tetapi membutuhkan orang yang berintegritas tinggi. Ketika seorang birokrat memahami bahwa tugasnya adalah sebagai amanah untuk menjaga marwah negara, maka standar pelayanan publik akan meningkat dengan sendirinya demi menjaga marwah dan martabat bangsa.
Melihat realitas tersebut, penguatan literasi kewarganegaraan sudah seharusnya berjalan beriringan dengan reformasi birokrasi. Kita membutuhkan administrasi publik yang bisa membuka ruang suara untuk warga negara terlibat secara bermartabat. Kebijakan lahir dari diskusi yang sehat antara pemerintah yang peka dan rakyat yang solutif. Sinergi ini bukan hanya akan menciptakan tata kelola yang modern secara teknis, tetapi juga akan memiliki nasionalisme yang kuat. Hanya dengan cara inilah bagi Indonesia untuk memiliki birokrasi berstandar global yang tetap menjaga jati diri dan martabatnya
Adalah




