
Surabaya, JurnalPost.com – Siswa SLB Khusus Bina Mandiri kembali merasakan keseruan kegiatan bercocok tanam di lingkungan sekolah. Sekolah SLB Bina Mandiri sendiri adalah wadah pembelajaran untuk anak istimewa yang secara khusus memiliki kelainan ataupun penyakit mental seperti Autisme, ADHD, Speech Delay, dan Down Syndorme. Sekolah SLB Khusus Bina Mandiri yang disingkat Biman ini adalah sekolah yang dibawah naungan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S).
Kegiatan bercocok tanam sebagai media belajar anak berkebutuhan khusus ini bukan sekadar belajar menanam, tetapi juga menjadi media belajar yang sangat efektif untuk anak berkebutuhan khusus. Dengan alat sederhana seperti pot, cangkul, dan bibit sayuran. Anak-anak diajak langsung terjun ke dunia pertanian mini, kegiatan ini dibantu oleh kelompok mahasiswa magang program merdeka magang kampus merdeka (MBKM) Universitas 17 Agustus Surabaya salah satunya yaitu Radito Julian Al-Haszmin,kegiatan magang program kampus merdeka ini dilaksanakan selama 4 bulan dari tanggal 3 Maret sampai 20 Juni 2025.
Bercocok tanam terbukti mampu menstimulasi seluruh indera anak. Saat menyentuh tanah, anak-anak belajar mengenal tekstur yang berbeda-beda, sementara saat menyiram tanaman, mereka melatih koordinasi tangan dan mata. Kegiatan ini menjadi terapi alami yang membantu perkembangan sensorik dan motorik mereka secara menyenangkan dan tanpa tekanan. Selain itu, bercocok tanam juga melatih tanggung jawab dan kemandirian. Setiap siswa diberi tugas rutin untuk merawat tanamannya, mulai dari menyiram hingga memantau pertumbuhan. Hal ini membangun rasa percaya diri dan motivasi untuk mencapai hasil, karena anak-anak dapat melihat langsung perkembangan tanaman yang mereka rawat.
Kegiatan ini juga mempererat kerja sama dan interaksi sosial antara guru,murid SLB Khusus Bina Mandiri dan mahasiswa Universitas 17 Agustus Surabaya. Saat berkebun bersama mahasiswa Universitas 17 Agustus Surabaya dan guru, anak-anak belajar berkomunikasi, berbagi tugas, dan saling membantu.
Bagi anak berkebutuhan khusus, pengalaman seperti ini sangat penting untuk melatih keterampilan sosial dan adaptasi dalam lingkungan yang inklusif.
Tak hanya itu, bercocok tanam memberikan manfaat bagi perkembangan mental dan kognitif. Anak-anak dilatih untuk mengikuti instruksi, memecahkan masalah sederhana, dan meningkatkan daya ingat. Mereka juga belajar tentang siklus hidup tanaman, sehingga menambah pengetahuan alam dan sains secara langsung.
Bagi guru SLB Khusus Bina Mandiri Surabaya , kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Metode terbimbing dan pendekatan terstruktur sangat membantu anak berkebutuhan khusus memahami setiap tahapan bercocok tanam, mulai dari menanam hingga merawat tanaman. Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak dapat mengikuti proses dengan baik dan merasakan pencapaian yang membanggakan.
Dengan segala manfaat yang didapat, bercocok tanam di SLB Khusus Bina Mandiri bukan hanya sekadar aktivitas, tetapi juga media belajar yang Holistik (media belajar khusus yang dirancang menyeluruh). Kegiatan ini membekali anak berkebutuhan khusus dengan keterampilan hidup, rasa tanggung jawab, dan kepercayaan diri yang sangat penting untuk masa depan mereka.
Program MBKM ini memberikan pengalam baru untuk saya harapan saya untuk Universitas 17 Agustus Surabaya dan Sekolah Khusus Bina Mandiri selalu menjadi yang terbaik dan selalu sukses untuk kedepannya dan saya berterimaksih sudah menjadi bagian dari kedua instansi tersebut dan ini memberikan pandangan baru untuk saya terhadap anak berkebutuhan khusus ‘ Semoga masa depanmu penuh ruang untuk dimengerti, dicintai dan kamu berhak bahagia, sama seperti anak-anak lainnya’ ujar Radito untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Sekolah SLB Khusus Bina Mandiri
Penulis : Radito Julian Al – Haszmin




