• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Bahaya praktik politik identitas di Indonesia

Editor Redaksi
29 Maret 2024
in Kolom Opini

Opini : Iqbal Fajri Sadewa
Universitas Negri Yogyakarta
 
JurnalPost.com – Politik identitas di Indonesia adalah istilah yang mengacu pada praktik politik yang berfokus pada identitas kelompok, seperti ras, agama, jenis kelamin, dan orientasi seksual, sebagai alat untuk memperoleh pengaruh politik dan kekuasaan. Namun, politik identitas juga dapat menimbulkan bahaya bagi keberagaman dan persatuan masyarakat. Politik identitas yang berlebihan dapat memperkuat perasaan diskriminasi dan pemisahan antarkelompok, memperburuk ketegangan dan memperparah perpecahan di masyarakat. Kebijakan yang tidak inklusif dapat mengarah pada pembuatan kebijakan yang tidak adil bagi kelompok lain. Politik identitas dapat digunakan oleh pemimpin politik untuk memanfaatkan perasaan kelompok tertentu untuk memperoleh dukungan politik dan kekuasaan. Radikalisasi dapat mengarah pada tindak kekerasan dan kebijakan diskriminatif
 
Ketika identitas tertentu dijadikan dasar untuk menentukan hak-hak politik atau ekonomi seseorang, ini dapat menyebabkan ketidakadilan sistemik dan merusak prinsip kesetaraan di dalam masyarakat. Selain itu, politik identitas juga dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin memperoleh kekuasaan dengan memanipulasi sentimen dan emosi massa. Politik indentitas sendiripun juga telah di larang oleh undang-undang sebagaimana telah diatur dalam undang-undang 7 tahun 2017 pasal 280 angka(1) huruf c disebutkan bahwa pelaksana,peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menghina seseorang agama suku ras golongan dan calon atau peserta pemilu yang lain.
 
Dampak buruk lainnya adalah terkikisnya nilai-nilai pluralisme dan toleransi. Politik identitas cenderung menguatkan kesadaran akan perbedaan, tanpa memperhatikan kesamaan dan persamaan yang seharusnya menjadi landasan untuk membangun persatuan. Akibatnya, masyarakat menjadi terpecah-belah, sulit untuk bersatu dalam menghadapi tantangan bersama, dan kerjasama lintas-etnis atau lintas-agama menjadi sulit terwujud. Untuk itu, penting bagi setiap individu dan pemimpin bangsa untuk memahami bahaya politik identitas dan berupaya untuk menghindarinya. Masyarakat perlu diberdayakan untuk melihat satu sama lain sebagai manusia yang sama, dengan hak dan martabat yang sama pula, tanpa harus dibedakan oleh identitas tertentu. Hanya dengan demikian, kita dapat membangun bangsa yang kokoh, inklusif, dan damai.

Demikianlah tulisan opini tentang bahaya politik identitas serta dampak buruk kedepanya untuk bangsa. Semoga tulisan ini dapat membantu meningkatkan pemahaman dan pengertian tentang politik identitas dan bagaimana cara mengelola dan menghadapi isu ini.
 
Referensi :
https://www.kompas. id/baca/opini/2023/09/04/melintas-batas-politik-identitas
https://jurnal. balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/download/400/233
 

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.