
JurnalPost.com – Assessment Center Polda DIY terus berkomitmen meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui evaluasi dan pelatihan. Sebagai pusat penilaian kompetensi, lembaga ini berperan penting dalam menyeleksi dan mengembangkan personel agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Dengan pendekatan berbasis kompetensi, Assessment Center Polda DIY telah menjadi salah satu pusat penelitian yang produktif dan inovatif karena berhasil menyelenggarakan assessment sebanyak 12 kali dan mendapatkan peringkat 3 dengan kategori pelaksana assessment terbanyak se-Indonesia tahun 2024. Keberhasilan ini mencerminkan dedikasi dalam membangun sistem seleksi yang akurat dan efisien, guna memastikan bahwa setiap individu yang mengikuti assessment memiliki kompetensi yang memadai untuk mengemban tugas dan tanggung jawab.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi Assessment Center, yaitu “Terwujudnya SDM Polda DIY yang berkeunggulan”. Untuk mewujudkan visi tersebut, ditetapkan dua misi utama, yaitu mewujudkan SDM Polda DIY yang berkualitas dan berdaya saing serta meningkatkan pelayanan hak yang berkualitas. Visi misi ini menjadi fondasi strategis dalam setiap aktivitas Assessment Center, baik dalam proses seleksi, pengembangan, maupun penempatan personel, sehingga setiap Langkah yang diambil selalu mengarah pada peningkatan kualitas sumber daya menusia secara menyeluruh.
Assessment Center di Polda DIY memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya instrumen penting dalam pengelolaan SDM Polri. Salah satu keunggulan utamanya adalah penerapan sistem penilaian yang objektif dan berbasis kompetensi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2016 tentang sistem manajemen kinerja pegawai negeri pada Polri. Penilaian dilakukan secara profesional dengan prinsip objektivitas, akuntabilitas, transparansi, dan independensi, serta dilaksanakan berdasarkan kebutuhan organisasi.
Penilaian ini mengadopsi pendekatan multi metode (multi tools) dan multi assessor, yang memungkinkan analisis menyeluruh dari berbagai aspek, seperti potensi, karakter, kompetensi teknis, dan kepemimpinan. Metode yang digunakan meliputi tes psikometri, wawancara berbasis perilaku, in-tray exercise, diskusi kelompok tanpa pemimpin (LGD), presentasi, permainan, hingga simulasi kasus dan role play. Pendekatan ini memberikan gambaran menyeluruh dan mendalam terhadap kesiapan individu dalam mengemban tanggung jawab kepolisian.
Seiring dengan perjalanan waktu, peningkatan kompetensi SDM juga sangat diperlukan untuk memastikan kualitas SDM yang tetap optimal dengan menerapkan metode pelatihan yang tepat dan berkelanjutan. Beberapa strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapan SDM dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya yaitu:
1. Pelatihan internal dan program mentorship yaitu, melibatkan staf senior sebagai mentor, transfer pengetahuan dan keterampilan. Selain dapat membangun hubungan kerja antar anggota, metode ini lebih hemat biaya karena tidak memerlukan pelatih eksternal.
2. Pemanfaatan teknologi dalam pelatihan seperti e-learning, webinar, dan kursus online. Metode ini memberikan fleksibilitas bagi karyawan untuk belajar kapan saja tanpa mengganggu aktivitas operasional. Materinya pun juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
3. On the Job Training (OJT). OJT memungkinkan anggota belajar langsung di tempat kerja dengan bimbingan supervisor berpengalaman. Metode ini efektif meningkatkan keterampilan teknis dan non-teknis, serta membangun kepercayaan diri.
Dengan menerapkan strategi ini, Assessment Center Polda DIY dapat terus mengembangkan SDM yang kompeten dan adaptif, menciptakan lingkungan kerja yang lebih inovatif dan produktif.
Assessment Center Polda DIY juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung melalui program magang. Salah satunya adalah Devita Alfian Nurfiana dari Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Tujuan dari program magang ini adalah untuk memberikan pengalaman praktis terkait pengelolaan sumber daya manusia, khususnya dalam proses assesment kompetensi di lingkungan Polri, serta mengasah kemampuan teknis dan non-teknis yang relevan dengan dunia kerja. Melalui program magang ini, tidak hanya mendapatkan wawasan mendalam tentang sistem penilaian kompetensi, tetapi juga mengembangkan keterampilan analisis, manajemen data, dan kerja sama tim.
Assessment Center Polda DIY memberikan kesempatan mahasiswa magang untuk terlibat langsung dalam proses assesment mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan hasil assessment, termasuk dalam penyusunan kamus kompetensi berdasarkan Perkap No. 5 Tahun 2016. Selain itu, turut mempelajari dan mengamati berbagai metode assesment seperti tes psikometri, in-tray, LGD, dan wawancara berbasis perilaku, serta berkontribusi dalam pengawasan jalannya ujian dan mendokumentasikan proses assessment secara menyeluruh. Dalam hal keterampilan analisis, dilibatkan dalam penyusunan laporan individu yang memuat interpretasi hasil evaluasi dari peserta assessment. Proses ini menuntut ketelitian dalam membaca data psikologis dan mencocokkannya dengan indikator kompetensi yang relevan serta mencatat secara detail paparan peserta saat LGD untuk membantu para assessor mengambil keputusan yang objektif dalam proses integrasi penilaian.

Kemampuan manajemen data dikembangkan melalui pekerjaan administratif seperti penginputan nilai akhir, penyusunan daftar hadir, pengarsipan dokumen penting dari pra hingga pasca-assessment, serta penyusunan surat keputusan yang harus melalui tahapan verifikasi dan persetujuan dari berbagai pejabat internal Polda DIY. Proses ini menuntut untuk bekerja secara sistematis, teliti, dan memahami alur kerja birokrasi di institusi besar. Sementara itu, kerja sama tim terbangun melalui kolaborasi intensif dengan staf Subbag Kompeten, baik dalam persiapan assessment, pengawasan teknis, maupun pelaporan. Mahasiswa harus berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti assessor, teknisi, dan mentor, serta belajar menyelesaikan tugas dalam situasi yang menuntut efisiensi dan ketepatan waktu. Interaksi yang intens dengan tim juga melatih kemampuan komunikasi dan adaptasi dalam lingkungan kerja yang dinamis.
Penulis : Devita Alfian Nurfiana
Eko Yulianto




