• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Apakah Pemberian Hadiah Masih Efektif Untuk Perkembangan Siswa?

Editor Redaksi
4 Desember 2025
in Kolom Opini

Email:[email protected]
Fajar Ikhsanudin/292025066

JurnalPost.com – Kurang efektif menurut saya karena hadiah hanya membuat siswa termotivasi sesaat karena ingin mendapat imbalan, bukan karena ingin belajar tetapi untuk kepuasan diri sendiri, namun boleh saja memberikan hadiah kepada siswa untuk penyemangat tapi jangan terlalu sering diberikan, jika terlalu sering diberikan siswa menjadi tidak punya motivasi dari diri sendiri dan hanya melakukan tindakan kalau ada hadiah.

Lebih baik membangun motivasi intrinsik melalui perhatian,dukungan, dan umpan balik yang tulus agar siswa belajar karena sadar pentingnya belajar, bukan demi hadiah.
Berdasrkan teori BF.Skinner menjelaskan bahwa perilaku manusia dibentuk oleh konsekuensi ataupun tindakan, dimana perilaku yang diberi penguatan (baik penguatan positif berupa pemberian sesuatu yang menyenangakan atau penguatan negatif berupa penghilangan hal yang tidak menyenangkan).

Akhirnya perubahan perilaku terjadi bukan karena proses tapi karena apa yang terjadi setelah perilaku itu muncul. Teori ini juga dikritik karena terlalu fokus pada perilaku yang tampak dan kurang memperhatikan emosi serta motivasi instrinsik peserta didik.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.