• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

ANCAMAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) PADA GENERASI Z DI DUNIA PENDIDIKAN

Editor Redaksi
25 Maret 2024
in Kolom Opini

Oleh: Muhammad Ziqri Nursyam

JurnalPost.com – Generasi Z merupakan generasi yang tumbuh beriringan dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan. Generasi Z lahir pada tahun 1996 – 2010. Dalam Pendidikan, penerapan AI memberikan dampak yang cukup signifikan, tetapi juga menimbukan ancaman-ancaman yang sangat berpengaruh pada generasi ini. Dari ancaman-ancaman tersebut, kita sebagai generasi yang sadar akan hal tersebut harus tanggap dan tentunya harus memiliki solusi-solusi yang efektif serta bijaksana.

Menurut penulis, ancaman-ancaman AI sangatlah berpengaruh pada pendidikan. Dengan adanya ancaman-ancaman tersebut, sudah sebaiknya kita mencari solusi dan menyebarkannya pada khalayak luas. Dalam artikel “Ancaman dan Peluang Artificial Intelligence (AI)” yang ditulis oleh Siti Masrichah. Setiap ancaman dari Aritifical Intelligence (AI) selalu menemuka solusi yang efektif untuk dilakukan.

I. ANCAMAN
Menurut penulis, berikut adalah bagaimana solusi-solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi ancaman ketergantungan pada teknologi, kesenjangan digital, keamanan dan privasi data, serta perubahan fokus pembelajaran akibat penggunaan kecerdasan buatan dalam pendidikan:

1. Kesenjangan Digital
Menurut Mitchell et al, 2019, banyak penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan telah dilakukan dalam konteks ancaman dan peluang AI. Berbagai kekhawatiran etis terkait penggunaan AI, termasuk masalah diskriminasi dan bias dalam sistem AI yang dapat memperburuk kesenjangan sosial.

2. Ketergantungan pada Teknologi:
Tantangan ketergantungan pada teknologi dan pengurangan keterampilan kritis, berkolaborasi, dan memecahkan masalah mandiri juga dapat timbul. Oleh karena itu, perlu adanya keseimbangan antara penggunaan teknologi AI dan pengembangan keterampilan esensial lainnya.

3. Keamanan dan Privasi Digital:
Pentingnya etika AI dan perlindungan privasi dalam menghadapi tantangan masa depan AI. Mereka menekankan perlunya mengembangkan kerangka kerja hukum dan etika yang berfokus pada keadilan, transparansi, dan akuntabilitas untuk mengatasi potensi penyalahgunaan dan ancaman terhadap privasi (Floridi et al., 2018). Hal ini juga didukung oleh artikel yang berisi mengenai “Penggunaan AI dalam pengumpulan dan analisis data pribadi membawa risiko yang signifikan terkait dengan privasi individu. Algoritma AI yang kompleks dan canggih dapat menganalisis data pribadi dengan sangat detail, mengidentifikasi pola, dan menghasilkan wawasan yang berharga. Namun, ini juga berarti bahwa ada potensi untuk mengungkapkan informasi sensitif, seperti informasi keuangan, kesehatan, preferensi pribadi, atau data identitas, tanpa izin atau pengetahuan individu yang bersangkutan.”

4. Perubahan Fokus Pembelajaran:
Perubahan fokus pembelajaran akibat AI pada Generasi Z mencakup peningkatan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, pengembangan keterampilan teknis, dan perubahan dalam pendekatan pembelajaran secara keseluruhan. Tetapi, menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan pengembangan keterampilan esensial lainnya tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi.

II. SOLUSI

1. Ketergantungan pada Teknologi:
• Solusi: Pendidikan tentang penggunaan teknologi yang sehat dan seimbang, serta penekanan pada pengembangan keterampilan non-teknis.
• Implementasi: Melibatkan siswa dalam kegiatan non-teknologi seperti olahraga, seni, dan kegiatan sosial, mengintegrasikan pelajaran tentang etika penggunaan teknologi dalam kurikulum, dan menyediakan panduan penggunaan teknologi yang sehat kepada siswa.

2. Kesenjangan Digital:
• Solusi: Peningkatan akses inklusi untuk mencegah kesenjangan digital, seperti menyediakan perangkat dan akses internet kepada siswa yang membutuhkannya.
• Implementasi: Program subsidi perangkat dan akses internet, kerja sama dengan penyedia layanan internet untuk menyediakan akses internet murah atau gratis bagi keluarga dengan pendapatan rendah, dan pengadaan perangkat komputer di sekolah untuk digunakan oleh siswa.

3. Keamanan dan Privasi Digital:
• Solusi: Penerapan kebijakan privasi yang ketat dan penggunaan alat keamanan data yang andal.
• Implementasi: Membuat kebijakan privasi yang jelas dan memastikan bahwa semua data siswa disimpan dan diakses dengan aman, menyediakan pelatihan tentang keamanan data bagi staf sekolah, dan menggunakan alat keamanan seperti enkripsi data dan otentikasi dua faktor.

4. Perubahan Fokus Pembelajaran:
• Solusi: Pengembangan kurikulum yang seimbang antara teknologi dan keterampilan tradisional.
• Implementasi: Mendorong pengembangan keterampilan kritis, kreatif, dan kolaboratif melalui pembelajaran praktis dan proyek, mengintegrasikan teknologi sebagai alat bantu dalam pembelajaran, dan memberikan pelatihan kepada guru tentang cara mengintegrasikan teknologi dengan baik dalam kurikulum mereka.

Dengan menerapkan solusi-solusi ini, diharapkan dapat mengurangi ancaman ketergantungan pada teknologi, kesenjangan digital, masalah keamanan dan privasi digital, serta perubahan fokus pembelajaran dalam konteks penggunaan kecerdasan buatan dalam pendidikan. Hal ini akan membantu memastikan bahwa Generasi Z dapat memanfaatkan teknologi AI secara optimal dalam proses pembelajaran, sambil tetap menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan pengembangan keterampilan esensial lainnya.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.