• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

ANALISIS STUDI KELAYAKAN BISNIS “TOKO KELONTONG ERNA”

Editor Redaksi
21 Juni 2023
in Makalah

DOWNLOAD FILE

Dhina Safrina
Orchid id Author: 0009-0009-9279-2394
[email protected]
Muhammad Taufiq Abadi, MM
Orchid en Lecturer Supervisor: 0000-0001-9705-7756

Faculty of Economics and Business, State Islamic University K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Indonesia

Abstract
This study aims to determine the feasibility of Erna Grocery Store. This shop is located in Jetak Lengkong Village, Wonopringgo District, Pekalongan Regency. This study uses a qualitative approach. This study uses two sources in data collection, namely primary sources (interviews and observations) and secondary sources (references from previous journals/research). The feasibility analysis method used in this study is the Marketing Mix Analysis with a qualitative approach. The results showed that the Erna Grocery Store in Jetak Lengkong Village from the marketing aspect was declared feasible because the products sold were of good quality and the products were a mandatory requirement for many people, the location of the store was strategic and easy to reach by consumers, the promos given were sufficient to provide customer loyalty, as well as distributors of goods from direct agents and from traditional markets so that the prices of the products sold are affordable and can be purchased by all groups. Selain itu, dari sisi keuangan bisnis ini layak dijalankan karena memiliki potensi keuntungan yang cukup besar dengan ROI sebesar 6.400% dan NPV sebesar 170.643,50.

Keywords: Kelontong, Marketing Mix, Business Feasibility Study

1. PENDAHULUAN
Seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia, semakin banyak bermunculan bisnis ritel, mulai dari minimarket, supermarket, dan hypermarket. Hal ini berdampak pada semakin banyaknya bisnis ritel yang memberikan akses konsumen ke pilihan belanja yang semakin banyak. Kios-kios kecil di lingkungan sekitar terkena dampak positif dan negatif dari pesatnya pertumbuhan bisnis ritel seperti minimarket di kawasan pemukiman. Persepsi masyarakat terhadap penurunan penjualan dan penurunan pelanggan akibat munculnya pasar kontemporer seperti Indomart dan Alfamart (Muhzinat & Achiria, 2019).

Dengan menjamurnya minimarket baru ini, pelanggan sering disuguhi lingkungan belanja yang nyaman, ber-AC, sejuk, luas, buka sepanjang hari. Konsumen sering menemukan lingkungan yang panas dan kotor di pasar tradisional atau toko kelontong, dan seringkali tidak ada jaminan atas barang yang dibeli. Seiring dengan penyesuaian tersebut, perilaku konsumen berkembang akibat konsumen lebih memperhatikan kualitas produk yang hendak dibelinya. Alhasil, mereka mencari kemudahan, kepuasan, fasilitas lengkap, kepastian harga, dan kebebasan memilih produk yang diinginkan.

Menurut Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSI), Ngadiran mengatakan, bahwa “minimarket” adalah jenis rayap pasar yang paling membahayakan. Mereka merusak tatanan ekonomi kerakyatan yang paling nyata. Bayangkan, ketika masyarakat akan pergi ke pasar tradisional atau Toko terdekat, mereka akan lebih “terpesona” berbelanja di minimarket yang menjual berbagai kebutuhan, dengan harga relatif murah dan tempat yang nyaman. Dengan kondisi seperti itu keberadaan pedagang kelontong semakin terhimpit dalam persaingan yang ketat (Rustandi et al., 2020).

Berdasarkan persaingan yang sudah dipaparkan diatas, maka pemilik toko kelontong harus memperhatikan beberapa hal, antara lain memperbaiki dekorasi bangunan fisik; penampilan pelayan; kebersihan; keramahan; dan ketangkasan dalam menggunakan modal untuk melayani pembeli dengan baik. Toko kelontong di Desa-desa, juga disebut sebagai Toko eceran, melayani berbagai kebutuhan rumah tangga dan membutuhkan sedikit modal. Keberhasilan pemasaran suatu perusahaan tidak hanya diukur dari berapa banyak pelanggan yang dapat dikelolanya, tetapi juga seberapa baik perusahaan dapat mempertahankan pelanggan tersebut. Puas atau tidaknya pelanggan tergantung pada kualitas layanan yang mereka terima. sumber daya manusia yang memadai, sehingga terlihat proses pelayanan yang rumit (Efendi et al., 2022).

Menurut Anggraeni, UMKM seperti toko kelontong belum berkembang secara maksimal karena pemiliknya kurang memiliki pengetahuan di bidang produksi dan pemasaran serta pertumbuhan usaha yang tidak stabil. Hal ini didukung oleh temuan Intania, dkk yang menemukan bahwa produk dan promosi berpengaruh besar terhadap pembelian dalam penelitiannya Analisis Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Kopi Starbucks di Jakarta (Intania et al., 2021). Hal ini artinya semakin banyak variasi produk yang ditawarkan maka penjualan atau minat konsumen akan meningkat. Begitu juga jika promosi yang dilakukan lebih inovatif dan menarik maka penjualan pun akan meningkat. Saat ini, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) telah berhasil membangkitkan 58,97 juta penduduk Indonesia dan merupakan salah satu kekuatan di balik pertumbuhan ekonomi negara. (Ianta & Sungkowo, 2020).

Toko kelontong Erna dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan jenis usaha yang menjual sembako dan kebutuhan lainnya ke lingkungan sekitar. Toko Kelontong Erna berada di Desa Jetak Lengkong, Kecamatan Wonnopringgo, Kabupaten Pekalongan, dekat dengan rumah warga yang cukup padat di jalan raya yang ramai dan mudah dijangkau oleh masyarakat umum. Kebutuhan sehari-hari seperti sembako, makanan, minuman ringan, rokok, alat tulis, alat kebersihan, dan barang lainnya dijual di Toko Kelontong Erna.

2. METODE PENELITIAN
Penelitian kualitatif merupakan jenis analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Peneliti berfungsi sebagai instrumen kunci dalam metode penelitian kualitatif, yang digunakan untuk meneliti kondisi obyek yang alamiah. Teknik pengumpulan data dilakukan triangulasi, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna daripada generalisasi.

Penelitian ini menggunakan 2 jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang bersumber internal yang didapatkan secara langsung melalui pelaksanaan observasi, yaitu pengamatan secara langsung, dan wawancara. Sedangkan data sekunder bersumber eksternal yang didapat melalui referensi dari luar, baik artikel, jurnal, dan lainnya. Data primer dari penelitian ini diperoleh dari hasil observasi dan wawancara kepada 5 informan, sedangkan data sekunder dari penelitian ini didapatkan dari literatur atau referensi seperti jurnal, digital book, dan penelitian terdahulu.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Kelayakan terhadap Aspek Pasar dan Pemasaran

a) Analisis Permintaan Pasar

Toko kelontong erna menjual sembilan bahan pokok atau biasa disebut sembako yang merupakan kebutuhan sehari-hari yang wajib untuk dipenuhi. Sehingga permintaan pasar terhadap sembako akan selalu tinggi karena barang yang dijual selalu dibutuhkan oleh banyak orang setiap harinya, seperti gula, beras, minyak goreng, sabun, dan sebagainya.
b) Analisis Pesaing

Pesaing Toko Kelontong Erna yaitu Toko-Toko kelontong lain yang berada disekitarnya seperti Toko Hafiz, Toko Asep. Dan Toko Nafil. Tidak hanya itu,menjamurnya mini market di era sekarang juga menjadikan pesaing berat bagi Toko Kelontong Erna.

c) Analisis Segmentasi, Target Pasar, dan Posisi Pasar
1) Segmentasi

• Segmentasi Geografis
Segmentasi Toko Kelontong Erna meliputi daerah Wonopringgo seperti Desa Jetak Lengkong, Desa Gondang, Desa Lengkong, Desa Wonokeri, Desa Sampih, dan daerah-daerah lain yang masih berada dalam wilayah Wonopringgo.

• Segmentasi Demografis
Segmentasi Demografis Toko Kelontong Erna adalah Konsumen anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia (kira-kira sekitar usia 4-60 tahun), berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, dari suku manapun, beragama apapun, baik yang mendapatkan Pendidikan maupun tidak, dan dari kelas ekonomi menengah ke bawah dan menengah ke atas.

• Segmentasi Psikografis
Segmentasi Psikografis Toko Kelontong Erna adalah semua konsumen mulai dari kalangan bawah, menengah, dan atas yang membutuhkan produk-produk sembako dan produk-produk lainnya seperti alat tulis, alat kebersihan, dan sebagainya.

2) Target Pasar
Berdasarkan segmennya, target yang dituju dalam pemasaran Toko Kelontong Erna adalah orang-orang yang berada di sekitar lingkungan tokonya, baik warga sekitar maupun orang-orang yang melewati jalan raya yang membutuhkan sembako, rokok, alat tulis, sabun, makanan dan minuman ringan, dan sebagainya. Selain itu, target pasar dari Toko Erna yaitu semua orang baik dari kalangan bawah, menengah maupun atas, dengan rentang usia mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, serta dari semua gender bsik laki-laki maupun perempuan.

3) Posisi Pasar
Berdasarkan hasil wawancara kepada 5 informan, dapat diketahui bahwa posisi pasar yang digunakan oleh Toko Kelontong Erna di Desa Jetak Lengkong adalah untuk menyediakan berbagai macam produk sehari-hari yang dibutuhkan dengan harga yang kompetitif dan pelayanan yang baik. Untuk memperkuat posisinya, Toko Kelontong Erna berusaha membangun kepercayaan konsumen agar konsumen selalu ingat untuk melakukan pembelian di Toko Erna, dengan cara memberikan pelayan yang terbaik untuk konsumen, melayani dengan ramah dan secepat mungkin, memberikan saran kepada konsumen terhadap suatu produk dan membantu mereka untuk mencarikan produk yang tidak dimiliki Toko, sehingga konsumen akan selalu nyaman melakukan pembelian di Toko Kelontong Erna

Marketing Mix
Dalam menjalankan bisnisnya, Toko Kelontong Erna telah menerapkan strategi bauran pemasaran atau lebih dikenal dengan marketing mix. Dalam bauran pemasaran ada 4 unsur, yaitu: product (produk), price (harga), place (tempat/wilayah lokasi) dan promotion (promosi).

a. Product (Produk) Toko Kelontong Erna
Menurut Kotler dan Armstrong produk adalah kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada target pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, acara, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide (Bisnis et al., 2017). Berdasarkan keterangan dari kelima informan penelitian, maka produk-produk yang ditawarkan adalah bahan-bahan kebutuhan pokok sehari-hari, termasuk sembako, makanan dan minuman ringan, rokok, alat tulis, alat kebersihan, dan sebagainya. Produk utama yang dijual di Toko Erna yaitu sembako seperti beras, gula, gandum, minyak goreng, garam, dan lain-lain.

b. Price (harga) Toko Kelontong Erna
Menurut Kotler & Armstrong Harga adalah jumlah uang yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan produk (Bisnis et al., 2017). Berdasarkan keterangan dari kelima informan penelitian harga dari produk-produk yang ditawarkan di Toko Erna mulai kisaran Rp5.00,- hingga lebih dari Rp50.000,-, tergantung jenis produk dan jumlah pembeliannya.

c. Place (tempat) Toko Kelontong Erna
Menurut Kotler dan Armstrong tempat meliputi kegiatan perusahaan untuk membuat produk tersedia bagi konsumen yang menjadi target (Bisnis et al., 2017). Sesuai dengan segmentasi geografis Toko Kelontong Erna, keterangan dari kelima informan penelitian juga menunjukkan bahwa Toko Kelontong Erna berada di Desa Jetak Lengkong Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan.

d. Promotion (promosi)
Menurut Kotler & Armstrong Promosi adalah aktivitas untuk memperkenalkan dan mengkomunikasikan manfaat produk dan membujuk konsumen sasaran untuk membelinya (Bisnis et al., 2017). Berdasarkan hasil wawancara kepada Ibu Erna, Toko Kelontongnya telah menerapakan sales promotion dalam kegiatan pemasarannya, yaitu berupa diskon dan bonus. Diskon diberikan pada saat konsumen membeli produk dalam jumlah banyak. Selain itu, Toko Kelontong Erna juga menawarkan premi dalam bentuk bonus produk tertentu untuk pembelian produk dengan jumlah besar, biasanya bonus ini dilakukan pada Bulan Ramadhan tepatnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kedua strategi promosi tersebut digunakan Toko Erna untuk menarik perhatian konsumen dan untuk membuat konsumen senang berbelanja di Toko Erna.

e. Procces
Stock produk sembako dalam toko Erna didapatkan dari belanja langsung dari pasar tradisional dan agen/ sales yang memberikan stock langsung ke toko. Kemudian untuk pengeluaran barangnya menggunakan metode FIFO (First In First Out) artinya barang yang pertama kali masuk akan dijual pertama juga. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar produk-produk yang dijual ataupun stock yang ada di Toko Erna tidak kadaluwarsa.

Analisis Keuangan (Financial)
Toko Kelontong Erna adalah sebuah toko kelontong yang sudah berdiri mulai tahun 2008. Modal awal yang digunakan dalam membuka toko kelontong ini yaitu Rp. 750.000.- Adapun untuk biaya modal ini digunakan untuk membeli peralatan dagang (seperti lemari susun besar dan kecil serta gunting) dan barang dagangan. Untuk membuktikan layak atau tidaknya bisnis kelontong ini, dapat dilihat melalui analisis keuangan sebaga berikut

a. Rasio Biaya Operasional Terhadap Penjualan
Rasio ini mengukur seberapa besar biaya operasional yang dikeluarkan untuk menghasilkan pendapatan. Semakin rendah rasio ini, semakin baik kinerja keuangan perusahaan.
Biaya operasional per bulan = Rp. 100.000
Pendapatan per tahun = Rp. 168 juta
Biaya operasional per tahun = Rp. 100.000 x 12 bulan = Rp. 1,2 juta
Rasio biaya operasional terhadap penjualan = (Biaya operasional per tahun ÷ Pendapatan per tahun) x 100%

= (Rp. 1,2 juta ÷ Rp. 168 juta) x 100% = 0,71%

Rasio biaya operasional terhadap penjualan yang rendah menunjukkan bahwa toko kelontong mampu menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi daripada biaya operasional yang dikeluarkan, yang merupakan hal yang baik untuk kinerja keuangan.

b. Rasio Keuntungan Bersih terhadap Penjualan
Rasio ini mengukur seberapa besar keuntungan bersih yang dihasilkan perusahaan dari setiap penjualan yang dilakukan. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik kinerja keuangan perusahaan.

Pendapatan bersih per tahun = Rp. 48 juta
Pendapatan per tahun = Rp. 168 juta

Rasio keuntungan bersih terhadap penjualan = (Pendapatan bersih per tahun ÷ Pendapatan per tahun) x 100%

= (Rp. 48 juta ÷ Rp. 168 juta) x 100% = 28,57%

Rasio keuntungan bersih terhadap penjualan yang tinggi menunjukkan bahwa toko kelontong mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari setiap penjualan yang dilakukan, yang merupakan hal yang baik untuk kinerja keuangan.

c. Tingkat Pengembalian Investasi (Return on Investment/ROI)
Analisis pengembalian investasi (ROI) dilakukan untuk menentukan persentase keuntungan yang dihasilkan oleh usaha toko kelontong Erna dibandingkan dengan modal awal yang diinvestasikan.
ROI = (Keuntungan Bersih / Modal Awal) x 100%
ROI = (48.000.000 / 750.000) x 100%
ROI = 6.400%

Dari hasil analisis pengembalian investasi, diperoleh nilai ROI sebesar 6.400%. Artinya, setiap tahunnya usaha toko kelontong Erna menghasilkan keuntungan sebesar 6.400% dari modal awal yang diinvestasikan. Hal ini menunjukkan bahwa usaha toko kelontong Erna dapat memberikan pengembalian investasi yang cukup besar dan menguntungkan.

d. Analisis NPV
Berikutnya adalah melakukan analisis NPV (Net Present Value) untuk menentukan nilai sekarang dari aliran kas yang dihasilkan oleh usaha toko kelontong Erna. Dalam analisis ini, diperkirakan suku bunga diskonto sebesar 10%.

NPV = -750.000 + (48.000.000/(1+0,1)^1) + (48.000.000/(1+0,1)^2) + (48.000.000/(1+0,1)^3) + (48.000.000/(1+0,1)^4) + (48.000.000/(1+0,1)^5) + (48.000.000/(1+0,1)^6) + (48.000.000/(1+0,1)^7) + (48.000.000/(1+0,1)^8) + (48.000.000/(1+0,1)^9)
NPV = -750.000 + 33.316.218,06 + 30.287.470,97 + 27.534.973,61 + 25.034.521,46 + 22.764.110,42 + 20.704.591,29 + 18.838.463,90 + 17.150.738,09 + 15.627.735,54
NPV = 170.643,50

Hasil analisis NPV menunjukkan bahwa toko kelontong Erna menghasilkan nilai sekarang positif sebesar 170.643,50. Ini menunjukkan bahwa usaha toko kelontong Erna layak untuk dijalankan karena menghasilkan keuntungan yang cukup besar dengan nilai sekarang positif.

Dengan demikian, berdasarkan analisis studi kelayakan bisnis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa usaha toko kelontong Erna layak untuk dijalankan. Usaha ini memiliki potensi keuntungan yang cukup besar dengan ROI sebesar 6.400% dan NPV sebesar 170.643,50. Namun, perlu diingat bahwa studi kelayakan bisnis ini hanya berdasarkan pada data dan asumsi yang tersedia saat ini, sehingga perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi terus-menerus dalam pengelolaan usaha agar tetap berjalan dengan baik dan menguntungkan.

4. PENUTUP
Berdasarkan hasil pembahasan diatas menunjukkan bahwa Toko Kelontong Erna Di Desa Jetak Lengkong dari aspek pemasaran dinyatakan layak karena produk yang dijual memiliki kualitas yang baik serta produk-produknya menjadi kebutuhan wajib bagi banyak orang, lokasi toko strategis dan mudah dijangkau konsumen, promo yang diberikan cukup memberikan keloyalan pelanggan, serta distributor barangnya dari agen langsung dan dari pasar tradisional sehingga harga produk yang dijual terjangkau dan bisa dibeli oleh semua kalangan. Selain itu, dari sisi keuangan bisnis ini layak dijalankan karena memiliki potensi keuntungan yang cukup besar dengan ROI sebesar 6.400% dan NPV sebesar 170.643,50.

5. UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada kampus, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dosen Pengampu mata kuliah studi kelayakan bisnis, serta keluarga dan teman-teman yang telah memberi support dalam penyelesaian tulisan ini.

6. REFERENSI
Bisnis, P. M., Manajemen, P. S., Petra, U. K., & Siwalankerto, J. (2017). ANALISIS SEGMENTING , TARGETING , POSITIONING DAN MARKETING MIX PADA PT . MURNI JAYA. 5(1).
Efendi, F. K., Lasmawan, I. W., & Suastika, I. N. (2022). STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KELONTONG DI WILAYAH PEDESAAAN BONTO JAYA (Studi kasus Bonto Jaya). Jurnal Darma Agung, 30(2), 749–760.
Ianta, I. F., & Sungkowo, A. B. (2020). Analisis Kelayakan Pengembangan Bisnis dan Rancangan Bisnis Model Kanvas “Toko Kelontong Riani.” Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research., 4(4), 2598–8700. http://journal.stmikjayakarta.ac.id/index.php/jisamarTelp.+62-21-3905050
Intania, H., Nobelson, & Suharyati. (2021). Analisis Marketing Mix terhadap Keputusan Pembelian Starbucks Coffee di Jakarta. Konferensi Riset Nasional Ekonomi Manajemen Dan Akuntansi, 2(1), 1457–1470. https://conference.upnvj.ac.id/index.php/korelasi/article/view/1165
Muhzinat, Z., & Achiria, S. (2019). Dampak Keberadaan Minimarket terhadap Toko Kelontong di Pasar Klampis Kabupaten Bangkalan Madura. IQTISHADIA Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah, 6(2), 203–211. https://doi.org/10.19105/iqtishadia.v6i2.2448
Rustandi, A. A., Harniati, & Kusnadi, D. (2020). Jurnal Inovasi Penelitian. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(3), 599–597.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

Editor Redaksi
24 Oktober 2024
0

Mata Kuliah : Bisnis Ekowisata Dosen Pengampu : Garsione Agni Andrea. S.Pd., M.Sc. Disusun Oleh : Yuni Eka Qotrunnada ​​(21045010076)...

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Ade Rizky Anantya1, Natalia Cristina Saragih2, Oktaviani Lumban Raja3, Dra. Berlianti, MSP4. Universitas Sumatera Utara Abstrak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial...

Pengaruh Asuransi Kesehatan Terhadap Kualitas Hidup Pekerja Informal Di Kota Medan

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Oleh: Elsi Apulina Br Tarigan (210902100), Mutiara Violanda Sinaga (210902026), Rizki Ananda (200902092) PENDAHULUAN Asuransi kesehatan merupakan salah satu hal...

Dinamika Pertamini: Studi Kasus Tentang Larangan Penjualan BBM Eceran Di Kota Samarinda, Kalimantan Timur

Editor Redaksi
3 September 2024
0

Jalu Aji Yodha Pradana, Nim. 2202016004 Administrasi Publik, Fisipol Universitas Mulawarman Email: [email protected] Masalah Utama Permasalahan penggunaan bahan bakar minyak...

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Editor Redaksi
19 Juli 2024
0

Ahmad Rasul Mahbubi 1)  Osinta Eka Febianti 2)  Muhammad Jamaluddin3) 1)Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.