• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Aktifkan Sebelum Liburan!

Editor Redaksi
10 Desember 2025
in Artikel

Oleh: Hairuz Zuhri

JurnalPost.com – Akhir tahun akan segera tiba. Jalanan semakin ramai, pusat perbelanjaan dipadati keluarga yang berburu hadiah untuk Natal, dan kalender kerja menunjukkan bahwa libur panjang semakin dekat. Anak-anak sekolah sudah tidak sabar menantikan libur semester, sementara para orang tua mulai memadukan rencana cuti, perjalanan keluarga, dan persiapan akhir tahun.

Di beberapa ruang kerja pun, percakapan terkait laporan rapat disisipi diskusi mengenai tiket pesawat, booking hotel, hingga agenda kumpul bersama keluarga besar. Banyak yang sudah membayangkan pagi yang lebih santai, malam yang penuh cerita, dan perjalanan ke kampung halaman yang menyegarkan pikiran.

Namun, di balik euforia menyambut akhir Desember, ada satu hal yang perlu mendapat perhatian tetapi sangat penting untuk kenyamanan awal tahun nanti: persiapan SPT Tahunan Tahun Pajak 2025.

Persiapan Liburan…?, Ada Administrasi yang Tak Boleh Tertinggal

Bagi banyak keluarga, libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 akan bertepatan dengan libur sekolah yang panjang. Para orang tua mulai menyesuaikan jadwal: kapan mulai libur, kapan berangkat, kapan kembali bekerja, dan bagaimana mengatur aktivitas selama liburan.

Sementara itu, di kantor-kantor, terutama bagian keuangan dan pajak, suasana mulai padat. Tutup buku perusahaan di akhir bulan Desember, persiapan rekonsiliasi awal tahun, dan berbagai laporan internal harus segera beres sebelum semua bergeser ke mode liburan.

Di momen inilah, Direktorat Jendeal Pajak (DJP) sudah mewanti-wanti sejak jauh hari: aktivasi akun Coretax harus selesai sebelum akhir tahun 2025, karena seluruh proses pelaporan SPT Tahunan 2025 akan menggunakan sistem ini sepenuhnya pada 2026 nanti.

Namun kenyataannya, justru di bulan Desember ini masih banyak wajib pajak yang menunda dengan alasan:

“Nanti saja setelah pulang dari liburan.”
“Nanti aja sekalian laporan.”
“Baru aktifin Januari juga masih sempat.”

Padahal, penundaan kecil itu bisa menjadi sumber stres besar ketika kembali dari liburan.

Aktivasi Coretax di Tengah Rencana Liburan

  1. Coretax adalah pintu masuk utama pelaporan SPT 2025

Mulai Tahun Pajak 2025, semua pelaporan baik pribadi maupun badan dilakukan melalui ekosistem Coretax. Artinya, akun harus aktif sebelum Anda bisa:

  • mengisi SPT Tahunan,
  • mengunggah dokumen,
  • melakukan klarifikasi data,
  • atau menandatangani laporan secara elektronik.
  1. Aktivasi membutuhkan validasi identitas

Meski tidak rumit, proses aktivasi tetap memerlukan:

  • akses ke email aktif,
  • konfirmasi melalui tautan,
  • pengisian profil,
  • serta sinkronisasi data wajib pajak.

Jika dilakukan saat sedang bepergian atau saat akses internet terbatas, prosesnya bisa menghambat rencana liburan.

  1. Kode otorisasi adalah kunci operasional sistem Coretax

Tanpa kode otorisasi DJP, wajib pajak tidak dapat:

  • mengesahkan SPT,
  • mengirim permohonan administrasi,
  • ataupun melakukan otorisasi dokumen elektronik.

Kode ini harus diamankan sejak awal, bukan dicari saat tenggat semakin dekat.

  1. Setelah libur, sistem biasanya padat

Januari samapai dengan Maret adalah “musim ramai” dunia perpajakan.Konsultasi ke Kantor Pajak meningkat, dan trafik sistem melonjak. Aktivasi akun saat periode itu bukan hanya berisiko terhambat, tetapi juga mengganggu alur penyusunan SPT yang seharusnya mulai dilakukan sejak awal tahun.

Sebaiknya Selesai Sebelum Libur

Libur Natal dan Tahun Baru 2026 sudah menanti. Dengan cuti bersama, banyak kantor akan libur panjang mulai 24 Desember hingga awal Januari.

Pada saat itu:

  • layanan DJP terbatas,
  • pegawai banyak yang cuti,
  • beberapa perusahaan ikut libur atau fokus pada tutup buku.

Sementara Anda mungkin sedang berada di perjalanan bersama keluarga, atau bahkan tidak membuka laptop sama sekali.

Membiarkan aktivasi Coretax menunggu hingga setelah libur berarti memulai 2026 dengan pekerjaan tambahan, antrean lebih panjang, dan potensi hambatan administratif.

Sebaliknya, jika aktivasi dilakukan sebelum 31 Desember 2025, Anda sudah:

  • memiliki akun aktif,
  • menyimpan kode otorisasi dengan aman,
  • bisa login kapan saja,
  • dan tidak perlu terburu-buru saat mulai menyusun SPT di awal 2026.

Mana yang Lebih Nyaman?

Aktivasi nanti-nanti
Kembali dari liburan, pekerjaan menumpuk dan anak sudah mulai sekolah. Di sisi lain, akun Coretax belum aktif. Anda mencoba aktivasi, ternyata email verifikasi masuk ke spam, kode otorisasi belum tersimpan, dan sistem sedang padat. Jadilah stres bertumpuk, atau

Aktivasi selesai sebelum libur
Anda pergi berlibur dengan keluarga, menikmati suasana Natal dan Tahun Baru tanpa perlu memikirkan administrasi registrasi. Ketika kembali ke rutinitas, akun Anda sudah siap digunakan. Anda tinggal mulai menyiapkan dokumen untuk SPT secara bertahap.

Jelas mana yang lebih menenangkan.

Liburan Lebih Damai Bila Selesai Lebih Awal

Akhir tahun seharusnya menjadi momen untuk keluarga, istirahat, dan kebermaknaan. Libur semester anak yang panjang, perayaan Natal, dan suasana pergantian tahun adalah kesempatan yang tidak datang setiap bulan.

Agar liburan berjalan tanpa gangguan dan awal 2026 terasa lebih ringan, aktivasi akun Coretax dan permintaan kode otorisasi DJP sebaiknya diselesaikan sebelum libur akhir tahun dimulai.

Dengan satu langkah sederhana, aktivasi lebih awal Anda memberi diri sendiri kenyamanan ganda:
liburan yang damai dan proses SPT Tahun Pajak 2025 yang jauh lebih lancar saat musim pelaporan tiba.

*)Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap dari instansi atau lembaga apapun

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.