• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Aksi Peduli Lingkungan di SD 064032

Editor Redaksi
24 Juni 2023
in Makalah

Oleh: Jonex Osorio Suares William
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara

JurnalPost.com – Berbanding lurus dengan ekspansi populasi, kondisi lingkungan masih berubah. Kebutuhan akan makanan, pakaian, dan perumahan meningkat karena populasi yang meningkat pesat dan sepenuhnya bergantung pada ketersediaan sumber daya alam. Karena setiap ekosistem memiliki daya dukung yang terbatas, meningkatnya permintaan akan sumber daya alam berisiko menurunkan kualitas lingkungan. Untuk berinteraksi secara harmonis dan berkelanjutan, orang harus mengenali kapasitas lingkungan yang terbatas untuk mendukung aktivitas kehidupan manusia (Syathariah, 2022). Sejak usia muda, orang harus belajar untuk hidup selaras dengan lingkungan mereka sehingga nilai-nilai ini dapat diinternalisasi dan menjadi bagian dari pandangan dunia dan cara hidup mereka (Ahwan dkk., 2022).

Internalisasi ideal didasarkan pada pengetahuan tentang daya dukung lingkungan yang tercermin dari pembangunan dengan prinsip-prinsip lingkungan; Pada kenyataannya, instrumen kebijakan disebarluaskan untuk memfasilitasi hal ini. Namun, dalam praktiknya, masih banyak masalah lingkungan karena ketidakkonsistenan dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsi (Sholeh, 2022). Peningkatan kasus kerusakan lingkungan nasional dan di seluruh dunia menunjukkan perbedaan besar antara keinginan manusia dan pasokan sumber daya alam, yang mengarah pada ketidaktahuan dan kecerobohan di pihak manusia dalam hal pengelolaan lingkungan (Muharam dkk., 2019).

Kelalaian dalam proses manajemen adalah cerminan dari lemahnya etika dan moral lingkungan. Ketika seseorang mempertimbangkan efek langsung atau jangka panjang dari setiap tindakan, moral dan etika berfungsi sebagai dasar bagi orang itu. Moral dan etika lingkungan memainkan pengaruh yang signifikan dalam menentukan apakah seseorang dapat bertindak dengan cara yang bermanfaat bagi lingkungan atau tidak. Untuk melindungi lingkungan dan menjamin bahwa generasi mendatang dapat terus hidup dalam kondisi lingkungan yang layak, sangat penting untuk memperkuat norma-norma moral dan etika lingkungan dalam masyarakat (Giovani, 2023).

Baik pendidikan formal maupun informal dapat memperkuat prinsip-prinsip moral dan etika lingkungan. Namun, kurikulum pendidikan formal Indonesia tidak sepenuhnya memperhitungkan hal ini. Pendidikan lingkungan masih belum menjadi bagian dari kurikulum nasional, terutama untuk pendidikan dasar, meskipun faktanya sangat penting untuk mengembangkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Guru harus bijak mengatasi kurangnya pendidikan lingkungan dalam kurikulum formal dengan memperkuat cita-cita moral dan etika lingkungan yang mungkin secara eksplisit difokuskan pada konteks konservasi lingkungan.

Mengingat maraknya kerusakan lingkungan yang terjadi, upaya pelestarian lingkungan sebagai salah satu luaran yang tercermin dalam sikap dan perilaku siswa (perilaku peduli lingkungan) sangat penting. Siswa dapat belajar perilaku tanggung jawab lingkungan di tingkat pendidikan dasar karena pengembangan karakter dimulai pada tingkat ini. Agar siswa sekolah dasar memperoleh sikap dan perilaku yang peduli terhadap lingkungan, prinsip-prinsip moral dan etika lingkungan harus ditanamkan dalam diri mereka.

Dapat diprediksi bahwa generasi mendatang akan memiliki komitmen untuk mengelola lingkungan secara cerdas dan bertanggung jawab jika siswa memiliki moral dan etika lingkungan. Ini dapat membantu ekologi Indonesia dan berpotensi menyelamatkan lebih banyak nyawa baik manusia maupun makhluk lain. Tindakan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa sekolah dasar harus menjadi langkah pertama dalam memperbaiki situasi lingkungan Indonesia (Putri dkk., 2022).

Tumbuhnya kesadaran anak-anak tentang bagian-bagian individu ekosistem menunjukkan bahwa mereka tertarik untuk memahami kompleksitas lingkungan alam. Hal ini sejalan dengan penelitian (Prastiwi dkk., 2022), yang mengklaim bahwa jika seorang anak memiliki kepekaan untuk memperhatikan dan memahami sesuatu, pengetahuan secara alami akan tumbuh dalam dirinya. Ketertarikan anak-anak terhadap lingkungan mereka adalah awal dari rasa ingin tahu dan kegembiraan yang lebih dalam untuk belajar lebih banyak tentang hal itu. Pengetahuan lingkungan seseorang berperan sebagai pendorong untuk menentukan sikap dan perilakunya, menurut penelitian yang mempelajari perubahan kesadaran lingkungan dan hubungannya dengan pengelolaan sumber daya air di Beijing, China. Jika seseorang memiliki pengetahuan tentang lingkungan, mereka biasanya akan memiliki pola pikir pro-lingkungan, dan perilaku mereka akan mencerminkan komitmen mereka untuk mengelola lingkungan secara berkelanjutan dan efektif (Arsiti, 2022).

Pengetahuan lingkungan yang baik dan akurat memiliki peran penting dalam membentuk perilaku pro-lingkungan, yang sangat penting untuk mempromosikan sikap dan keputusan dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang mempengaruhi lingkungan. Klaim ini didukung oleh penelitian (Anggraini, 2019), yang menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan dan perilaku pro-lingkungan keduanya dipupuk oleh pengetahuan lingkungan yang baik. Sulit untuk mengembangkan perilaku sadar lingkungan, sehingga upaya terorganisir dan metodis diperlukan agar individu atau masyarakat menunjukkan kepedulian. Jika seseorang memiliki pengetahuan yang baik dan akurat, mereka dapat dengan mudah menyerap kepedulian terhadap lingkungan. Menurut hasil penelitian, internalisasi kepedulian lingkungan berkontribusi pada peningkatan kepekaan seseorang terhadap lingkungan di sekitarnya, yang mendorong terciptanya perilaku pro-lingkungan.

Tindakan yang ramah lingkungan dapat dilakukan dalam berbagai konteks, seperti praktik pengelolaan sampah, penggunaan air bersih, penggunaan listrik, pemeliharaan halaman, pilihan makanan, dan kebiasaan konsumsi. Seorang anak masih memiliki kecenderungan untuk meniru apa yang mereka dengar dan lihat dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tingkat SD / MI, dan kemudian melakukan peniruan sebagai cara untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka. Penelitian Firmando, (2022), yang menegaskan bahwa siswa di tingkat pendidikan dasar harus mendapatkan model pembelajaran dari lingkungan yang sesuai karena mereka memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi dan kecenderungan untuk bertindak berdasarkan apa yang didengar dan dilihat, mendukung hal ini. Karena kurangnya integrasi pendidikan lingkungan dalam kurikulum pendidikan nasional Indonesia untuk pendidikan dasar, tim layanan melihat kesenjangan dalam pendidikan formal yang terkait dengan temuan penelitian.

Dengan bantuan dari semua pihak akademisi, sektor komersial, pemerintah, masyarakat, dan media pendidikan lingkungan hidup harus diarusutamakan di sektor nonformal untuk mengatasi kurangnya pendidikan lingkungan dalam kurikulum. Nefilinda & Salsa Agra Siwi (2022) menemukan metode untuk mempromosikan kegiatan pendidikan lingkungan dengan bantuan multistakeholder yang terdiri dari aktor formal dan non-formal melalui studi tentang pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal di Pacitan, Jawa Timur.

Untuk menciptakan generasi yang peduli lingkungan dan berdedikasi untuk mengelola dan menjaga keberlanjutannya, bantuan multipihak memainkan peran penting dalam menjembatani kesenjangan dalam kurikulum pendidikan resmi. Pengembangan komitmen untuk mengelola dan menjunjung tinggi kelestarian lingkungan dalam inisiatif pengabdian kepada masyarakat yang menampilkan temuan pengujian sensitivitas lingkungan anak. Indikator seperti: (1) bagaimana anak-anak membuang sampah ketika tim mendistribusikan makanan dan minuman kemasan; (2) bagaimana anak-anak menggunakan air saat mencuci tangan setelah makan dan minum digunakan dalam penilaian sensitivitas program ini; (3) perilaku anak-anak ketika meninggalkan lapangan, terutama yang berkaitan dengan komponen biotik; (4) reaksi anak ketika tim berusaha menyalakan lampu di ruang latihan pada siang hari dengan pencahayaan yang memadai; (5) reaksi anak saat bibit tanaman mulai terlahirkan; dan (6) perilaku anak saat terlibat dalam upaya konservasi. Keenam indikator tersebut dibuat dengan menggunakan indikator yang disusun oleh Astawa dkk., (2022) yang mengukur sikap dan perilaku pro-lingkungan. Learning by Doing sangat baik dalam mencekik dan mengangkat nilai-nilai kepedulian lingkungan pada anak-anak di tingkat pendidikan dasar, seperti yang terlihat dari meningkatnya sensitivitas anak-anak terhadap masalah lingkungan selama proses evaluasi (Ma’ruf dkk., 2022).

DAFTAR PUSTAKA

Ahwan, M., Makki, M., & Saputra, H. H. (2022). Impelementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Dasar Negeri Inpres Palama Kabupaten Bima Tahun Ajaran 2022/2023. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(4b). https://doi.org/10.29303/jipp.v7i4b.1044
Anggraini, D. (2019). PENGEMBANGAN ECO MAPPING DALAM GERAKAN PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN HIDUP SEKOLAH (GPBLHS) DI SDN SISIR 05 KOTA BATU.
Arsiti, A. (2022). PENERAPAN AKSI LINGKUNGAN MELALUI OPTIMALISASI TRIPUSAT BELAJAR GUNA MENINGKATKAN KARAKTER SISWA PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah, 2(3), 283–293. https://doi.org/10.51878/secondary.v2i3.1362
Astawa, I. B. M., Sarmita, I. M., & Treman, I. W. (2022). SIKAP PEDULI LINGKUNGAN SISWA DI SEKOLAH DASAR SEKOLAH LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA.
Firmando, H. B. (2022). Penumbuhan Kepedulian Terhadap Lingkungan Dan Aksi Sosial Kepada Anak di Desa Pearung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan. Jurnal Abdi Mas Adzkia, 2(2), 68. https://doi.org/10.30829/adzkia.v2i2.10301
Giovani, A. (2023). MODEL KOMUNIKASI LINGKUNGAN KOMUNITAS BECAK BABEL (BANGKA ENVIRONMENT CREATIVE ACTIVIST OF “KAWA”) DALAM MENGKAMPANYEKAN AKSI PEDULI LINGKUNGAN KEPADA MASYARAKAT: Indonesia. Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(2), 183–197. https://doi.org/10.47995/jik.v5i2.114
Ma’ruf, A., Novanto, A. E., & Ferdiansyah, F. (2022). Upaya Guru dalam Penanaman Karakter Cinta Lingkungan Berbasis Hidden Curiculum pada Siswa Sekolah Dasar. Journal of Elementary Educational Research, 2(2), 95–110. https://doi.org/10.30984/jeer.v2i2.329
Mudurikah, S., Ashari, Y. M., & Wardaningtri, Y. (2021). Pengaruh Promosi dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Mie Instan Indomie.
Muharam, A., Mustikaati, W., Rosafina, M., & Septiani, N. (2019). Implementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Siswa Kelas V di SDN Sindangkasih 0.
Nefilinda, N. & Salsa Agra Siwi. (2022). Reuse Upcycling Sebagai Wujud Peduli Lingkungan Warga Sekolah di SD Islam Cendekia Kota Bukittinggi. PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 434–442. https://doi.org/10.54259/pakmas.v2i2.1148
Prastiwi, B., Bella Mustikasari, Jiman, Sudarto, & Sugiharto. (2022). Pendampingan Program Peduli Lingkungan Habitat Bulus pada Karang Taruna Ketawang Tawun Jaya. Jurnal Abdikarya Pembangunan, 1(1), 11–20. https://doi.org/10.53627/jap.v1i1.4836
Putri, A. N., Nevrita, N., Hindrasti, N. E. K., & Sarkity, D. (2022). Penanaman Sikap Cinta Lingkungan Melalui Edukasi Pelestarian Ekosistem Mangrove Pada Siswa. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 5(1), 103. https://doi.org/10.30595/jppm.v5i1.9021
Sholeh, M. (2022). Implementasi Karakter Peduli Lingkungan di Prodi PGSD Muara Bulian. https://doi.org/10.5281/ZENODO.7016019
Syathariah, S. (2022). DEVELOPING THE CHARACTER VALUE OF CARE FOR THE ENVIRONMENT. 1(1).

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

Editor Redaksi
24 Oktober 2024
0

Mata Kuliah : Bisnis Ekowisata Dosen Pengampu : Garsione Agni Andrea. S.Pd., M.Sc. Disusun Oleh : Yuni Eka Qotrunnada ​​(21045010076)...

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Ade Rizky Anantya1, Natalia Cristina Saragih2, Oktaviani Lumban Raja3, Dra. Berlianti, MSP4. Universitas Sumatera Utara Abstrak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial...

Pengaruh Asuransi Kesehatan Terhadap Kualitas Hidup Pekerja Informal Di Kota Medan

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Oleh: Elsi Apulina Br Tarigan (210902100), Mutiara Violanda Sinaga (210902026), Rizki Ananda (200902092) PENDAHULUAN Asuransi kesehatan merupakan salah satu hal...

Dinamika Pertamini: Studi Kasus Tentang Larangan Penjualan BBM Eceran Di Kota Samarinda, Kalimantan Timur

Editor Redaksi
3 September 2024
0

Jalu Aji Yodha Pradana, Nim. 2202016004 Administrasi Publik, Fisipol Universitas Mulawarman Email: [email protected] Masalah Utama Permasalahan penggunaan bahan bakar minyak...

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Editor Redaksi
19 Juli 2024
0

Ahmad Rasul Mahbubi 1)  Osinta Eka Febianti 2)  Muhammad Jamaluddin3) 1)Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.