• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

AGAMA SEBAGAI FAKTOR PENDUKUNG KESEHATAN MENTAL

Editor Redaksi
25 Juni 2026
in Artikel

Dibuat oleh: Bagas Dwi Saputra Mahasiswa Psikologi Uin Ar-raniry

PENDAHULUAN

Kesehatan mental merupakan sebuah kondisi dimana individu terbebas dari segala bentuk gejala-gejala gangguan mental, diketahui bahwa kondisi kestabilan kesehatan mental dan fisik saling mempengaruhi. Gangguan kesehatan mental bukanlah sebuah keluhan yang hanya diperoleh dari garis keturunan. Tuntutan hidup yang berdampak pada stress berlebih akan berdampak pada gangguan kesehatan mental yang lebih buruk. Di Indonesia, berdasarkan Data Riskesdas tahun 2007, diketahui bahwa prevalensi gangguan mental emosional seperti gangguan kecemasan dan depresi sebesar 11,6% dari populasi orang dewasa. Berarti dengan jumlah populasi orang dewasa Indonesia lebih kurang 150.000.000 ada 1.740.000 orang saat ini mengalami gangguan mental emosional (Depkes, 2007). Data yang ada mengatakan bahwa penderita gangguan kesehatan mental di Indonesia tidaklah sedikit sehingga sudah seharusnya hal tersebut menjadi sebuah perhatian dengan tersedianya penanganan atau pengobatan yang tepat. Di berbagai pelosok Indonesia masih ditemui cara penanganan yang tidak tepat bagi para penderita gangguan kesehatan mental. Sejak awal abad ke-19 ahli kedokteran mulai menyadari adanya hubungan antara penyakit fisik dengan kondisi psikis manusia. Manusia bisa menderita gangguan fisik karena gangguan mental ( somapsikotis ) dan sebaliknya gangguan mental dapat menyebabkan penyakit fisik ( psikosomatis ). Di antara berbagai faktor mental yang diidentifikasi memiliki kayitan nya dengan keyakinan agama. Di antara para psikolog besar seperti Carl Gustav Jung, Alphonse Maeder, Victor E. Frankl, William James, Koenig dll berpendapat kepercayaan, keimanan dan pengalaman keagamaan diyakini memiliki pengaruh yang terhadap kesehatan fisik maupun kesehatan mental.

PEMBAHASAN

AGAMA MEMBERI KETENANGAN HIDUP

Teori kecerdasan spiritual, sebagaimana dijelaskan oleh (Zohar dan Marshall, 2000), menekankan pentingnya dimensi spiritual dalam pengembangan diri manusia. Mereka berargumen bahwa kecerdasan spiritual tidak hanya berkontribusi pada kesejahteraan individu tetapi juga pada kemampuan individu untuk menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik. Dalam konteks ini, praktik ibadah seperti Sholat (Islam), Puja (Hindu), Misa (Katolik). Dapat dilihat sebagai cara untuk meningkatkan kecerdasan spiritual, seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual akan memiliki ketenangan dalam diri sehingga juga mendorong ketenangan dalam menjalani hidup serta menjadi senjata dalam menghadapi tekanan hidup.

BAGAIMANA AGAMA MEBERIKAN MAKNA DAN TUJUAN HIDUP

Bagi seseorang yang sudah menjalani pengalaman keberagamaan nya dengan baik  akan mendasari agama sebagai pendoman atau norma hidup. Agama berperan penting dalam memberikan makna hidup karena membantu individu memahami tujuan keberadaannya, memberikan pedoman moral, menumbuhkan harapan, serta membantu menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dengan demikian, agama dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung kesejahteraan psikologis dan kesehatan mental seseorang.

AGAMA MEMBERI DUKUNGAN SOSIAL

Agama memberikan dukungan sosial melalui komunitas keagamaan yang memungkinkan individu saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan memberikan bantuan emosional saat menghadapi masalah. Selain itu, nilai-nilai agama seperti empati, kasih sayang, dan tolong-menolong mendorong terciptanya rasa kebersamaan sehingga individu merasa didukung dan tidak sendirian, yang dapat membantu menjaga kesehatan mental.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.