
JurnalPost.com – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib dilakukan bagi semua mahasiswa yang sedang aktif di universitas tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan oleh kelompok 85 gelombang 1 pada tanggal 19 januari 2025. PMM ini menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk menyalurkan berbagai kegiatan positif kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Anggota kelompok terdiri dari satu orang yaitu M. Hidayatur Rijalul Ghaib yang berasal dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang, serta dibimbing oleh Bapak Frendy Aru Fantiro, M.Pd, selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat desa dan juga sekolah yang berada disekitar.
Skill berbahasa Inggris merupakan salah satu kemampuan yang sangat dibutuhkan di masa depan, terutama dalam menghadapi era globalisasi yang semakin pesat. Kemampuan ini tidak hanya berguna dalam dunia pendidikan, tetapi juga memiliki peran penting dalam dunia kerja, komunikasi lintas budaya, serta akses terhadap informasi internasional yang lebih luas. Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh seseorang jika memiliki skill berbahasa Inggris, di antaranya adalah kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional, meningkatkan peluang karier, serta memperluas jaringan dan relasi dengan berbagai komunitas global.
Menyadari pentingnya kemampuan berbahasa Inggris sejak dini, kami, Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang Gelombang 1, Kelompok 85 tahun 2024/2025, melaksanakan kegiatan pembelajaran interaktif menggunakan media kartu berbasis Bahasa Inggris. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu siswa memahami kosakata dan struktur bahasa dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Program ini berlangsung di SDN 14 Cakranegara, yang berlokasi di Jl. Laksamana No. 9, Cakranegara Timur, dengan peserta didik dari kelas 2, 3, dan 4. Setiap kelas diikuti oleh sekitar 30 siswa yang antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Diharapkan melalui metode pembelajaran ini, siswa dapat lebih tertarik dan termotivasi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka sejak usia dini.

Kartu ini diberi nama Act It Out! Kartu ini adalah media permainan untuk belajar Bahasa Inggris. Kartu ini dimainkan dengan cara role-play, dengan konten Bahasa Inggris yang disesuaikan dengan level siswa. Kartu ini dimainkan dengan 4-5 pemain dan 1 moderator untuk memimpin jalannya permainan. Terdapat 50 kartu dengan dua tipe kartu yang berbeda yaitu action card dan situation card. Situation Card berisi beragam situasi dimana para pemain diharuskan bermain seperti situasi di kartu, dan action card berisi beragam aksi yang akan disesuaikan dengan situasi yang didapat pemeran.
Mekanisme permainan kartu ini terdapat dua kartu yaitu situation card dan action card. Siswa yang memilki giliran untuk bermain peran akan mengambil satu situation card dan siswa lain akan mengambil dua action card untuk diberikan kepada pemain peran. Para pemain akan bermain peran sesuai kartu yang dipilih dan tugas moderator untuk melihat jalannya permainan. Diakhir akan ada perolehan poin yang diberikan kepada pemain yang memainkan peran sangat baik.

Setelah kegiatan pembelajaran terselesaikan dilanjutkan dengan kegiatan penutup yaitu kegiatan P5 Kewirausahaan bersama siswa SDN 14 Cakranegara. Tidak lupa juga anak anak memberi kesan pesan seperti yang disampaikan oleh Gusti Suya “ Terimakasih Kakak dari UMM karena ilmu yang diberikan selama mengajar Bahasa Inggris di sekolah, ini pertama kali kami senang belajar Bahasa Inggris.”
Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi para siswa di SDN 14 Cakranegara, terutama dalam meningkatkan minat dan kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris sejak dini. Penguasaan Bahasa Inggris yang baik akan membuka lebih banyak peluang bagi mereka di masa depan, baik dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun dalam dunia kerja yang semakin kompetitif. Dengan memiliki keterampilan berbahasa Inggris, siswa akan lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan global serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin pesat.




