• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Abang Akbar: Komitmen Pembangunan 3T Harus Diukur dari Keselamatan Warganya

Editor Redaksi
28 Desember 2025
in Kolom Opini

JurnalPost.com – Ketua Lingkar Pemuda Ma’rang, Abang Akbar, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas insiden tragis yang menimpa tiga orang petugas di wilayah Kepulauan Pangkep. Para petugas tersebut dilaporkan gugur saat menjalankan tugas akibat kapal yang ditumpangi terbalik dan tenggelam di tengah cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang, pada hari Sabtu (27/12/2025).

Dalam keterangan resminya, Akbar menyebut peristiwa ini bukan hanya sebuah musibah, melainkan peringatan keras bagi semua pihak terkait kondisi keselamatan di wilayah kepulauan.

“Kami, keluarga besar Lingkar Pemuda Ma’rang, sangat terpukul dan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Tiga sosok ini gugur dalam garis tugas, sebuah pengorbanan yang tidak ternilai. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Akbar, Minggu (28/12/2025).

Di balik duka tersebut, Lingkar Pemuda Ma’rang menyoroti isu krusial mengenai infrastruktur di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Akbar menilai tragedi ini menyingkap realitas yang dihadapi masyarakat dan petugas di wilayah kepulauan.

Menurutnya, kondisi geografis Pangkep menghadirkan tantangan konektivitas ekstrem. Perubahan iklim yang membuat cuaca semakin tak menentu, ditambah moda transportasi yang belum sepenuhnya memenuhi standar maritim modern, dinilai menciptakan “zona bahaya” bagi siapa saja yang melintas.

Akbar menegaskan perlunya perubahan paradigma pembangunan dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Kita tidak bisa lagi menyamakan pendekatan pembangunan di daratan dengan wilayah kepulauan. Wilayah 3T memerlukan skema pembangunan yang bersifat
archipelagic-oriented. Ini bukan sekadar soal pengadaan kapal, tetapi tentang membangun ekosistem keselamatan yang komprehensif, mulai dari pelabuhan yang layak, alat navigasi canggih, hingga armada yang tahan terhadap anomali cuaca ekstrem,” tegasnya.

Tanpa dukungan sarana yang mumpuni, ia khawatir distribusi keadilan sosial dan pelayanan publik bagi warga pulau akan terus tersendat.

Senada dengan narasi yang kerap disuarakan oleh Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung. Senator senior tersebut sering menegaskan bahwa pembangunan 3T harus menjadi political will utama dalam kebijakan nasional untuk mengeliminasi kesenjangan antarwilayah.

Bagi Tamsil, indikator kehadiran negara yang sejati adalah ketika keselamatan nyawa dan martabat aparatur negara serta warga sipil di pelosok kepulauan mendapatkan proteksi yang setara dengan mereka yang berada di kota besar.

Menutup pernyataannya, Ketua Lingkar Pemuda Ma’rang mengaitkan insiden ini dengan agenda nasional pemerintahan, khususnya visi Asta Cita. Ia mendesak agar visi tersebut diimplementasikan secara konkret di lapangan.

“Peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi. Visi nasional melalui Asta Cita—khususnya terkait pembangunan dari desa dan penguatan infrastruktur—harus didorong secara konkret di wilayah kepulauan. Jangan ada lagi nyawa yang menjadi taruhan dalam tugas pengabdian hanya karena kita lambat dalam memitigasi risiko yang seharusnya bisa diantisipasi,” pungkasnya.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.