• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Menjaga Sisi Humanis di Tengah Gelombang AI: Tantangan Era Society 5.0

Editor Redaksi
12 Agustus 2026
in Artikel

Oleh: David Chandra – Mahasiswa Universitas Siber Asia

JAKARTA, JurnalPost.com — Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan otomatisasi di era Industry 4.0 telah mengubah lanskap kehidupan manusia secara signifikan. Di satu sisi, teknologi ini menawarkan efisiensi dan kemudahan tanpa batas. Namun di sisi lain, hadir kekhawatiran mendalam terkait lunturnya nilai-nilai kemanusiaan, rasa empati, dan interaksi sosial yang otentik.

Memasuki konsep Society 5.0, manusia dituntut untuk menempatkan teknologi sebagai sarana guna mempermudah kehidupan, bukan malah dikendalikan oleh teknologi itu sendiri. Fenomena AI anxiety (kecemasan terhadap AI) dan krisis identitas digital kini menjadi tantangan nyata yang dihadapi masyarakat modern, khususnya generasi muda.

Sentuhan Manusia yang Tak Tergantikan
Dalam kacamata kajian Estetika Humanisme, keberadaan teknologi canggih seharusnya tidak menggeser literasi manusia (Human Literacy). Literasi manusia mencakup kemampuan untuk berempati, berpikir kritis, beretika, serta mengapresiasi keindahan dan rasa kemanusiaan—hal-hal yang tidak mampu direplikasi secara penuh oleh algoritma komputer.

“Teknologi mampu mengolah jutaan data dalam hitungan detik, tetapi teknologi tidak memiliki nurani, kepekaan emosional, dan pemahaman nilai estetika dalam kehidupan sosial,” ujar kajian literatur estetika modern.

Krisis empati kerap muncul ketika interaksi fisik digantikan oleh layar digital. Fenomena cyberbullying, maraknya disinformasi, hingga sikap acuh tak acuh di media sosial menjadi bukti bahwa kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan pemahaman humanisme dapat memicu degradasi moral.

Menuju Keseimbangan Digital dan Kemandirian Berpikir
Untuk menghadapi dinamika ini, penerapan Society 5.0 harus diimbangi dengan penguatan fondasi karakter. Beberapa langkah kritis yang perlu diambil antara lain:

Pendidikan Berbasis Human Literacy: Mengintegrasikan nilai-nilai estetika, etika, dan kebudayaan ke dalam kurikulum berbasis teknologi.
Pengembangan Kemampuan Emosional (EQ): Mengasah rasa empati dan kepedulian sosial di tengah gempuran otomatisasi.
Berpikir Kritis dan Sistematis: Melatih masyarakat untuk menyaring informasi digital secara rasional dan bijak agar tidak mudah terpengaruh oleh konten provokatif.
Konsep Society 5.0 yang ideal bukan hanya tentang seberapa canggih robot atau AI yang dimiliki sebuah bangsa, melainkan seberapa bijak manusia memanfaatkan teknologi tersebut untuk memanusiakan manusia (humanizing technology).

Perkembangan zaman tidak bisa dihentikan, namun arah perkembangan tersebut berada di tangan manusia. Melalui pendekatan Estetika Humanisme, masyarakat diajak untuk tetap mempertahankan nilai-nilai luhur kemanusiaan, kesenian, dan etika di tengah arus modernisasi. Dengan demikian, teknologi akan tetap menjadi alat penunjang kehidupan, sementara manusia tetap menjadi pemegang kendali peradaban yang beradab dan berempati.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.