• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

TPG Bukan Solusi Tunggal: Ketum BADKO HMI MPO DKI–Jabar Sebut Aturan BOS 2026 Bukti Negara Gagal Membaca Kesejahteraan Guru Honorer

Editor Redaksi
21 April 2026
in Berita

Khoirul Ulum

JurnalPost.com – Ketua Umum BADKO HMI MPO DKI–Jawa Barat, Khoirul Ulum, mengkritik keras kebijakan terbaru dalam Juknis Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) 2026 yang membatasi bahkan menutup akses guru honorer penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) terhadap gaji dari dana BOS.

Ia menilai kebijakan tersebut lahir dari logika fiskal semata, bukan dari realitas sosial guru di lapangan.

“Ini bukan sekadar penertiban anggaran, ini kegagalan negara membaca realitas kesejahteraan guru. Ada asumsi keliru bahwa TPG sudah cukup, padahal faktanya tidak demikian,” tegas Khoirul Ulum.

Dalam aturan terbaru, pemerintah memperketat penggunaan dana BOS untuk honorarium hanya maksimal 20% untuk sekolah negeri dan 40% untuk swasta. Lebih jauh, guru yang sudah menerima TPG tidak lagi diperkenankan menerima honor dari BOS untuk menghindari “double funding”.

Namun, menurut Khoirul, pendekatan ini justru mengabaikan fakta penting: TPG bukan gaji utama, melainkan tunjangan tambahan yang dalam praktiknya sering tidak stabil.

“TPG itu sekitar Rp2 juta per bulan dan tidak selalu cair tepat waktu. Ketika BOS dibatasi dan aksesnya ditutup bagi guru bersertifikasi, maka yang terjadi adalah penurunan pendapatan riil,” ujarnya.

Ia juga menyoroti inkonsistensi kebijakan pemerintah. Di satu sisi, negara membatasi honor dari BOS, tetapi di sisi lain justru membuka relaksasi penggunaan BOSP 2026 untuk menggaji guru honorer dalam kondisi tertentu melalui surat edaran pemerintah

“Ini menunjukkan bahwa negara sendiri belum punya desain besar yang konsisten. Di satu sisi dilarang, di sisi lain dilonggarkan. Yang jadi korban adalah guru honorer yang hidup dalam ketidakpastian,” lanjutnya.

Khoirul menegaskan bahwa kebijakan ini berpotensi menciptakan ketimpangan baru: guru yang sudah meningkatkan kualitas melalui sertifikasi justru kehilangan akses terhadap sumber penghasilan tambahan.

“Jangan sampai guru yang sudah berproses justru ‘dihukum’ oleh regulasi. Ini ironi dalam kebijakan pendidikan kita,” katanya.

Sebagai solusi, BADKO HMI MPO DKI–Jabar mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit nasional kesejahteraan guru honorer berbasis data riil, bukan sekadar pendekatan administratif.

“Kami mendorong pemerintah membangun kebijakan berbasis data primer dan sekunder yang valid. Dari situ, rumuskan sistem penggajian yang adil, proporsional, dan adaptif terhadap kondisi daerah,” tegas Khoirul.

Ia menutup dengan peringatan keras terhadap arah kebijakan pendidikan nasional.

“Kalau guru terus diperlakukan sebagai variabel efisiensi anggaran, maka kita sedang menanam krisis pendidikan jangka panjang. Guru bukan beban fiskal mereka fondasi bangsa.”

Tags: HMI MPO DKI–Jabar
Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.