• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Sampah Tak Lagi Tertampung, Ada Apa dengan Pengelolaan di Tangsel?

Editor Redaksi
11 Januari 2026
in Kolom Opini

Oleh : Muhammad Rifqi Faeruzi Amien
Nim : 23010200078

JurnalPost.com – SAMPAH yang terus menggunung di Kota Tangerang Selatan mencerminkan kegagalan kolaborasi antarpemangku kepentingan, bukan sekadar persoalan kebersihan. Dalam perspektif Pentahelix, pengelolaan sampah menuntut sinergi pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. Ketika kolaborasi ini tidak berjalan, krisis menjadi keniscayaan.

Data SIPSN KLHK mencatat timbulan sampah Tangerang Selatan mencapai 1.000–1.100 ton per hari, sementara TPA Cipeucang hanya mampu menampung sekitar 700–800 ton per hari. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah daerah masih berfokus pada pengangkutan dan pembuangan, bukan pengurangan dari sumber. Padahal, meski anggaran persampahan dalam APBD mencapai ratusan miliar rupiah, sebagian besar terserap untuk operasional rutin tanpa dampak signifikan pada penurunan volume sampah.

Peran akademisi sebagai penyedia riset dan rekomendasi kebijakan belum terintegrasi optimal. Kajian menunjukkan lebih dari 50 persen sampah Tangsel merupakan sampah organik, namun temuan ini belum diterjemahkan menjadi kebijakan pengurangan yang sistematis. Di sisi lain, dunia usaha masih minim keterlibatan dalam penerapan tanggung jawab produsen dan ekonomi sirkular, sehingga beban pengelolaan tetap bertumpu pada pemerintah dan TPA.

Masyarakat belum didukung sistem yang mendorong perubahan perilaku secara konsisten. Pemilahan sampah rumah tangga masih rendah, sementara inisiatif bank sampah berjalan terpisah dan tanpa insentif berkelanjutan. Media pun cenderung hadir saat krisis, belum mengawal isu sampah sebagai persoalan tata kelola jangka panjang.

Dampaknya nyata dirasakan warga. Data BNPB menunjukkan sampah menjadi salah satu penyebab utama penyumbatan drainase dan banjir perkotaan di Jabodetabek, termasuk Tangerang Selatan. Krisis sampah pada akhirnya bukan soal armada atau teknologi, melainkan keberanian membangun kolaborasi Pentahelix yang bekerja dari hulu ke hilir. Tanpa itu, sampah akan terus menjadi simbol kegagalan tata kelola kota.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.