• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Dua Doa dalam Satu Desember: Puasa Sunnah pada bulan Rajab dan Perayaan Natal 2025

Editor Redaksi
27 Desember 2025
in Berita

Oleh: Hannifa Rojwa Thalib (Mahasiswi Sastra Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

JurnalPost.com – Desember selalu memiliki cara unik untuk menutup tahun. Bagi pekerja, Mahasiswa, ataupun sebagian orang, bulan desember merupakan bulan libur penuh perayaan dan gemerlap lampu kota. Namun, bagi saya, Desember 2025 membawa sebuah getaran spiritual yang lebih mendalam. Jika kita menilik kalender Hijriah, tepat di pekan ketiga bulan desember, kita memasuki 1 Rajab 1447 H.

Pertemuan antara bulan Rajab dan perayaan Natal umat Kristiani di penghujung tahun ini bukan sekadar rotasi angka di atas kertas. Tetapi juga tentang kedamaian dan toleransi bagi umat beragama di Indonesia.

Bagi umat Islam, Rajab adalah salah satu dari Asyhurul Hurum bulan yang dimuliakan. Yang mana umat muslim mulai mempersiapkan diri, membersihkan batin melalui puasa sunnah, sebelum nantinya memanen di bulan Sya’ban dan berpesta spiritual di bulan Ramadhan.

Menjalankan puasa Rajab bukan hanya soal menahan lapar dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Di bulan ini, doa-doa dilangitkan dengan harapan agar kita dipertemukan dengan bulan-bulan suci berikutnya. Keheningan sahur dan kekhusyukan berbuka menjadi ritme yang mulai terasa di tengah kesibukan akhir tahun yang biasanya hiruk-pikuk.

Menariknya, tahun 2025 memberikan kita pemandangan yang istimewa. Tanggal 1 Rajab yang jatuh pada 21 Desember hanya berjarak beberapa hari saja dari perayaan Natal pada 25 Desember. Artinya, saat umat Muslim memulai puasa sunnah di awal Rajab, saudara-saudara kita umat Kristiani juga menyambut sukacita kelahiran Yesus Kristus.

Kedua aktivitas ini, meski berbeda secara dogma dan ritual, membawa frekuensi yang sama: Cinta dan Kedamaian.

Toleransi yang Hidup, Bukan Sekadar Teori
Sebagai mahasiswi sastra, saya melihat fenomena ini sebagai sebuah “metafora” tentang negeri kita, Indonesia. Toleransi di negeri ini tidak perlu didefinisikan dengan bahasa yang rumit. Ia hidup dalam aroma masakan sahur yang tidak mengganggu senyapnya malam Natal, dan ia hadir dalam kerlip lampu pohon Natal yang memberikan cahaya bagi mereka yang melintas menuju masjid di waktu Maghrib.

Puasa Rajab yang saya jalani mengajarkan tentang pengendalian diri dan empati. Natal yang dirayakan tetangga saya mengajarkan tentang kasih kepada sesama. Ketika kedua nilai ini bertemu di satu bulan yang sama, Desember tidak lagi hanya menjadi akhir dari sebuah tahun, melainkan awal dari sebuah kesadaran baru: bahwa perbedaan adalah warna yang membuat lukisan kebangsaan kita menjadi utuh.

Mari kita rayakan pertemuan dua momentum besar ini dengan saling menjaga, saling menghargai, dan membuktikan bahwa di Indonesia, ibadahmu adalah ketenanganmu, dan ibadahku adalah ketenanganku. Kita berbeda dalam cara berdoa, namun kita satu dalam menjaga damai di bumi pertiwi.

Lakum diinukum wa liya diin
“Untukmu agamamu, dan untukku agamaku,”
QS Al-Kafirun : 6

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.