• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

LITERASI KEUANGAN, KUNCI UMKM BERTAHAN DAN BERKEMBANG

Editor Redaksi
23 Juli 2025
in Artikel

Andalan yang Penuh Risiko
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu tulang punggung perekonomian di Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa UMKM telah menyerap 97% tenaga kerja dan 60% PDB nasional. Namun kenyataannya banyak pelaku UMKM yang masih kesulitan dalam mengelola keuangannya. Masalah umum seperti masalah kalkulasi harga pokok, pemisahan antara laporan keuangan pribadi dan usaha, hingga salah ambil keputusan hutang kerap menjatuhkan usaha kecil.

Menurut Lusardi & Mitchell (2014), literasi keuangan mencakup kemampuan memahami konsep dasar keuangan seperti bunga majemuk, inflasi, dan risiko, yang sangat dibutuhkan untuk pengambilan keputusan bisnis. Tanpa pemahaman ini, pelaku usaha berisiko mencampuradukkan keuangan pribadi dan usaha, serta sulit mengelola perencanaan anggaran dan arus kas.

Literasi Keuangan UMKM Masih Sangat Rendah
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK (2022) menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan pelaku UMKM masih berada di angka 38,03%. Mayoritas pelaku UMKM masih belum memahami prinsip keuangan dasar. Penelitian Universitas Indonesia–Adhariani & Sciulli, 2019–menegaskan bahwa UMKM dengan literasi keuangan yang lebih baik memiliki daya tahan bisnis yang lebih tinggi. Lemahnya pemahaman finansial membuat UMKM sulit bertumbuh bahkan memiliki risiko kerugian yang tinggi.

Meningkatkan Akses Pembiayaan dan Skala Usaha di Masa Depan
Literasi keuangan yang baik berkorelasi positif dengan kemampuan UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan. Studi Atkinson & Messy (2012) dari OECD menunjukkan bahwa pelaku usaha dengan literasi tinggi lebih mampu mengevaluasi risiko kredit dan memanfaatkan layanan keuangan formal secara efektif.
Sementara itu, penelitian Bank Indonesia (2020) menyebutkan bahwa UMKM dengan pencatatan keuangan dan administrasi yang baik serta disiplin akan lebih mudah mengakses pembiayaan formal seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan pendanaan dari fintech lending. Hal ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar.

Menghindari Risiko dan Menciptakan Keberlanjutan
Menurut studi dari World Bank (2018), rendahnya literasi keuangan menjadi salah satu penyebab utama kegagalan UMKM dalam 3 tahun pertama operasional. Tanpa kemampuan mengelola hutang, membuat perencanaan anggaran, atau menganalisis laporan keuangan sederhana, UMKM sangat rentan terhadap kerugian.

Menurut Nugroho dan Purnomo (2022) dalam jurnal JEBI, pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan literasi keuangan mengalami peningkatan profitabilitas dan ketahanan usaha yang lebih baik dalam menghadapi krisis seperti pandemi.

Literasi Keuangan Harus Menjadi Gerakan Bersama
Peningkatan literasi keuangan bukan hanya merupakan tugas pelaku UMKM, tetapi dibutuhkan juga dukungan langsung dari pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat.

Program seperti pendampingan usaha, pelatihan bisnis, serta kemitraan fintech perlu diperluas. Dengan pemahaman keuangan yang baik, UMKM tidak sekadar bisa bertahan, namun bisa naik kelas dan memiliki daya saing global. Literasi keuangan akan membuka jalan menuju kemandirian, efisiensi, dan inovasi usaha.

Sudah saatnya literasi finansial menjadi prioritas dalam pemberdayaan UMKM. Edukasi keuangan tidak lagi menjadi pilihan, tapi merupakan kebutuhan utama yang bersifat mutlak bagi UMKM Indonesia yang lebih tangguh dan kompetitif di masa mendatang.

Oleh: Sofyana Nurranti
Mahasiswa Magister Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.