PARIS, JurnalPost.com - Dua kota di China, yakni Quanzhou dan Wuxi, ditambahkan ke Jaringan Kota Kreatif (Creative Cities Network) Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO), demikian diumumkan oleh badan PBB itu pada Jumat (31/10) melalui sebuah rilis pers.
Bertepatan dengan Hari Kota Sedunia, UNESCO memperluas Jaringan Kota Kreatif-nya dengan menambahkan 58 kota baru di seluruh dunia, termasuk Quanzhou dan Wuxi.
Wisatawan mengunjungi Taman Jichang pada awal musim semi di Wuxi, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 1 Maret 2024. Taman Jichang di Wuxi merupakan taman klasik China yang dibangun pada abad ke-16 dan terkenal karena desainnya yang elegan serta suasananya yang tenang.
Jaringan ini mencakup delapan bidang kreatif, yaitu arsitektur, kerajinan dan seni rakyat, seni media, desain, film, gastronomi, sastra, dan musik. Quanzhou ditetapkan sebagai "Kota Kreatif Gastronomi", sedangkan Wuxi dinamai "Kota Kreatif Musik". Kedua kota ini menonjol berkat kehidupan budayanya yang dinamis, dukungan yang aktif terhadap sektor kreatif, serta pendekatan yang inovatif terhadap pengembangan urban.
Dengan penambahan ini, jaringan tersebut kini mencakup 408 kota di lebih dari 100 negara, yang semuanya diakui atas komitmen mereka untuk memajukan industri kreatif dan kehidupan budaya, kata UNESCO.
Diluncurkan pada 2004, Jaringan Kota Kreatif UNESCO mendukung kota-kota yang memanfaatkan budaya dan kreativitas untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat kohesi sosial melalui pengembangan keterampilan, dukungan terhadap pelaku profesional kreatif, serta keterlibatan komunitas lokal.
Beberapa kota China lainnya, termasuk Beijing, Shanghai, dan Wuhan, juga telah tergabung ke dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO. (Xinhua).
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda