Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Pragmatisme di atas Meritokrasi

Pragmatisme di atas Meritokrasi

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
01 November 2023, 07.10 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Pragmatisme
Ilustrasi/SUPRIYANTO/kompas.id

Donny Syofyan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

JurnalPost.com - Politik adalah bisnis yang serius, bukan sampingan apalagi dagelan. Partai Solidaritas Indonesia (PSI), satu-satunya partai politik yang mengklaim mewakili pemuda, anak milenial dan sekarang Gen-Z, tentu familiar dengan fakta itu. Sebagai salah satu partai politik termuda yang juga dipimpin oleh kaum muda, PSI pasti berhadapan dengan intimidasi partai-partai besar dan senior.

IKLAN

Dalam beberapa bulan terakhir, partai yang didirikan oleh politisi dan pengusaha Jeffri Geovanie ini terlibat dalam perang urat saraf kata dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai nasionalis terbesar dan tertua di Tanah Air. Titik pertikaian antara PDIP dan PSI adalah keputusan PSI untuk mencalonkan gubernur Jawa Tengah saat itu, Ganjar Pranowo, yang juga politisi PDIP Ganjar Pranowo, sebagai kandidat presidennya. PSI dicap tidak sopan karena secara publik mendukung Ganjar tanpa terlebih berkonsultasi dengan PDIP. Dalam pembelaannya, partai anak muda itu mengatakan mereka telah mencoba menghubungi PDIP, tetapi partai penguasa itu tidak menganggapnya secara serius.

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Perang terakhir dengan PSI adalah ketika Ganjar menjawab dengan bercanda saat diminta pendapatnya oleh wartawan tentang namanya sebagai capres oleh PSI, “Apa? PSSI?” PSI kemudian menarik kembali dukungannya kepada Ganjar dan bergabung dengan partai Gerindra.

Yang perlu disadari PSI bahwa ini bukan perkara partai lain memandang rendah kepada PSI. Masalahnya adalah kegagalannya untuk menghasilkan kader politiknya sendiri yang dapat menarik suara. Sebetulnya ini masalah yang juga menerpa mayoritas partai politik, termasuk Partai Golkar, sebagai partai dengan pengalaman terbanyak dengan pemilu. Pengecualian hanya berlaku terhadap PKS yang konsisten sebagai partai kader.

IKLAN

Sampai saat ini, hanya PDIP yang berhasil memproduksi politisi yang populer dan berpengalaman untuk bertarung dalam pemilihan tahun depan. Jokowi telah menjadi anggota PDIP sejak dia mencalonkan diri pada tahun 2005 sebagai Walikota Surakarta di Jawa Tengah. Sementara Ganjar adalah anggota parlemen sebelum dia memenangkan kursi gubernur Jawa Tengah pada 2013. Wajar bila PDIP ‘murka’ ketika PSI menyabotase anggotanya untuk memenuhi ambisi politiknya menghadapi piplres.

Di samping idealisme politik, alasan utama PSI menominasikan Ganjar lebih awal adalah karena PSI berharap bisa membonceng untuk meraup suara dalam pemilu legislatif, seperti yang dilakukan oleh partai Nasdem dengan mantan gubernur Jakarta Anies Baswedan. Ini menjelaskan mengapa Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, didaulat sebagai Ketua Umum baru PSI. Padahal dia baru tiga hari menjadi anggota partai.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Sekarang kita perlu memberikan kesempatan politik kepada pemuda 28 tahun ini bahwa dia punya kecakapan untuk memimpin PSI, mampu menepis keraguan banyak pihak, termasuk pemilih dan simpatisan PSI sendiri. Namun demikian, jelas bahwa keputusan ini terutama didorong oleh tekad partai untuk mendapatkan kursi di DPR pada tahun 2024. Agaknya ini akan menjadi satu-satunya indikator kinerja Kaesang sebagai Ketua PSI ke depan.

Masalah lainnya dengan pertaruhan PSI ini adalah keputusan tersebut membelakangi meritokrasi, mengingat bahwa partai itu sebenarnya memiliki beberapa pemimpin muda yang sedang naik daun dan cukup lama menjadi anggota, seperti Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Faldo Maldini, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) di bidang komunikasi dan media. Oleh karena itu, masalahnya bukan tentang usia Kaesang atau keistimewaannya sebagai anggota keluarga Presiden Jokowi. Isunya lebih kepada kurangnya pengalamannya dan ini menunjukkan proses politik yang cacat sehingga dapat melemahkan PSI sebagai sebuah institusi.

Sebagai negara demokrasi, kita membutuhkan partai politik. PSI, terlepas dari kekurangannya, adalah lembaga penting yang diharapkan akan meningkat seiring dengan kematangannya. Untuk melakukan ini, PSI harus bekerja dari bawah ke atas dan melawan godaan korosif oportunisme politik.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pragmatisme-di-atas-meritokrasi/60642/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.13 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Jika Bisa Mengulang Hidup, Akankah Kita Memilih Jalan yang Sama?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Pilihan Editor

  1. 1 Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?
  2. 2

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  3. 3

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  4. 4

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

  5. 5

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.