Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Pemilu di Ruang Digital

Pemilu di Ruang Digital

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
23 Oktober 2023, 00.21 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Ruang Digital

Donny Syofyan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

JurnalPost.com - Pemilu 2024 bukanlah pertama kalinya bagi para kandidat melakukan kampanye online untuk menarik pemilih. Para pemilih juga akan menggunakan media sosial untuk menelaah calon-calon dan memperdebatkan platform politik mereka. Meskipun pemilu 2024 juga bukan pertama kalinya rakyat menghadapi padatnya lalu lintas internet, ada kekhawatiran bahwa perayaan demokrasi mendatang menjadi kurang bebas dan kurang adil. Setidaknya inilah laporan suram yang dirilis oleh sebuah lembaga pemerhati kebebasan internet, Safenet.

IKLAN

Laporan yang dirilis pad Februari lalu menyoroti tren serangan digital terhadap para pengkritik pemerintah, terutama wartawan, aktivis, organisasi media, dan kelompok masyarakat sipil. Pada 2022, SafeNet mencatat setidaknya 302 serangan digital yang menargetkan sekitar 55 aktivis dan 50 pekerja media. Pada 2020, lembaga ini hanya mencatat 147 insiden.

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Karena sebagian besar serangan ini diyakini bermotif politis, organisasi tersebut memberikan prediksi kelam bahwa serangan-serangan ini akan meningkat lebih jauh sebelum pemilu 2024. Dunia maya di Tanah Air tidak lagi menjadi ruang yang aman untuk semua, lebih-lebih sejak diberlakukannya UU Informasi, Transaksi dan Elektronik (ITE) 2008. UU ini telah disalahgunakan oleh banyak pihak untuk membui banyak pihak hanya karena mengekspresikan pendapat mereka secara online, sebuah hak sipil yang secara tegas dilindungi oleh Konstitusi.

IKLAN

Yang tak kalah problematis seperti UU ITE ini adalah arsitektur kekuasaan yang telah menggolkan UU ini dan melanggengkan penyalahgunaannya. Selama puluhan tahun undang-undang tersebut dipersenjatai oleh kekuatan yang akan membungkam para kritikus, termasuk lawan politik selama periode kampanye dan pemilu. Hal ini mendorong kelompok masyarakat sipil tanpa lelah untuk mendorong agar UU yang kejam ini dicabut. UU ITE tetap menjadi alat represi yang efektif. Tidak mengherankan bahwa para elit turut menciptakan bentuk represi lainnya, termasuk upaya sensor informal seperti serangan digital untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.

Dalam beberapa tahun terakhir, sebagaimana dicatat oleh SafeNet, kita telah melihat banyak kasus serangan digital ala hit-and-run pada orang-orang yang kritis terhadap kebijakan pemerintah. Repertoar represi digital yang luas meliputi peretasan media sosial pribadi, email atau rekening bank; penyadapan; pengelabuan (phishing); doxing; Serangan DDoS; dan banyak metode curang lainnya. Kita prihatin dengan munculnya serangan terhadap organisasi media. Serangan siber ini jelas dimaksudkan untuk menghambat kebebasan berbendapat dan bisa lebih merusak melebihi UU ITE. Ini karena lebih sulit untuk melakukan perlawanan balik terhadap musuh yang gelap.

Para korban serangan digital telah melaporkan kasus mereka kepada polisi, tetapi sejauh ini belum ada yang diselesaikan. Ini memicu spekulasi bahwa aktor negara, atau bahkan lembaga negara, terlibat di dalamnya. Sangat sulit untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Ini bisa dipahami mengingat sifat anonim dari serangan digital dan fakta serangan yang dilancarkan bersifat sporadis dan tidak selalu mewakili kepentingan rezim politik saat ini.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Ada ketakutan, dan ini bisa dijustifikasi, bahwa sejumlah elit politik akan menggunakan peretas untuk memajukan kepentingan mereka pada pemilu berikutnya. Caranya dengan mempekerjakan praktisi-praktisi media sosial untuk menyerang lawan-lawan politik mereka. Jika ini masalahnya, maka konflik yang intensif antara elit menjelang pemilu 2024 bakal dapat menyebabkan lebih banyak kejahatan dunia maya dengan motif politik yang kental.

Pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa pemilu yang akan datang berjalan secara damai baik secara online maupun offline. Namun, kita masih ragu bahwa pemerintah memiliki kapasitas atau kemauan untuk mengatasi transgresi dunia maya dengan benar. Oleh karena itu kita menghimbau warga negara yang terlibat secara politis mulai mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga diri tetap aman secara digital.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pemilu-di-ruang-digital/60332/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 02.26 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Jika Bisa Mengulang Hidup, Akankah Kita Memilih Jalan yang Sama?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Pilihan Editor

  1. 1 UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta
  2. 2

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  3. 3

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  4. 4

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  5. 5

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.