SORONG, JURNALPOST – Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Sorong turut ambil bagian dalam penyiapan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2027 melalui kegiatan pelatihan tim penilai yang diselenggarakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 26–30 Oktober 2026.
Keterlibatan perguruan tinggi vokasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional di sektor kelautan dan perikanan, khususnya dalam memastikan pembangunan kampung nelayan direncanakan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi nyata di lapangan.
Pelatihan ini melibatkan perwakilan perguruan tinggi dan organisasi nonpemerintah sebagai mitra pembangunan dari 37 provinsi di Indonesia.
Kegiatan dibuka secara nasional oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, pada Selasa (27/10/2026) secara daring. Setelah pembukaan, peserta mengikuti serangkaian pembekalan teknis untuk mempersiapkan proses identifikasi, survei, dan penilaian calon lokasi KNMP 2027.
Peran Politeknik KP Sorong dalam Penyiapan Lokasi
Sebagai perguruan tinggi vokasi yang berfokus pada bidang kelautan dan perikanan, Politeknik KP Sorong memiliki kompetensi yang relevan untuk mendukung proses perencanaan pembangunan di wilayah pesisir.
Melalui pelatihan tersebut, institusi ini berpartisipasi dalam penguatan kapasitas tim penilai agar proses identifikasi calon lokasi KNMP dapat dilakukan secara objektif, terukur, dan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
Penilaian calon lokasi menjadi tahapan penting sebelum pembangunan dilaksanakan. Selain melihat potensi sumber daya perikanan, tim perlu mempertimbangkan kesiapan lahan, ketersediaan sarana dan prasarana, aksesibilitas wilayah, hingga kebutuhan sosial ekonomi masyarakat nelayan.

Data yang diperoleh dari proses tersebut diharapkan menjadi salah satu dasar dalam menentukan lokasi pembangunan yang tepat sasaran dan memiliki manfaat berkelanjutan.
Keterlibatan perguruan tinggi juga diharapkan dapat memperkuat kualitas informasi lapangan melalui pendekatan ilmiah dan penerapan keahlian terapan.
Tim Penilai Dibekali Metode Survei dan Pengumpulan Data Digital
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai tahapan penilaian calon lokasi KNMP, mulai dari survei awal, verifikasi informasi, penilaian kondisi lapangan, hingga fasilitasi kesiapan lokasi.
Materi yang disampaikan meliputi metodologi pengumpulan data, teknik wawancara, observasi lapangan, diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD), serta dokumentasi dan verifikasi data dari berbagai sumber.
Peserta juga diperkenalkan dengan instrumen survei yang mencakup enam kriteria utama (K1–K6) dan empat dimensi penilaian (D1–D4).

Penggunaan instrumen tersebut bertujuan menyamakan pemahaman antartim dalam menilai kebutuhan masyarakat, potensi perikanan, kesiapan lokasi, serta keterhubungan wilayah yang menjadi calon sasaran program.
Selain metode penilaian, peserta memperoleh pelatihan penggunaan aplikasi KoBoCollect untuk mendukung proses pengumpulan data secara digital.
Aplikasi ini dimanfaatkan untuk mengisi kuesioner, mencatat hasil observasi, menyimpan dokumentasi pendukung, serta mengirimkan data hasil survei lapangan.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan pencatatan dan mempermudah proses pengolahan serta verifikasi informasi yang diperoleh tim penilai.
Kampung Nelayan Merah Putih Diharapkan Perkuat Ekonomi Pesisir
Program Kampung Nelayan Merah Putih diarahkan untuk memperkuat dukungan infrastruktur dan aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.
Pengembangan kawasan nelayan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam menjalankan kegiatan penangkapan ikan, penanganan hasil tangkapan, distribusi, hingga pemasaran produk perikanan.
Karena itu, penentuan lokasi pembangunan memerlukan kajian yang mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi, potensi usaha perikanan, akses terhadap layanan dasar, serta kesiapan kelembagaan masyarakat.
Perencanaan yang didukung data lapangan menjadi penting agar fasilitas yang dibangun sesuai dengan kebutuhan dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Dalam proses tersebut, kontribusi tenaga akademik dan praktisi pendidikan vokasi diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi sekaligus tantangan pembangunan kawasan pesisir.
Wujud Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah
Partisipasi Politeknik KP Sorong dalam pelatihan tim penilai KNMP 2027 sekaligus mencerminkan penerapan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pemanfaatan pengetahuan dan keterampilan terapan untuk mendukung pembangunan masyarakat.
Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi mitra pembangunan, dan masyarakat dalam merencanakan program pembangunan kawasan nelayan.
Melalui keterlibatan dalam proses penyiapan calon lokasi, Politeknik KP Sorong diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap tersedianya data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hasil penilaian tersebut nantinya menjadi bagian penting dalam mendukung perencanaan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2027, dengan tujuan memperkuat sektor kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda