Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Picu Minat Baca Siswa Lewat Gerakan Literasi di MINU Balikpapan

Picu Minat Baca Siswa Lewat Gerakan Literasi di MINU Balikpapan

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
26 Desember 2018, 13.01 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Minat Baca Siswa
Stasiun baca sederhana, perpustakaan kecil di luar kelas di MINU, tempat buku-buku cerita diletakkan

Balikpapan, Kalimantan Timur, Jurnalpost - Beberapa sekolah di Balikpapan kini mulai bergerak untuk menerapkan gerakan literasi. Salah satunya yang paling getol adalah madrasah mungil yang terletak di tengah kota Balikpapan, yaitu Madrasah Ibitdaiyah Nahdatul Ulama atau MINU Balikpapan.

Dengan dimotori oleh kepala madrasahnya, bapak Gunanto, madrasah yang bangunannya menjulang tinggi tiga tingkat dan terletak di tengah pemukiman penduduk ini mulai menggeliat menerapkan banyak program literasi karena ingin menerapkan salah satu perintah Tuhan yang amat penting dalam kitab suci. “Dengan segala keterbatasan, kami ingin siswa-siswa kami menerapkan apa yang telah diperintahkan Allah untuk pertama kalinya kepada Nabi, yaitu membaca!” ujar Gunanto bersemangat.

IKLAN

Untuk itu, mulai akhir bulan September 2018 setelah pelatihan program PINTAR Tanoto Foundation terutama tentang literasi, MINU Balikpapan mulai menerapkan program gemar membaca dengan mengambil waktu-waktu khusus. Setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis, siswa masuk kelas masing-masing untuk membaca senyap selama kurang lebih 15 menit sebelum pembelajaran. Membaca senyap adalah model membaca dengan meminimalkan suara, sehingga para siswa bisa berkonsentrasi terhadap bacaan, sehingga bisa menikmati apa yang dibacanya.

Melawan Hoaks
Baca Juga

Melawan Hoaks, Membangun Literasi Kesehatan: Edukasi Penunggu Pasien di POCADI RSUP Dr. Kariadi

“Setelah membaca senyap, anak-anak saya persilahkan bertanya kata-kata sulit yang tidak dimengerti selama membaca. Misalnya hari minggu kemarin, beberapa anak-anak bertanya arti kata strategis, masa lampau dan sebagainya,” ujar Ibu Lusi, guru kelas dua MINU (26 Desember 2018).

Sedangkan pada hari Sabtu, siswa membaca di lapangan secara massal bersama-sama juga selama 15 menit. Membaca secara massal membangkitkan semangat para siswa membaca. Mereka saling termotivasi melihat teman-temannya membaca. Setelah 15 menit membaca, tiap kelas mengirimkan satu siswa untuk menceritakan hasil bacaannya di hadapan teman-temannya.

IKLAN

Selain membaca senyap, pada hari Selasa, para guru juga biasa melakukan kegiatan membaca nyaring sebuah cerita yang menarik. Seperti yang pernah dilakukan oleh ibu Lusi Ambarani, secara ekpresif dia menceritakan di hadapan anak-anak kelas dua cerita Malin Kundang, kisah tentang anak yang durhaka pada orang tuanya.

“Para siswa jadi tahu bagaimana cara bercerita yang ekspresif dan menyenangkan. Beberapa siswa yang berani mencoba meniru gurunya, bercerita di depan anak-anak lain. Ini membuat mereka juga jadi tampil berani dan terlatih kemampuan komunikasinya,” ujar bu Lusi.

Daerah 3T
Baca Juga

Geliat Gerakan Literasi Pembelajaran di Daerah 3T

Untuk menunjang program-program membaca ini, tiap kelas di MINU sekarang sudah memiliki sudut atau pojok baca. Buku-buku yang diletakkan di sudut baca atau pojok baca ini ada yang berasal dari perpustakaan, ada juga yang berasal dari sumbangan orang tua siswa. “Untuk yang dari orang tua siswa, kami memperolehnya setelah memberi tahu mereka bahwa untuk gerakan membaca di madrasah, kami butuh bantuan buku secara sukarela. Di kelas saya, dari 28 orang tua siswa, 18 dari mereka telah menyumbangkan buku-buku cerita yang menarik,” terang bu Lusi.

Agar siswa semakin tertarik membaca, selain sudut baca, MINU juga telah menyiapkan tempat yang strategis untuk membaca dan menyebutnya dengan halte baca dan stasiun baca. Keduanya berbentuk seperti gazebo dan terletak di luar kelas. Sedangkan di lantai tiga, MINU membuat terminal baca.

Agar buku-buku tersebut aman dan berganti-ganti, perwakilah siswa-siswa dari kelas 4,5,6 secara bergantian bertanggung jawab terhadap buku-buku di tempat tersebut. Di antara tugas mereka adalah menjaga dan memasukkan kembali buku ke ruang kantor guru saat sekolah usai.

Menurut ibu Lusi, dampak dari kegiatan membaca ini sudah mulai kelihatan. “Anak-anak kelas dua yang saya asuh, mulai kaya dengan kosa kata. Mereka juga mampu membuat cerita dengan kalimat panjang-panjang, seperti saat saya tugaskan membuat cerita tentang bencana alam. Mereka mampu menggambar dengan baik dan bahkan diantara mereka membuat deskripsinya lebih dari 10 kalimat. Bagi saya ini perkembangan luar biasa!” ujar bu Lusi bangga.

Ingin Sukses, Bekali Siswa dengan Ketrampilan Literasi
Baca Juga

Ingin Sukses, Bekali Siswa dengan Ketrampilan Literasi

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/picu-minat-baca-siswa-lewat-gerakan-literasi-di-minu-balikpapan/8626/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.56 WITA

  • #Berita Balikpapan
  • #Gerakan Literasi
  • #Minat Baca Siswa

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

Pilihan Editor

  1. 1 Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat
  2. 2

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  3. 3

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  4. 4

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Perpres Ojol: Benarkah Pengemudi Sudah Mendapat Perlindungan yang Adil?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.