Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Daerah
  3. Geliat Gerakan Literasi Pembelajaran di Daerah 3T

Geliat Gerakan Literasi Pembelajaran di Daerah 3T

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
17 September 2018, 21.46 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Daerah 3T

Sumba, Nusa Tenggara Timur, Jurnalpost- Berada di daerah yang terluar, terdepan dan tertinggal (3T) banyak sekali tantangannnya. Tak terkecuali dalam bidang pendidikan.

Sering sekolah belum teraliri listrik, letaknya jauh dari kampung penduduk, belum terkoneksi internet, dan jaringan telpon. Namun semua tantangan seperti itu tidak menyurutkan para guru yang berkiprah di daerah seperti ini untuk konsisten menerapkan pembelajaran modern yang menyenangkan, yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri siswa, mampu bekerja sama dalam tim, dan kritis. Model pembelajaran yang dikenal dengan nama pembelajaran aktif.

IKLAN

Seperti misalnya yang dilakukan oleh ibu Sarvina Mbali Rima yang sudah 13 tahun sejak tahun 2004 mengabdi sebagai guru honorer kelas satu di SD Kadahang, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Salah satu kabupaten terluar, terdepan dan juga dinilai tertinggal.

Melawan Hoaks
Baca Juga

Melawan Hoaks, Membangun Literasi Kesehatan: Edukasi Penunggu Pasien di POCADI RSUP Dr. Kariadi

“Berkat penerapan pembelajaran aktif, kini anak-anak bertambah berani. Mereka berebutan untuk maju ke depan menjawab pertanyaan atau presentasi kecil-kecilan. Tidak seperti dahulu saat saya mengajar dengan metode kebanyakan ceramah. Mereka pemalu, takut-takut dan jarang berani yang maju,” ujarnya saat dihubungi telepon (16 September 2018)

Apalagi Ibu Sarvina juga menerapkan cara baru dalam mengajar anak-anak berbahasa ibu Bahasa Kapunduk tersebut. Satu jam pelajaran pertama menggunakan bahasa ibu dan ketika anak sudah paham dengan materi, baru pada jam kedua mengulangi kembali pelajaran dengan Bahasa Indonesia. Metode baru tersebut, menurut Sarvina, terbukti efektif membuat siswa menyerap pelajaran lebih baik.

Sementara itu, di Sumba Barat Daya, Heronima Gole Rere, guru kelas dua yang mengabdi sebagai honorer sejak di tahun 2011 di SDN Potogena, juga aktif menggunakan pendekatan pembelajaran aktif yang menyenangkan dalam menunjang kemampuan literasi anak.

Sekolahnya terletak di padang savanna yang jauh dari kampung sekitarnya. Gajinya yang kecil yang cuma 200 ribu sebulan tak pernah menyulutkan dirinya berkorban berangkat mengajar walau kadang harus berjalan dua kiloan untuk pergi ke sekolah.

Minat Baca Siswa
Baca Juga

Picu Minat Baca Siswa Lewat Gerakan Literasi di MINU Balikpapan

Menurutnya, berkat pembelajaran aktif dia menjadi tahu memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Misalnya, bagaimana menjadikan binatang-binatang ternak seperti kambing dan babi yang sering menerabas masuk ke sekolahnya menjadi sumber belajar.

Awalnya kehadiran binatang-binatang tersebut dia rasa amat mengganggu. Tapi kini, memudahkannya mengajar anak-anak untuk mengenal kosa kata. Para siswa diajak untuk mengamati binatang-binatang tersebut sambil belajar menuliskan nama-namanya dan anggota tubuhnya. Dengan cara langsung bersentuhan dengan objek, para siswa ternyata lebih senang belajar dan dua kali lipat lebih cepat menguasai suku kata dan kata.

IKLAN

Ini adalah sekelumit contoh-contoh para guru di daerah terluar, terdepan dan tertinggal yang saat ini mulai mengenal cara mengajar menggunakan metode pembelajaran aktif berkat hadirnya program INOVASI di daerah tersebut. Program pendidikan kerjasama antara Kemendikbud, Kemenag, Pemerintah Australia dan pemerintah setempat yang telah dijalankan semenjak awal tahun 2018 ini telah banyak mengubah cara guru mengajar dan cara pandang guru terhadap profesi mereka.

“Kalau kemarin saya mengajar sesuai apa yang terdapat di pikiran saja. Tanpa persiapan, tanpa perencanaan. Bahkan saya sering menyalahkan anak kalau tidak bisa menjawab. Ternyata sumbernya saya sadari sekarang karena kesalahan guru yang kurang menguasai metode mengajar,’ ujar Heronima.

Ingin Sukses, Bekali Siswa dengan Ketrampilan Literasi
Baca Juga

Ingin Sukses, Bekali Siswa dengan Ketrampilan Literasi

Mereka berdua juga tampil pada acara Diskusi Temu INOVASI yang digelar di Jakarta hari Kamis (13 September) yang lalu.

Butuh Dukungan Kebijakan Pemerintah

Agar pembelajaran aktif ini berjalan baik, maka dibutuhkan media pembelajaran sebagai media diskusi dan belajar. Ibu Servina tidak hanya mengandalkan buku paket yang diterbitkan Kemendikbud. Menggunakan media buatan sendiri yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai bisa lebih sesuai konteks daerah dan lebih mampu membuat siswa terlibat. “Kalau menggunakan buku paket terus menerus, pembelajarannya menjadi membosankan bagi siswa, tidak lagi menyenangkan. Jadi kita harus kreatif membuat media belajar sendiri,” ujar Sarvina

Menurut Sarvina, karena harus sering harus menggunakan media pembelajaran, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan. “Efek model pembelajaran ini sangat kentara. Namun model ini juga butuh lebih banyak pendanaan terutama untuk membuat alat peraga, media pembelajaran dan hasil karya siswa,” ujarnya.

Sebenarnya ia sering membuat sendiri dari bahan-bahan bekas seperti kardus dan sebagainya, namun sering kali tetap butuh alat tulis menulis seperti spidol, kertas plano, kertas post it dan lain-lain.

Yohanna Lingu Lango Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumba Barat Daya sangat mendukung realokasi dana APBD untuk pembelajaran yang menurutnya saat ini lebih banyak digunakan untuk manajemen

Ia juga sangat mendukung program INOVASI ini didiseminasi ke sekolah-sekolah lain. ““Model ini telah memberikan harapan pada kami, bahwa ketertinggalan, kemiskinan dan keterbatasan yang kerap menjadi isu besar di daerah ini, bukan penghalang bagi guru-guru untuk memunculkan ide-ide kreatifnya dalam mengajar di sekolah. Kami akan mendiseminasikan ke 333 guru SD lainnya dengan memakai dana APBD,” jelas Yohanna

Umbu Lili Pekuwali, Bupati Sumba Timur, menyatakan bahwa saat ini FPPS (Forum Perduli Pendidikan Sumba) tengah menyiapkan rapat Steering Committee program INOVASI yang rencananya dilaksanakan di Waingapu, 20 September mendatang. Dikegiatan tersebut, Umbu Lili akan meminta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan se daratan Sumba agar program INOVASI terus berlanjut di Sumba.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/geliat-gerakan-literasi-pembelajaran-di-daerah-3t/7635/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.55 WITA

  • #Daerah 3T
  • #Gerakan Literasi

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ratusan Warga Meriahkan Bulan Bakti Karang Taruna di Barru, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Barru, Bupati Andi Ina Tekankan Sinergi Politik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

Kepala Daerah Adu Keahlian Masak Nasi Goreng di HUT ke-357 Sulsel, Bupati Barru Turut Hadir

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Pilihan Editor

  1. 1 Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur
  2. 2

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  3. 3

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  4. 4

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  5. 5

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.