24 C
Jakarta
Kamis, Mei 6, 2021

Permainan Tradisional Sebagai Pengembangan Karakter Anak Di Desa Meduran

JURNALPOST – Dahulu permainan tradisional sangat populer di kalangan anak-anak. Dengan kemajuan teknologi dengan kecanggihannya yang dapat begitu cepat mengubah pola pikir anak tentang permainan tradisional yang digantikan oleh permainan yang serba digital seperti game online melalui gadgetnya. Anak-anak yang bermain dari gadget itu sendiri hampir keseluruhan hanya bersantai di kamar. Hal itu sendiri dapat mengurangi sosialisasi atau komunikasi anak, sehingga mereka hanya ingin diam dan malu untuk bicara ketika dihadapkan dengan teman-teman seumuran. Kini permainan tradisional mulai terkikis eksistensinya. Padahal, beragam manfaat untuk perkembangan anak yang ditularkan permainan tradisional karena fisik dan emosi anak terlibat langsung. Permainan tradisional umumnya mengandung kegiatan fisik, kreatifitas, sportifitas, kecerdasan intelektual, interaksi sosial, dan manfaat lainnya. Seperti dalam permainan maggoli’ (main kelereng) dapat mengembangkan kecerdasan intelektual pada anak karena permainan yang melatih otak kiri anak dan melatih anak menggunakan strategi agar dapat mengumpulkan biji-biji kelereng lebih banyak dari lawan.

Permainan tradisional merupakan permainan yang dimainkan anak anak jaman dulu, tentu anak yang lahir di era 90an pasti tidak asing dengan permainan- permainan tradisional tersebut. Permainan tradisional kebanyakan dimainkan secara kelompok. Dalam kehidupan anak-anak di masa lalu bisa dikatakan tidak mengenal dunia luar yang telah menuntun mereka pada kegiatan-kegiatan sosial dan erat dengan kebersamaan, berbeda dengan masa sekarang yang sarat akan perkembangan teknologi seperti gadget yang mengantarkan anak jaman sekarang dengan ketergantungan, bisa dibilang kegiatan-kegiatan sosial, gotong royong kebersamaan sulit untuk kita dapatkan, begitu pula dengan permainan tradisional di era milenial seakan sulit untuk kita temukan anak jaman sekarang melakukan permainan-permainan tradisional karena di era ini telah berkembang permainan- permainan dengan sistem digital seperti game online, media sosial dan youtube.

Kata budaya yang menjadi kata dasar kebudayaan memiliki tujuh unsur. Dalam ke tujuh unsur kebudayaan terdapat kesenian yang jika dikelompokkan muncul permainan tradisional. Permainan yang pudar termakan zaman serba instan. Permainan tradisional sebagai bagian dari budaya turut membentuk karakter anak pada usia prasekolah dan usia sekolah dasar. Hal ini menandaskan pendidikan nasional berbasis potensi lokal. Potensi lokal yang berkembang pada kehidupan masyarakat akar rumput, menghantarkan makna pendidikan yang berbasis masyarakat. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nomor 20 tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat 16 mendefenisikan Pendidikan berbasis masyarakat sebagai penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat.

Pada dasarnya lingkungan adalah sarana yang paling tepat untuk tempat bermain bagi anak-anak, karena melalui hal itu mereka bisa mengalami perkembangan dalam segala aspek kehidupan. Permainan modern ini mengajarkan untuk bersifat individualis dengan begitu akan membuat mereka menjadi pribadi yang tertutup karena permainan ini tidak mengajarkan  kerja sama dan hal positif lainnya. Permainan digital seperti video games dan games online, lebih banyak dimainkan secara statis, anak bermain dalam keadaan pasif. Selain itu perminanan digital biasanya di mall diberi fasilitas acc yang berada dipusat kota atau minimal memiliki Handphone dan paket data. Sementara permainan tradisional saat ini hanya di mainkan pinggiran kota atau di desa sehingga terkadang kesan yang melekat pada permainan tradisional adalah permainan kampungan/ ketinggalan zaman. Faktor lain yang menjadi sebab hilang pudarnya permainan tradisional adalah tidak ada pewarisan baik vertikal ataupun horizontal, dari orangtua, guru ataupun lingkungan yang dianggap kurang menarik dan perlu untuk diwarisi.

Pada Kesempatan Kali ini kami dari PMM Kelompok 32 Gelombang 3 mengadakan beberapa permainan tradisional diantaranya bermain kelereng,karet, serta lompat tali dan Ajino Moto. Pada dasarnya, permainan tradisional juga tidak hanya bertujuan hanya untuk menghibur diri, tetapi juga sebagai alat untuk memelihara hubungan  dan kenyamanan sosial. Dengan demikian bermain suatu kebutuhan bagi anak. Bermain bagi anak mempunyai nilai dan ciri yang penting dalam kemajuan perkembangan kehidupan sehari-hari termasuk dalam permainan tradisional. Permainan tradisional memiliki manfaat positif yaitu membangun karakter anak yang lebih baik dan mampu membentuk kognitif serta sistem motorik pada anak sebelum  masuk sekolah sampai memasuki fase usia sekolah. Bukan hanya itu saja, dalam permainan tradisional diajarkan sesuai aturan budaya dimana permainan tersebut dimainkan ataupun sesuai permainanya.

Permainan tradisional bukan hanya sekedar permainana akan tetapi terdapat unsurbudaya yang melekat didalamnya yang seharusnya perlu dilestarikan. Permainan ini memberikan pengaruh baik bagi kondisi kejiwaan, sifat dan kehidupan sosial sianak dikemudian hari. Permainan tradisional anak-anak dapat dianggap sebagai aset budaya bagi suatu masyarakat untuk mempertahankan keberadaannya dan identitasnya ditengah kumpulan masyarakat yang lain. Permainan tradisional dapat mengembangkan kerjasama, membantu anak menyesuaikan diri, saling berinteraksi secara positif, dapat mengkondisikan anak dalam mengontrol diri, mengembangkan sikap empati terhadap teman, menaati aturan,serta menghargai orang lain. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa permainan tradisional dapat memberikan dampak yang sangat baik dalam membantu mengembangkan keterampilan emosi dan sosial anak. Dari permasalahan di atas ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar warisan budaya yang kita miliki tetap terjaga yaitu pertama peran dari orangtua harus memperkenalkan permainan tradisional. Sebab orang tua memiliki peran sebagai pelindung, pendidik, dan penangung jawab terhadapa anak. Sebagai orang tua harus memberikan kasih sayang dan pengetahuan kepada mereka agar kedepan anak mampu bersikap lebih baik dimasa depan. Kami PMM Kelompok 32 Gelombang 3 bekerja sama dengan orang tua untuk mengembangkan potensi anak anak dalam hal melatih permainan tradisional, permainan tradisional ini diharapkan agar tidak pernah pudar dikarenakan permainan tradisional ini melatih kerjasama tim serta melatih daya kreatif anak anak di desa meduran.

Jurnalpost.com adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Berita ini dibuat dengan formulir pengiriman. Silahkan login untuk memulai menulis!

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Masuk

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Masuk

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.