Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Permainan Tradisional Sebagai Pengembangan Karakter Anak Di Desa Meduran

Permainan Tradisional Sebagai Pengembangan Karakter Anak Di Desa Meduran

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
26 April 2021, 19.30 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Permainan Tradisional Sebagai Pengembangan Karakter Anak Di Desa Meduran

JURNALPOST - Dahulu permainan tradisional sangat populer di kalangan anak-anak. Dengan kemajuan teknologi dengan kecanggihannya yang dapat begitu cepat mengubah pola pikir anak tentang permainan tradisional yang digantikan oleh permainan yang serba digital seperti game online melalui gadgetnya. Anak-anak yang bermain dari gadget itu sendiri hampir keseluruhan hanya bersantai di kamar. Hal itu sendiri dapat mengurangi sosialisasi atau komunikasi anak, sehingga mereka hanya ingin diam dan malu untuk bicara ketika dihadapkan dengan teman-teman seumuran. Kini permainan tradisional mulai terkikis eksistensinya. Padahal, beragam manfaat untuk perkembangan anak yang ditularkan permainan tradisional karena fisik dan emosi anak terlibat langsung. Permainan tradisional umumnya mengandung kegiatan fisik, kreatifitas, sportifitas, kecerdasan intelektual, interaksi sosial, dan manfaat lainnya. Seperti dalam permainan maggoli’ (main kelereng) dapat mengembangkan kecerdasan intelektual pada anak karena permainan yang melatih otak kiri anak dan melatih anak menggunakan strategi agar dapat mengumpulkan biji-biji kelereng lebih banyak dari lawan.

Permainan tradisional merupakan permainan yang dimainkan anak anak jaman dulu, tentu anak yang lahir di era 90an pasti tidak asing dengan permainan- permainan tradisional tersebut. Permainan tradisional kebanyakan dimainkan secara kelompok. Dalam kehidupan anak-anak di masa lalu bisa dikatakan tidak mengenal dunia luar yang telah menuntun mereka pada kegiatan-kegiatan sosial dan erat dengan kebersamaan, berbeda dengan masa sekarang yang sarat akan perkembangan teknologi seperti gadget yang mengantarkan anak jaman sekarang dengan ketergantungan, bisa dibilang kegiatan-kegiatan sosial, gotong royong kebersamaan sulit untuk kita dapatkan, begitu pula dengan permainan tradisional di era milenial seakan sulit untuk kita temukan anak jaman sekarang melakukan permainan-permainan tradisional karena di era ini telah berkembang permainan- permainan dengan sistem digital seperti game online, media sosial dan youtube.

IKLAN

Kata budaya yang menjadi kata dasar kebudayaan memiliki tujuh unsur. Dalam ke tujuh unsur kebudayaan terdapat kesenian yang jika dikelompokkan muncul permainan tradisional. Permainan yang pudar termakan zaman serba instan. Permainan tradisional sebagai bagian dari budaya turut membentuk karakter anak pada usia prasekolah dan usia sekolah dasar. Hal ini menandaskan pendidikan nasional berbasis potensi lokal. Potensi lokal yang berkembang pada kehidupan masyarakat akar rumput, menghantarkan makna pendidikan yang berbasis masyarakat. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nomor 20 tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat 16 mendefenisikan Pendidikan berbasis masyarakat sebagai penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat.

Late Night Health Search Anxiety
Baca Juga

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

IKLAN

Pada dasarnya lingkungan adalah sarana yang paling tepat untuk tempat bermain bagi anak-anak, karena melalui hal itu mereka bisa mengalami perkembangan dalam segala aspek kehidupan. Permainan modern ini mengajarkan untuk bersifat individualis dengan begitu akan membuat mereka menjadi pribadi yang tertutup karena permainan ini tidak mengajarkan  kerja sama dan hal positif lainnya. Permainan digital seperti video games dan games online, lebih banyak dimainkan secara statis, anak bermain dalam keadaan pasif. Selain itu perminanan digital biasanya di mall diberi fasilitas acc yang berada dipusat kota atau minimal memiliki Handphone dan paket data. Sementara permainan tradisional saat ini hanya di mainkan pinggiran kota atau di desa sehingga terkadang kesan yang melekat pada permainan tradisional adalah permainan kampungan/ ketinggalan zaman. Faktor lain yang menjadi sebab hilang pudarnya permainan tradisional adalah tidak ada pewarisan baik vertikal ataupun horizontal, dari orangtua, guru ataupun lingkungan yang dianggap kurang menarik dan perlu untuk diwarisi.

Pada Kesempatan Kali ini kami dari PMM Kelompok 32 Gelombang 3 mengadakan beberapa permainan tradisional diantaranya bermain kelereng,karet, serta lompat tali dan Ajino Moto. Pada dasarnya, permainan tradisional juga tidak hanya bertujuan hanya untuk menghibur diri, tetapi juga sebagai alat untuk memelihara hubungan  dan kenyamanan sosial. Dengan demikian bermain suatu kebutuhan bagi anak. Bermain bagi anak mempunyai nilai dan ciri yang penting dalam kemajuan perkembangan kehidupan sehari-hari termasuk dalam permainan tradisional. Permainan tradisional memiliki manfaat positif yaitu membangun karakter anak yang lebih baik dan mampu membentuk kognitif serta sistem motorik pada anak sebelum  masuk sekolah sampai memasuki fase usia sekolah. Bukan hanya itu saja, dalam permainan tradisional diajarkan sesuai aturan budaya dimana permainan tersebut dimainkan ataupun sesuai permainanya.

Permainan tradisional bukan hanya sekedar permainana akan tetapi terdapat unsurbudaya yang melekat didalamnya yang seharusnya perlu dilestarikan. Permainan ini memberikan pengaruh baik bagi kondisi kejiwaan, sifat dan kehidupan sosial sianak dikemudian hari. Permainan tradisional anak-anak dapat dianggap sebagai aset budaya bagi suatu masyarakat untuk mempertahankan keberadaannya dan identitasnya ditengah kumpulan masyarakat yang lain. Permainan tradisional dapat mengembangkan kerjasama, membantu anak menyesuaikan diri, saling berinteraksi secara positif, dapat mengkondisikan anak dalam mengontrol diri, mengembangkan sikap empati terhadap teman, menaati aturan,serta menghargai orang lain. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa permainan tradisional dapat memberikan dampak yang sangat baik dalam membantu mengembangkan keterampilan emosi dan sosial anak. Dari permasalahan di atas ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar warisan budaya yang kita miliki tetap terjaga yaitu pertama peran dari orangtua harus memperkenalkan permainan tradisional. Sebab orang tua memiliki peran sebagai pelindung, pendidik, dan penangung jawab terhadapa anak. Sebagai orang tua harus memberikan kasih sayang dan pengetahuan kepada mereka agar kedepan anak mampu bersikap lebih baik dimasa depan. Kami PMM Kelompok 32 Gelombang 3 bekerja sama dengan orang tua untuk mengembangkan potensi anak anak dalam hal melatih permainan tradisional, permainan tradisional ini diharapkan agar tidak pernah pudar dikarenakan permainan tradisional ini melatih kerjasama tim serta melatih daya kreatif anak anak di desa meduran.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/permainan-tradisional-sebagai-pengembangan-karakter-anak-di-desa-meduran/20035/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.15 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Pilihan Editor

  1. 1 Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah
  2. 2

    Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

  3. 3

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  4. 4

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  5. 5

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.