JURNALPOST - Musik adalah suara yang disusun dari nada, irama, dengan aturan dan komposisi tertentu yang menjadikannya enak untuk didengar. Dewasa ini, dalam keseharianya manusia sulit untuk dipisahkan dari musik, entah itu sebagai teman saat bersantai, sebagai pekerjaan, pengiring upacara tertentu, sebagai sarana keagamaan, bahkan sarana untuk mengungkapkan perasaan yang sering dituangkan menjadi sebuah lagu.
Musik tersebar di seluruh penjuru dunia sejak jaman dahulu, dan bisa disebut musik tradisional. Apa itu musik tradisional? Menurut Tumbijo (1997:13), musik tradisional adalah seni budaya yang sejak lama turun temurun telah hidup dan berkembang pada daerah tertentu. Negara Indonesia terdiri dari 34 provinsi yang hampir kesemuanya memiliki alat musik tradisionalnya sendiri, bahkan tiap daerah tidak hanya memiliki satu jenis alat musik. Oleh karenanya negara kita kaya akan budaya dan kesenian daerah.
Karena adanya globalisasi dan kemajuan dalam banyak bidang, salah satunya bidang teknologi dan informasi, maka di masa ini budaya daerah lain bahkan negara lain dapat dengan mudah masuk ke negara kita, hal itu memiliki dampak positif namun juga memiliki dampak negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah dengan masuknya budaya dan kesenian asing maka akan terjadi persaingan dengan budaya dan kesenian lokal yang rentan untuk ditinggalkan, seperti kata seorang penetili budaya yaitu Edy Sedyawati, kesenian daerah memang sangat membutuhkan pembelaan dari pihak – pihak terkait, dan perlu diberi ruang gerak yang luas dalam penyajian agar dapat leluasa berekspresi dalam menciptakan keindahan seni dan menarik perhatian konsumen ataupun penikmat seni.
Dampak dari hal ini juga sangat dirasakan dalam musik tradisional, dimana terlihat bahwa generasi muda sekarang rata – rata lebih tertarik kepada musik modern bahkan musik luar negeri dikarenakan terdapat stigma bahwa musik tradisional itu terkesan kuno dan jadul. Ketertarikan terhadap musik modern itu sebenarnya bukan suatu hal yang salah karena sebagai generasi millenial juga harus mengikuti perkembangan zaman, namun stigma bahwa musik tradional itu kuno, jadul dan tidak bisa berkembang itulah yang harus dihilangkan.
Ada beberapa cara untuk menghilangkan stigma tersebut yang juga berguna untuk menjaga musik tradisional dari kepunahan, yang pertama melalui pagelaran seni yang dilaksanakan pada waktu tertentu, misal pada hari jadi daerah, atau hari kemerdekaan, agar masyarakat tetap mengetahui musik daerahnya sendiri, dan dalam skala yang lebih besar dapat diadakan festival musik nasional yang menampilkan berbagai musik tradisional dari seluruh daerah di Indonesia.
Cara berikutnya yaitu menggabungkan musik tradisional dan musik modern. Ada banyak jenis alat musik tradisional yang dapat dikolaborasikan dengan musik modern, misal gamelan, tifa, dan berbagai alat musik tradisional lainnya. Ekstrakulikuler musik tradisional di sekolah juga memiliki peranan penting dalam mengenalkan musik tradisional kepada generasi muda, tentunya didukung dengan penyelenggaraan perlomaan musik tradisional dari pemerintah kota/kabupaten maupun provinsi.
Generasi muda hendaknya tetap mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan kesenian tradisionalnya karena itu merupakan identitas kita, dan identitas sebagai bangsa yang memiliki banyak kebudayaan. Kita patut bangga terhadapa kesenian tersebut dan melestarikannya agar tidak mengalami kepunahan, karena yang lebih merugi adalah generasi kelak yang tidak dapat menikmati kesenian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia tercinta ini.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda