Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Musik Tradisional di Kalangan Muda

Musik Tradisional di Kalangan Muda

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
15 April 2021, 16.49 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Musik Tradisional di Kalangan Muda

JURNALPOST - Musik adalah suara yang disusun dari nada, irama, dengan aturan dan komposisi tertentu yang menjadikannya enak untuk didengar. Dewasa ini, dalam keseharianya manusia sulit untuk dipisahkan dari musik, entah itu sebagai teman saat bersantai, sebagai pekerjaan, pengiring upacara tertentu, sebagai sarana keagamaan, bahkan sarana untuk mengungkapkan perasaan yang sering dituangkan menjadi sebuah lagu.

Musik tersebar di seluruh penjuru dunia sejak jaman dahulu, dan bisa disebut musik tradisional. Apa itu musik tradisional? Menurut Tumbijo (1997:13), musik tradisional adalah seni budaya yang sejak lama turun temurun telah hidup dan berkembang pada daerah tertentu. Negara Indonesia terdiri dari 34 provinsi yang hampir kesemuanya memiliki alat musik tradisionalnya sendiri, bahkan tiap daerah tidak hanya memiliki satu jenis alat musik. Oleh karenanya negara kita kaya akan budaya dan kesenian daerah.

IKLAN

Karena adanya globalisasi dan kemajuan dalam banyak bidang, salah satunya bidang teknologi dan informasi, maka di masa ini budaya daerah lain bahkan negara lain dapat dengan mudah masuk ke negara kita, hal itu memiliki dampak positif namun juga memiliki dampak negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah dengan masuknya budaya dan kesenian asing maka akan terjadi persaingan dengan budaya dan kesenian lokal yang rentan untuk ditinggalkan, seperti kata seorang penetili budaya yaitu Edy Sedyawati, kesenian daerah memang sangat membutuhkan pembelaan dari pihak – pihak terkait, dan perlu diberi ruang gerak yang luas dalam penyajian agar dapat leluasa berekspresi dalam menciptakan keindahan seni dan menarik perhatian konsumen ataupun penikmat seni.

Asap Negara
Baca Juga

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

IKLAN

Dampak dari hal ini juga sangat dirasakan dalam musik tradisional, dimana terlihat bahwa generasi muda sekarang rata – rata lebih tertarik kepada musik modern bahkan musik luar negeri dikarenakan terdapat stigma bahwa musik tradisional itu terkesan kuno dan jadul. Ketertarikan terhadap musik modern itu sebenarnya bukan suatu hal  yang salah karena sebagai generasi millenial juga harus mengikuti perkembangan zaman, namun stigma bahwa musik tradional itu kuno, jadul dan tidak bisa berkembang itulah yang harus dihilangkan.

Ada beberapa cara untuk menghilangkan stigma tersebut yang juga berguna untuk menjaga musik tradisional dari kepunahan, yang pertama melalui pagelaran seni yang dilaksanakan pada waktu tertentu, misal pada hari jadi daerah, atau hari kemerdekaan, agar masyarakat tetap mengetahui musik daerahnya sendiri, dan dalam skala yang lebih besar dapat diadakan festival musik nasional yang menampilkan berbagai musik tradisional dari seluruh daerah di Indonesia.

Cara berikutnya yaitu menggabungkan musik tradisional dan musik modern. Ada banyak jenis alat musik tradisional yang dapat dikolaborasikan dengan musik modern, misal gamelan, tifa, dan berbagai alat musik tradisional lainnya. Ekstrakulikuler musik tradisional di sekolah juga memiliki peranan penting dalam mengenalkan musik tradisional kepada generasi muda, tentunya didukung dengan penyelenggaraan perlomaan musik tradisional dari pemerintah kota/kabupaten maupun provinsi.

Generasi muda hendaknya tetap mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan kesenian tradisionalnya karena itu merupakan identitas kita, dan identitas sebagai bangsa yang memiliki banyak kebudayaan. Kita patut bangga terhadapa kesenian tersebut dan melestarikannya agar tidak mengalami kepunahan, karena yang lebih merugi adalah generasi kelak yang tidak dapat menikmati kesenian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia tercinta ini.

Dhany Syah Putra
Baca Juga

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/musik-tradisional-di-kalangan-muda/19586/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.59 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Pilihan Editor

  1. 1 Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya
  2. 2

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

  3. 3

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  4. 4

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  5. 5

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.